Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Citizen Journalism ›› Sikap Politik PEMBEBASAN: Mari Membela Rakyat Palestina

Sikap Politik PEMBEBASAN: Mari Membela Rakyat Palestina

Oleh, Amel Berle (Fenty H Manurung)

Di Palestina, musuh kita bukan zionisme, tapi imperialisme.

Jangan memperhadapkan antara Islam vs Zionisme-Yahudi, karena hanya akan menyempitkan pandangan dan akan gagal memahami akar konflik horizontal di timur tengah. Di Timur tengah, bukan perangnya Islam vs zionisme-yahudi. Karena, tidak semua Yahudi berideologi zionis. Teori tersebut mendapatkan lapangan materialnya pada kenyataan bahwa sepanjang tahun 2001-2002, puluhan ribu buruh Israel menyatakan menolak invasi Israel (yg didukung AS dan Inggris) terhadap rakyat Palestina. Juga, ribuan warga Yahudi yg berada di AS berdemonstrasi tegas menolak serangan militer Israel (yg didukung AS dan Inggris) ke Palestina.

Dalam sejarahnya, Theodor Hertzl (konseptor pendirian Israel) sama sekali tidak pernah menolak gagasan rasialisme-kapitalisme. Kemudian hingga eksisnya Israel sebagai sebuah negara, kemapanannya makin dilegitimasi oleh kepentingan imperialisme (terutama AS dan Inggris) agar dominasinya semakin mapan di Timur Tengah. Dukungan (kontrol) penuh imperialisme tersebut hadir di Israel guna mengambil seluruh Timur Tengah. Dukungan imperialis kepada Israel tentu juga dukungan dalam bentuk miliaran dolar. Sejak tahun 1946 hingga 1996, Amerika menggelontorkan 62.5 miliar dolar kepada Israel, jika dihitung2, nominal tersebut jauh melebihi bantuan Amerika terhadap Karibia dan Afrika (aljazeera.com). Hasilnya, lebih dari 50 persen ladang minyak di seluruh Timur Tengah jatuh di genggaman Amerika, di luar 50 persennya dijarah oleh Inggris dan Prancis.

Sehingga, “Selamatkan Palestina” adalah:

Konsolidasi internasional (solidaritas) harus digalang dalam lingkaran demokratik guna melawan kekuatan imperialisme dan menghadang perang yg digelorakan Amerika. Jadi, musuhnya bukan terhadap Yahudi, namun kekuatan imperialisme Amerika dan sekutunya. Sebab, konflik Palestina (juga timur tengah) bukan konfliknya umat Islam saja, namun merupakan konflik yg berpangkal dari dominasi imperialisme atas sumber energi (utamanya minyak) dunia.

Salam Internasionale.

PEMBEBASAN (PUSAT PERJUANGAN MAHASISWA UNTUK PEMBEBASAN NASIONAL)

Lihat Juga

MUI Dan Polisi Berperan Sebagai Pemersatu Bangsa

Padangsidimpuan | suarasumut.com – Peran serta ulama dan instansi kepolisian menjadi modal utama untuk menyatukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.