Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Soal Dugaan Oknum Jaksa Minta ‘Upeti’, Ternyata Oknum Itu di Sebut-Sebut Anak Wakajati

Soal Dugaan Oknum Jaksa Minta ‘Upeti’, Ternyata Oknum Itu di Sebut-Sebut Anak Wakajati

Rantauprapat, suarasumut.com – Dugaan Oknum Jaksa nakal yaitu Naharruddin Rambe,SH yang meminta upeti terhadap keluwarga terdakwa Arman Efendi HSB (18), Warga Kota Pinag Kabupaten Labuhanbatu Selatan atas kasus narkoba jenis ganja sebanyak satu linting ternayata sioknum disebut –sebut anak Wakajati yang tugas disalah satu di Kejaksaan Indonesia.

Informasi itu dihimpun suarasumut.com ketika sumber yang tak ingin namanya dikorankan mengatakan, kalau oknum jaksa yang diduga meminta ‘Upeti’ itu diduga anak Wakajati.

“Ngeri juga pak nahar ini,sudah berulang kali melakukan hal yang sama,atas kasus yang berbeda,berani juga sibeliau itu. Tapi ialah pula kalau tidak salah aku ayahnya Wakajati yang bertugas disalah satu Repoblik ini,”beber sumber, Selasa (27/1) pada suarasumut.com.

Sementara Naharrudin Rambe saat dikonfirmasi atas hal itu, membantah kalau ia adalah anak Wakajati. ia menjelaskan kalau tuntutan yang diberikannya sudah sesuai prosedur. ”Uda sesuai prosedur itu dek,”katanya.

Disinggung, atas ocehan keluarga terdakwa bahwa oknum JPU meminta uang untuk meringankan tuntutan terdakwa dan disebut-sebut kalau beliau anak salah satu Wakajati?, hingga berita ini dikirimkan oknum nakal itu enggan untuk menjawabnya.

Diberitakan sebelumnya, Woy jaksa nakal (red-Naharrudin Rambe,SH) ,jangan karena kami tidak punya Rupiah (Uang) hingga kau tuntut keluarga saya begitu tinggi (7 Tahun), padahal barang bukti yang dua kilo saja kau tuntut 2 tahun,memang tak berhati nuranilah kau oknum Jaksa,”teriak Almaidah HSB di lingkungan PN Rantauprapat yang merupakan sepupu kandung terdakwa.

Dikatakannya, jika ia mempunyai rupiah untuk mengurus sepupunya itu, diyakininya kalau tuntutan dan vonis akan ringan. Tapi, karena ia bukan orang yang berada (Kaya), hingga tuntutan yang diberikan JPU terlalu tinggi.

“Sekitar tiga minggu yang lalu, dipengadilan negeri ini si NR itu meminta uang samaku, dia bilang uruslah sepupu kakak ini,biar ringan tuntutannya, tapi jagan lupa rupiahnya. Tapi karena uang kami tidak ada, hingga aku tidak urus dia.

Parahnya lagi, meski kami tidak ingin urus Arman, ia mendesak kembali dengan menyampaikan kembali bahasa yang sama terhadap Arman.Tapi karena kami orang miskin, kami tidak bisa urus dia,”beber Almaidah pada suarasumut.com.

Menurutnya, jika adanya rupiah terhadap pengurusan arman, tuntutan yang diberikan jaksa diduga pasti akan diringankan.”Ada tau ku dengan barang bukti 2 samapi 9 kilogram ganja hanya dituntut 2 tahun,masak sepupuku yang satu linting ganja saja dituntut 7 tahun, ada apa semua ini ?. Mananya keadilan ini sekarang?,”ungkap Almaidah.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Potensi Pasar Kentang Goreng Indonesia, Belgia Lirik Indonesia Sebagai Pasar Ekspor Utama Di Asia Tenggara

Jakarta | suarasumut.com – Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun ...