Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Soekirman : Perlu Kerjasama ASN Dalam Menjalankan Pengendalian Gratifikasi Agar Sergai Menjadi WBK

Soekirman : Perlu Kerjasama ASN Dalam Menjalankan Pengendalian Gratifikasi Agar Sergai Menjadi WBK

Sergai | suarasumut.com  –  Dengan diberlakukannya Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaporan dan Penetapan Status Gratifikasi dan dukungan Pemerintah. Bupati Sergai Ir.H.Soekirman buka sosialisasi Perbup Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi sekaligus Launching Unit Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemkab Sergai, Rabu (14/9) di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sei Rampah.

Turut menghadiri dalam acara penandatanganan fakta integritas tersebut, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala SKPD, pejabat Eselon III, serta Eselon IV lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai.

Dalam sambutannya, Bupati Soekirman menjelaskan mengenai perlunya dibangun sistem pengendalian gratifikasi sebagai solusi mendasar bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) maka Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemkab Sergai.

“Pengendalian gratifikasi merupakan perpaduan antara integritas pribadi, institusi, hubungan antar institusi dan suprastrukutur yang memayungi seluruh perangkat pengelolaan negara diharapkan dapat menciptakan tata kelola yang baik (Good Governance) di Kabupaten Sergai sehingga identitas daerah kita akan makin terlihat nyata,”jelasnya.

Untuk itu Bupati Sergai menghimbau kepada seluruh pejabat/pegawai Pemkab Sergai dilarang memberi/menerima hadiah atau suatu pemberian kepada siapa pun atau dari siapa pun juga yang berhubungan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya, serta wajib melaporkan setiap gratifikasi yang pernah atau telah diterimanya kepada KPK melalui UPG. “Dengan demikian perlu adanya kerjasama antar seluruh aparatur dilingkungan Pemkab Sergai untuk secara bersama-sama dapat menjalankan pengendalian gratifikasi dilingkungan kerja masing-masing agar Kabupaten Sergai bersih dan terbebas dari tindakan yang koruptif, kolutif dan nepotis,”pungkas Soekirman.

Sebelumnya Ketua Panitia Aminuddin, SE dalam laporannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan Sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman tentang pedoman pengendalian gratifikasi dilingkungan Pemkab Sergai. “Kegiatan sehari penuh ini dihadiri 85 peserta yang terdiri dari pejabat esselon II, III dan para auditor dari Inspektorat Pemkab Sergai,”jelas Aminuddin.(az/ss-sb)

Lihat Juga

Pembentukan Karakter Dan Pengenalan Budaya, Unimed Latih Anak Usia Dini

Medan | suarasumut.com  –  Pendidikan karakter dan pengenalan budaya merupakan hal yang mutlak yang diberikan ...