Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Soal Oknum Polisi di Vonis 8 Bulan 17 Hari, Keluarga Terdakwa Disebut-sebut Jual Tanah Untuk Suap Hakim

Soal Oknum Polisi di Vonis 8 Bulan 17 Hari, Keluarga Terdakwa Disebut-sebut Jual Tanah Untuk Suap Hakim

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Menyoal perkara Narkotika jenis Sabu atas terdakwa Jhon Manalu (46) Warga Perumahan Griya puri manuggal ,Kelurahan Bakaran batu,Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu yang divonis Ketua Majelis Hakim M.Jazuri,SH.MH (foto) cs 8 Bulan 17 hari Senin (28/9), disebut-sebut harus menjual tanah untuk membuktikan Pasal 131 huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pada oknum majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

Terungkapnya hal itu,ketika sumber yang layak dipercaya menyebutkan Selasa (29/9) bahwa atas rigannya putusan yang diberikan majelis tersebut diduga karena menerima sejumlah pago-pago dari keluarga terdakwa.

“Logika sajalah dia oknum polisi kalau lama hukumannya akan dipecat. Hingga diduga untuk menjual tanahpun dilakukan agar putusan yang diberikan majelis lebih rigan dari tuntutan JPU,”kata Sumber sembari berpesan agar namanya jangan dipublikasikan.

Atas isu tersebut ketua majelis persidangan M.Jazuri,SH.MH melalui Humas PN Rantauprapat R.Aji Suryo,SH,MH membantah adanya isu suap yang melibatkan. “Nggak ada aku disuap soal perkara itu, soal jual tanah itu pun aku nggak tahu,”ucap Aji menirukan perkataan Jazuri.

Sebelumnya, amar putusan Jhon Manalu tampaknya menjadi kontroversi hangat. Karena, dari putusan yang diberikan Ketua Majelis Hakim M.Jazuri,SH.MH cs bertentangan apa yang menjadi pakta persidangan yang sebelumnya digelar, kalau saksi Yuli Malisa alias Yuli (Berkas terpisah) mengatakan Doi Hasibuan (Berkas Terpisah) dan Dolok (DPO) sering menggunakan sabu dirumah milik terdakwa Jhon Manalu. Namun dalam amar putusan yang diberikan majelis Hakim terbukti melanggar Pasal 131 huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menyatakan Jhon manalu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sengaja tidak melaporkan tindak pidana Narkotika.Menjatuhkan pidana penjara selama 8 bulan 17 hari.Menetapkan masa penagkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan.Memenrintahkan terdakwa untuk segera dikeluarkan dari penahanan,”kata Jazuri saat dipersidangan.

Dari rendahnya putusan yang diberikan majelis hakim dari tuntutan Jaksa penuntut Umum (JPU) Ulfa Budiarti,SH menuntut terdakwa 3 tahun penjara karena melanggar pasal 127 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan banding.Yang mana Jhon Manalu didakwa pasal 114 -112 127-131 tentang Narkotika. ”Kita pasti banding bang,”sebut Ulfa saat diwawancarai wartawan suarasumut.com diluar sidang.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...