Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› TABRAK ANAK WARTAWAN, PENDETA TERANCAM 6 TAHUN PENJARA

TABRAK ANAK WARTAWAN, PENDETA TERANCAM 6 TAHUN PENJARA

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com – Tabrak anak wartawan hingga tewas, Ekarisman Lawolo, S.Th yang berprofesi sebagai pendeta terancam hukuman enam tahun penjara. Ekarisman Lawolo didakwa melanggar pasal 310 ayat 3 atau 4 akibat kelalaiannya menyebabkan korban Arif Rahman Zebua (13) warga Desa Siwalumbanua, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli tewas.

Pada sidang yang dipimpin Hakim Majelis Lucas Sahabat Duha, SH didampingi Hakim Sayed Fauzan, SH, MH dan Hakim Rinding Samabara, SH, di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Rabu (2/4/2014), terdakwa terkesan tidak menyesali perbuatannya.

Bahkan terdakwa menolak untuk melakukan perdamaian kepada keluarga korban dengan alas an sudah pernah mengajukan perdamaian dengan keluarga korban, namun ditolak.

Firman Zebua orang tua korban yang juga berprofesi sebagai wartawan surat kabar harian Berita Sore pada sidang membantah telah ditemui oleh keluarga terdakwa untuk meminta damai, bahkan Firman mengungkapkan jika hingga saat ini keluarga korban tidak pernah menemuinya apalagi memberikan bantuan atau uang duka atas kematian anaknya.

Pada persidangan, terungkap jika sebelum menabrak korban, terdakwa membawa sepeda motor secara ugal ugalan dengan kecepatan tinggi tanpa ada lampu penerangan, dan ironisnya menurut saksi Viktor Gea yang hadir pada persidangan, terdakwa usai menabrak korban sempat berupaya kabur, namun berhasil ditangkap oleh warga desa.
Sebelumnya, Firman juga mengharapkan agar terdakwa mendapat hukuman yang berat atas kelalaiannya yang menyebabkan anak laki lakinya yang masih duduk di bangku SMP tewas.
Terdakwa yang ditemui suarasumut.com usai sidang tidak mau berkomentar dan hanya mengatakan sedang banyak pikiran.( sp/ss/gs ).

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...