Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Soal Wakapolres Labuhanbatu Ancam Wartawan, Neta S Pane : “Segera Copot Wakapolres Labuhanbatu”

Soal Wakapolres Labuhanbatu Ancam Wartawan, Neta S Pane : “Segera Copot Wakapolres Labuhanbatu”

Rantauprapat, suarasumut.com – KETUA Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak pencopotan Wakapolres Labuhanbatu Kompol Sony Nugroho yang melakukan pengancaman dan intimidasi terhadap para insan pers dan LSM saat melakukan aksi pembentangan spanduk terkait maraknya narkoba di Labuhanbatu, Rabu (19/11) lalu.

“Segera pecat Wakapolres Labuhanbatu. Kapoldasu dan Kapolres Labuhanbatu segera rekomendasikan pemecatan nya,” tegas Neta.

Dia juga menjelaskan, aspirasi rakyat yang diwakili Jurnalis dan LSM itu bentuk kepedulian kepada masyarakat terkait maraknya peredaran sabu-sabu. Seharusnya pihak keamanan merespon baik aksi tersebut, bukan malah melakukan teror dan pengancaman. Untuk itu, dia mengaku telah melaporkan sikap arogan oknum Wakapolres Labuhanbatu itukepada Wakapolri.

“Sudah kita laporkan ke Wakapolri dan Kadiv Propam agar segera menindaklanjutinya. IPW mendesak agar yang bersangkutan (wakapolres-red) segera dicopot dari jabatannya,” ungkapnya.

Ketua Satuan Wartawan Polres Labuhanbatu Zulkifli SH juga mengecam keras kalimat-kalimat pengancaman yang dikeluarkan oknum Wakapolres Labuhanbatu tersebut.

Bahkan Zulkifli SH mengimbau kepada Kompol Sony Nugroro agar mempelajari kembali KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) yang selama ini menjadi acuan kinerja kepolisian. Karena katanya, tidak ada satu kalimatpun didalam KUHP yang memperbolehkan petugas kepolisian memijak-mijak (menginjak-injak, Red) wartawan ataupun tahanan.

“Kepada Wakapolres labuhanbatu diimbau supaya belajar lagi tentang isi kandungan KUHP. Karena didalam KUHP tidak ada satu kalimatpun yang memperbolehkan petugas kepolisian mijak-mijak tahanan, apalagi wartawan,” ucap Zulkifli ketika ditemui wartawan, Jumat (21/11/2014).

Katanya, sikap arogansi oknum Wakapolres tersebut tentunya sudah tidak lagi mencerminkan sikap eorang perwira polisi, melainkan sudah mencerminkan sikap seorang preman. “Makanya dia itu lebih bagus bergaul dijalanan/pasar dan sudah tidak layak lagi bergabung dijajaran perwira polisi yang professional,” ucap Zulkifli lagi.

Menurutnya, kearoganan yang dipertontonkan oknum Wakapolres tersebut dapat merusak citra dan mental semua prajurit polisi yang bertugas di Mapolres Labuhanbatu. “Padahal di zaman ini prajurit polisi berusaha terus memperbaiki citra dan kinerja agar dapat lebih profesional dan mandiri, akan tetapi semua harapan itu akan hancur oleh ulah Wakapolres yang arogan itu, sampai berani mengatakan akan pijak-pijak wartawan jika ada yang tertangkap,” tandasnya.

Seperti diberitakan, puluhan wartawan dan anggota LSM di Labuhanbatu, melakukan aksi membentangkan spanduk, Rabu (19/11). Adapun isi tulisan spanduk tersebut yakni “Kalau Mau Cari Sabu-Sabu Datang ke Labuhanbatu Gudangnya Narkoba”.Aksi bentang spanduk itu dimulai dari Jalan Jenderal Sudirman Rantauprapat. Para jurnalis membentangkan spanduk sambil berjalan kaki. Tepat di tugu simpang VI para jurnalis membentangkan spanduk di tembok tugu, sehingga mengundang perhatian para pengguna jalan yang melintas saat itu.

Tak hanya sampai disitu, para jurnalis melanjutkan aksinya berjalan ke depan Mapolres Labuhanbatu sambil tetap membentangkan spanduk tersebut. Setelah sampai di depan Mapolres, spanduk yang berukuran besar itu diikatkan pada tiang lampu yang berada di tepi Jalan di seberang halaman Polres.

Salah seorang wartawan, Zulkifli, SH, mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai simbol maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Labuhanbatu. Menurutnya, peredaran sabu-sabu di Labuhanbatu diduga kuat atas peran oknum Kasat Narkoba AKP Zulkarnain.

Kata dia, Kasat Narkoba telah berulang kali bermasalah dan terkait dengan sejumlah kasus narkoba diKabupaten Labuhanbatu, yang mencuat ke publik. Kasus tersebut diantaranya, penghilangan barang bukti ganja hasil tangkapan seberat 8 kg. Disinyalir, nama kasat narkoba juga terkait dengan tertangkapnya dua orang bandar narkoba dari Kabupaten Asahan, oleh Unit Intel Korem dan Kodim 0209/LB di Rantauprapat.

Dalam penangkapan itu, kedua tersangka diamankan bersama barang bukti 30 gram sabu-sabu dengan menggunakan sebuah mobil yang disebut-sebut merupakan mobil oknum Kasat Narkoba Labuhanbatu AKP Zulkarnain.“Aksi ini sebagai simbol bahwa narkoba marak di Labuhanbatu dan kita menduga itu terjadi atas peranan oknum Kasat narkoba. Indikasinya dia sering kali terkait dalam kasus-kasus narkoba seperti penghilangan barang bukti ganja dan mobil tertangkap dipakai bandar sabu saat akan mengedarkan sabu-sabu,” katanya.

Aksi tersebut mengundang reaksi dari Internal Polres Labuhanbatu, Kasi Propam Polres Labuhanbatu Ipda Sahrial meminta perwakilan pengunjukrasa untuk datang keruangannya guna berkomunikasi.Atas permintaan itu, pimpinan aksi didampingi sejumlah jurnalis yang turut melakukan aksi mendatangi ruang Kasi Propam. Namun ternyata sesampainya di ruanganya itu, mendadak Waka Polres Labuhanbatu Kompol Sony Nugroho datang, dan dengan arogan mengamuk di dalam ruangan tersebut kepada para wartawan. “Ngapain kamu bentangkan spanduk itu di depan Polres. Itu menghina Kapolres,” katanya.

Wakapolres dengan nada tinggi mengancam akan menjadikan wartawan sebagai target. “Kamu nanti kujadikan target,” katanya.Merespon itu, para jurnalis mencoba keluar dari ruangan Kasi Propam, dan meminta jika ingin dilakukan pemeriksaan, agar dipanggil melalui surat resmi. “Kita disini bukan mau dimarah-marahi. Kita bukan anggotanya. Kalau mau diperiksa panggil pakai surat resmi,” teriak sejumlah jurnalis sambil keluar dari ruangan Kasi Propam.

Tetapi itu tak membuat Waka Polres berhenti “kebakaran jenggot”. Kompol Sony Nugroho mengikuti para jurnalis sampai ke halaman Mapolres sambil mengeluarkan sejumlah ancaman. Diantaranya dia mengancam akan menangkap dan menganiaya wartawan.“Kalau wartawan ditangkap kupijak-pijak nanti di dalam,” katanya dengan nada tinggi.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar ...