Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tampung Aspirasi Keluarga Korban KM Megatop III, Walikota Janji Panggil Pihak Terkait

Tampung Aspirasi Keluarga Korban KM Megatop III, Walikota Janji Panggil Pihak Terkait

SIBOLGA | suarasumut.com  –  Sebanyak Puluhan anggota keluarga korban (ABK) KM Mega Top III yang hilang kontak pada 3 Januari 2018 lalu, datangi Pemko Sibolga untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait kapal naas tersebut yang hingga saat ini belum jelas status dan keberadaannya. Keluarga korban yang didominasi kaum ibu itu diterima oleh Walikota Sibolga Drs.HM Syarfi Hutauruk, MM di Aula Nusantara I Kantor Walikota Sibolga, Kamis (12/4/2018).

Walikota Sibolga Drs. HM Syarfi Hutauruk, MM mengatakan dirinya prihatin atas tuntutan yang disampaikan oleh keluarga korban KM Mega Top III, dirinya akan berjanji segera memanggil pihak dan instansi terkait guna memperjelas nasib 28 anggota keluarga korban ABK Mega Top III.

Pemko Sibolga telah melakukan berbagai upaya untuk mencari korban ABK KM Mega Top III dengan melibatkan unsur TNI/Polri dan Basarnas. Hingga berkordinasi dengan Pemerintah pusat supaya turut membantu melakukan pencarian.

“Dari awal saya sudah sampaikan, pengusaha kapal harus bertanggung jawab, karena ini persoalan kemanusian, tidak boleh main-main disini, karena ini menyangkut 28 nyawa. Dan bahkan data nama-nama ABK yang kami minta pun hingga saat ini belum diserahkan, jadi, saya janji akan panggil itu semua, baik pihak terkait (Pengusaha KM Mega Top III-red) maupun Instansi Vertikal,”kata Syarfi.

Sebelumnya, Jery Zai salah seorang perwakilan keluarga korban ABK KM TOP III menjelaskan bahwasanya, banyak kejanggalan yang terjadi pada kasus hilangnya KM Mega Top III. “Jadi kami meminta dan memohon kejelasan status dan pertanggungjawaban Tono Dasiran (Pemilik KM Mega Top III red), sebab sudah kurang lebih tiga bulan tidak ada penjelasan penetapan status,”ujarnya.

Dirinya berharap, Pemko Sibolga untuk segera melakukan rapat pendapat kepada pihak -pihak terkait tentang legalitas surat-surat dan perizinan kapal, dan mengusut uang santunan dari pihak pemilik kapal yang menyantuni sebesar Rp5 juta yang sebahagian tidak menerima dan dianggap tidak layak. Dan memeriksa surat perlengkapan izin kapal tersebut yang di curigai sebelumnya tidak layak operasi, juga mempertanyakan santunan yang telah diserahkan pemilik kapal,”harap Jerry.

Hadir dalam pertemuan tersebut sekda Kota Sibolga, kepala Dinas kelautan dan perikanan, mewakil Polres Sibolga, kepala RSUD Sibolga serta sejumlah pimpinan SKPD Sibolga. (ip/ss-sb)

Kata kunci terkait:
paket pulau pramuka 1 hari

Lihat Juga

Bupati Karo Pimpin Apel Gabungan Usai Libur Idul Fitri

Karo | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH memimpin Apel gabungan perdana di lingkungan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *