Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Citizen Journalism ›› Siti Fatimah, SH Melapor Ke Pimpinan Kompolnas

Siti Fatimah, SH Melapor Ke Pimpinan Kompolnas

Hal : “Pencuri Minyak Melapor Ke Polair Pondok Dayung Karena Merasa Ditipu”

Kepada Yth :
Pimpinan Kompolnas
Bapak Djoko Suyanto
di Jakarta

Dengan Hormat,
Nama : Siti Fatimah, SH
Alamat : Perumahan Palem Indah Blok L No.10 RT004/RW014
Kelurahan Pondok, Kelapa Kecamatan, Duren Sawit
Jakarta Timur 13450
KTP No. : 31750775760010
HP No. : 0818 99 09 09

Bersama ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang terjadi atas diri suami saya yang bernama Djoko Koestrijono yang saat ini ada dalam tahanan Ditpolair Pondok Dayung sejak tanggal 28 Januari 2014 dengan surat penangkapan (copy terlampir) dan disangkakan sebagai tindak pidana penipuan.

I. KRONOLOGI

1. Djoko Koestrijono selaku Dirut PT. RAIH CITA (PT. RATA), yang berkantor di Komplek Ruko Medical Blok A No.1 Pondok Kelapa Jakarta Timur.

2. Andi Mustofa, Anggota Marinir yang menawarkan minyak solar industri dari PT. GUNUNG JATI MAKMUR (PT. GJM) dengan pembayaran 30% setelah minyak tercurah (pumping), dan 70% dengan cek 10 hari kerja dengan harga Rp.8700,-/liter (delapan ribu tujuh ratus rupiah) dengan dokumen Received Bunker (RB), maka pada tanggal 29 Agustus 2013 PT. RATA menerbitkan Purchase order (PO) ke PT.GJM melalui Andi Mustofa (copy terlampir).

3. Januardi Turnip, yang mengaku Direktur Marketing PT.GJM merevisi harga dari Rp.8700,-/liter menjadi Rp.8500,-/liter, dan meminta agar PO selanjutnya dikirimkan langsung melalui Januardi Turnip baik PO asli maupun melalui email pribadi Januardi Turnip.

4. Pada tanggal 30 Agustus 2013 dimulailah pengiriman pertama dengan volume 80kl yang dilakukan tanpa dokumen Received Bunker termaksud didalam PO. Pada saat itu PT. RATA melakukan teguran keras pada PT.GJM melalui Andi Mustofa dan Januardi Turnip. Jawaban 2 orang tersebut nanti akan dikirimkan.

5. Sampai pada pengiriman ke-5 minyak terkirim tetap tanpa disertai dokumen RB. PT. RATA kembali melakukan teguran, kali ini lebih keras kepada Andi Mustofa dan Januardi Turnip, agar memberikan dokumen legalitas PT.GJM, dokumen minyak (RB) serta Rekening Perusahaan, karena selama ini pembayaran dilakukan oleh PT. RATA ke PT.GJM melalui rekening pribadi Erianto Hutasoit yang mengaku sebagai direktur keuangan PT.GJM, dan ini dilakukan atas permintaan Januardi Turnip. Jika pembayaran dilakukan dengan tunai selalu diterima oleh Januardi Turnip, jika pembayaran dilakukan melalui transfer, baik transfer manual, transfer mobile banking, melalui ATM, ataupun melalui cek, selalu masuk ke rekening pribadi ERIANTO HUTASOIT di rekening BCA dengan No.Rek 2211231949, hingga mencapai pengiriman ke-9 dengan jumlah volume total 220 kl dan total pembayaran yang sudah dilakukan PT. RATA adalah sebesar Rp.1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah), sisa yang belum dibayarkan oleh kami (PT. RATA) adalah sebesar Rp.706.000.000,- (tujuh ratus enam juta rupiah). PT GJM tetap tidak menyerahkan dokumen minyak (RB), dan selang beberapa hari kemudian barulah Januardi Turnip mengirimkan 5 (lima) Received Bunker hanya dari SPOB Amanda ke kapal ikan yang diisi, 4 kiriman terdahulu tanpa dokumen sama sekali dan 5 Received Bunker yang diemailkan setelah kami cek adalah palsu.

6. Januardi Turnip hanya sibuk menagih sisa pembayaran dengan melakukan tekanan debt collector yang sama sekali tidak manusiawi, dan membuat suami saya merasa terancam jiwanya maka suami saya meninggalkan rumah, saat itu anak saya ada dirumah sakit Mitra Keluarga Bekasi sedang dirawat inap selama 2 minggu dan saya dalam keadaan hamil tua.

7. Pada tanggal 12 Oktober 2013 suami saya pulang kerumah karena menunggu kepulangan anak saya dari rumah sakit, baru saja turun dari taxi dan anak saya digendong suami saya dengan tiba-tiba ada 4 orang anggota Polair Pondok Dayung yang dipimpin Kompol Toyib mengepung hendak menangkap suami saya. Maka mereka saya persilahkan masuk dan saya meminta surat penangkapannya. Karena berkas surat penangkapan tidak jelas dan hanya satu lembar dan tidak ada yang ditinggal untuk keluarga bahkan saya fotocopy pun tidak diperbolehkan dan tidak diberikan, maka saya menelpon pengacara suami saya dan terjadilah negosiasi dengan disaksikan kepala keamanan komplek perumahan dengan keputusan suami saya batal ditangkap.

8. Pada tanggal 13 Oktober 2013 Ditpolair mengirimkan surat panggilan pertama untuk menghadap tanggal 14 Oktober 2013, suami saya tidak dapat meghadiri dikarenakan sedang menunggu anak saya yang sedang dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi, begitupun dengan panggilan kedua, sampai akhirnya suami saya meninggalkan rumah karena merasa tidak tenang. Tanggal 1 November 2013 saya melahirkan anak ke 3 saya di rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi dan itupun saya dikepung polisi polair dan kemanapun saya pergi selalu dikuntit polisi polair.

9. Tanggal 28 Januari 2014 pada jam 21.30 WIB suami saya ditangkap dan ditahan sampai sekarang dengan tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan (copy surat penangkapan terlampir).

II. FAKTA-FAKTA

1. PT. Gunung Jati Makmur (PT. GJM) adalah PT yang dicatut namanya oleh Januardi Turnip, maka Januardi Turnip tidak pernah mengirimkan legalitas perusahaan, Rekening Perusahaan, dan Dokumen Minyak atau Received Bunker, dan PT.GJM adalah Perusahaan yang pernah ditangkap oleh Gakkum Polair Pondok Dayung pada Agustus 2012 (copy berita terlampir). Apa hubungan Januardi Turnip dengan Polair Pondok Dayung?

2. Januardi Turnip dan Andi Mustofa bekerjasama mencatut nama PT.GJM melakukan penipuan terhadap PT. RAIH CITA yang membeli minyak berdokumen namun yang mereka berikan adalah minyak tanpa dokumen sama sekali (BM) dengan volume 220 kl senilai Rp.1.906.000.000,- dan PT. RAIH CITA sudah membayar dengan total pembayaran RP.1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah) (copy bukti pembayaran terlampir), dan sisa pembayaran sebesar Rp.706.000.000,-.

3. Ada 3 lembar cek BNI yang ditunjukkan penyidik kepada suami saya dan suami saya telah menunjukkan bukti transfer pengganti cek tersebut, namun penyidik mengabaikan hal tersebut. Pada saat suami saya diperiksa oleh penyidik suami saya sempat menanyakan darimana asal minyak PT.GJM, penyidik menjawab bahwa minyak yang dibawa oleh SPOB Amanda berasal dari “LAUT”.

4. Penyidik dengan sengaja dan sangat piawai mengenyampingkan legalitas PT. GJM dan legalitas minyak yang menjadi objek transaksi antara PT.RAIH CITA dan Januardi Turnip atas nama PT.GJM.

5. Januardi Turnip atas nama PT.GJM melakukan pengisian ke Muara Baru sebanyak 9 kali yang memakan waktu sekitar 15 hari dengan membawa minyak ilegal dengan leluasa tanpa hambatan, padahal kapal patroli Polair bukan hanya satu namun tak satupun kapal patroli dimaksud menyentuh SPOB Amanda milik PT.GJM. Siapakah JANUARDI TURNIP dan PT.GJM tersebut? Apa hubungannya dengan Polair Pondok Dayung?

6. Seharusnya SPOB Amanda melengkapi kewajibannya sebagai penjual dengan dokumen sbb:
– SIB (Surat ijin Bergerak)
– Received Bunker dari Bunker, dari mana asal minyak yang diambil oleh SPOB Amanda
– Bill of Loading sebagai bukti Kepemilikan minyak Januardi Turnip / PT.GJM.
– Dan SPOB Amanda menerbitkan Received for Bunker ke kapal-kapal ikan yang diisi.

– Semua dokumen dimaksud harus disertakan setelah minyak tercurah / pumping seketika bukan ada jeda waktu dan selalu dibawa dalam hal pengangkutan minyak dilaut.

7. Permasalahan hutang piutang antara PT.RAIH CITA dan Januardi Turnip telah dipelintir oleh penyidik Polair Pondok Dayung menjadi kasus Tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan tanpa menghadirkan PENADAH, PEMBANTU dan SARANA ANGKUT.

8. Polair Pondok Dayung telah berubah fungsi dari menjaga asset Negara dilaut berubah menjadi pelindung pencuri minyak dan pencurian minyak berlangsung.

9. Pernah saya menemui Dirpolair karena saat itu saya hendak mengajukan penangguhan penahanan terhadap suami saya, saat itu beliau berada dipinggir laut dan saya berharap dapat berbicara dengan baik tetapi begitu saya baru saja memperkenalkan diri, dengan sangat arogan DIREKTUR Polair berucap bahwa PT.GJM adalah orang kuat dan sangat banyak duitnya nanti kepala saya bisa dijitak-jitak dari atas.

III. KESIMPULAN dan SARAN
Dengan rangkaian peristiwa yang dialami suami saya semoga para penegak hukum masih mempunyai pemimpin pemegang komando yang masih punya hati nurani dan cerdas dalam melihat dan mempelajari secara Proporsional dan Profesional dan tidak menjadikan uang sebagai tolak ukur.

IV. PENUTUP
Demikianlah surat saya untuk dijadikan bahan pertimbangan dan bahan kroscek adanya kebenaran material apa sebenarnya yang sedang terjadi, yang mengakibatkan ke 3 anak saya menjadi terlantar karena suami saya sebagai pelindung keluarga dan pencari nafkah dijadikan “TUMBAL KOORDINASI” dan yang miskin karena tak mampu membeli “KUNCI 86” untuk membuka gembok tahanan Polair Pondok Dayung.

Tak lupa saya sampaikan terimakasih atas segala perhatian dan waktunya.
Maaf dan Terimakasih.

Jakarta,14 Februari 2014
Hormat saya,

Siti Fatimah,SH

Lampiran :
1. Copy Legalitas Perusahaan PT.RAIH CITA
2. Copy Surat Penangkapan dari DITPOLAIR
3. Copy Surat Perpanjangan Penahanan dari KAJATI
4. Copy PO PT. RAIH CITA ke PT.GJM
5. Copy Surat Tagihan PT. GJM ke PT.RAIH CITA
6. Copy Bukti Pembayaran PT.RAIH CITA Ke PT.GJM
7. Copy Berita Tentang PT.GJM
8. Copy RECEIVED FOR BUNKER PT.GJM (PALSU)

Tembusan :
1. Yth Bapak Susilo Bambang Yudoyono, Presiden R.I c/q Sekretariat Negara
2. Yth Bapak Amir Syamsudin, Kementrian Hukum dan Ham
3. Yth Bapak Marzuki Ali, Ketua DPR RI c/q Komisi VII
4. Yth Bapak Jendral (Pol) Sutarman, Kapolri c/q Direktorat Propam
5. Yth Bapak Basrief Arief, Kajagung c/q Kasi Pidana Umum
6. Yth Bapak M.Adi Toegarisman, Kajati DKI
7. Yth Bp.Surya Paloh, Ketua Partai NASDEM
8. Yth Muhaimin Iskandar, Ketua Partai PKB
9. Yth Bapak Anis Matta, Ketua Partai PKS
10. Yth Ibu Megawati Soekarno Putri, Ketua Partai PDIP
11. Yth Bapak. Aburizal Bakri, Ketua Partai GOLKAR
12. Yth Bapak Prof. DR. Suhardi, Ketua Partai GERINDRA
13. Yth Bapak Susilo Bambang Yudoyono, Ketua Partai DEMOKRAT
14. Yth Bapak Hatta Rajasa, Partai Amanat Nasional
15. Yth Bapak Surya Darma Ali, Ketua Partai PPP
16. Yth Bapak H.Wiranto, Ketua Partai HANURA
17. Yth Dewan Redaksi TV ONE
18. Yth Dewan Redaksi METRO TV
19. Yth Dewan Redaksi SCTV
20. Yth Dewan Redaksi INDOSIAR
21. Yth Dewan Redaksi KOMPAS
22. Yth Dewan Redaksi TEMPO
23. Yth Dewan Redaksi MEDIA INDONESIA
24. Yth Dewan Redaksi TRANS TV

Note : Surat ini diterbitkan/di Publikasikan  atas permintaan Ibu Siti Fatimah,SH untuk menuntut keadilan terhadap Para Penegak Hukum, Ibu Siti berharap agar Hukum di tegakkan seadil adilnya terkait adanya kejanggalan terhadap penahanan suaminya.

Kata kunci terkait:
Pt raih cita, djoko koestrijono

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...