Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tak Hanya Jual Kios Pasar, Kadis Pasar Labura Juga Membalak Hutan?

Tak Hanya Jual Kios Pasar, Kadis Pasar Labura Juga Membalak Hutan?

Aek Kanopan, suarasumut.com – Seolah tidak pernah kehabisan akal, demi mengisi pundi-pundi rupiahnya, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Khairul Saleh Hasibuan pun tampaknya mulai menghalalkan segala cara.

Jika kemarin dirinya dikabarkan telah memperjualbelikan bangunan baru kios Pasar Inpres Aekkanopan, kini muncul lagi permasalahan baru yang menyangkut penyalahgunaan aset negara yang diyakini sengaja dilakukannya untuk kepentingan pribadinya.

Permasalahan baru itu terungkap saat wartawan suarasumut.com melakukan investigasi ke areal kawasan hutan di Dusun Pangujungan Desa Hasang Kecamatan Kualuh Selatan, Kamis (14/1).

Saat itu, bersama beberapa orang wartawan dari media lain, suarasumut.com menemukan sebuah alat berat berupa Bulldozer bertuliskan Pemkab Labuhanbatu Utara sedang beraktivitas melakukan perbaikan badan jalan yang berada di areal kawasan hutan tersebut.

Mendapati peralatan ini bekerja di tempat yang bukan semestinya, suarasumut.com pun menyambangi operator yang sedang mengoperasikan Bulldozer tersebut. Namun sayang, saat operator ini ditanya tentang perijinan alat berat ini bekerja di areal hutan, ia hanya menjawab tidak tahu menahu tentang hal itu. Pun begitu, operator yang tidak mau menyebutkan jati dirinya ini sempat mengatakan bahwa Bulldozer itu adalah milik Dinas Pasar dan Kebersihan Labura. “Saya disini hanya pekerja yang menjalankan perintah dari atasan saya,” ucapnya.

Penelusuran suarasumut.com, tampaknya peralatan berat ini sengaja diaktifkan disana semata-mata demi mempermudah pengangkutan hasil hutan berupa kayu-kayu gelondongan yang diyakini bakal dieksploitasi dari areal ini. Keyakinan ini dikuatkan dengan tidak ditemukannya tanda-tanda adanya kepentingan masyarakat sekitar akan badan jalan yang merupakan koridor akses menuju areal kawasan hutan ini. Di areal itu tidak ditemukan adanya lahan perladangan milik masyarakat.

Sebelumnya, Syamsir, seorang yang mengaku sebagai peminjam alat berat itu mengatakan, ia sengaja meminjam alat berat itu untuk membantu masyarakat Dusun Pangujungan agar lebih mudah mengakses jalan menuju ke ladangnya masing-masing. “Ia bang, itu alat memang saya pinjam dari Dinas Pasar. Warga minta tolong agar jalan mereka diperbaiki,” kata Syamsir saat diwawancarai di sela-sela kesibukannya mengawasi alat berat yang sedang memperbaiki badan jalan tersebut.

Demi memperoleh informasi yang jelas, dari ujung koridor jalan persisnya di tengah areal kawasan hutan yang ditumbuhi kayu-kayu berukuran besar, suarasumut.com langsung mengirimkan pesan singkat seluler berisi pertanyaan terkait keberadaan alat berat tersebut kepada Khairul Saleh Hasibuan, namun sangat disayangkan, hingga berita ini naik terbit, Khairul tak memberi penjelasan apapun.

Mengingat tidak adanya relevansi Dinas Pasar dan Kebersihan dengan persoalan kehutanan, kuat dugaan Khairul terlibat persekongkolan dengan para mafia kayu yang sudah sejak lama merajalela di kawasan itu.

Terpisah, menyikapi persoalan ini, anggota DPRD Labura, M Rulis Harahap menilai bahwa hal itu sudah sangat menyalahi aturan. “Apapun alasaanya, alat berat itu tak seharusnya ada di kawasan hutan. Itu bukan tupoksi dia,” ujar Harahap.

Lebih lanjut Rulis mengatakan, berhubung masalah kehutanan adalah bidang di komisinya, ia akan membawa masalah ini ke gedung dewan. Ia pun berjanji akan membawanya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).(rz/ss/lu)

Kata kunci terkait:
H khairul saleh hasibuan kadis labura, pasar labura, dinas pasar labura

Lihat Juga

Perppu Ormas Harus Dilihat Dari Prinsip Bernegara

Jakarta | suarasumut.com  –  Fraksi Partai NasDem menyatakan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang. “RUU ...