Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Sidang Gugatan CV.Karya Sendoro Terhadap Bupati Nias Digelar 10 Desember

Sidang Gugatan CV.Karya Sendoro Terhadap Bupati Nias Digelar 10 Desember

Nias | suarasumut.com — Sidang gugatan direktur CV.Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua, SH terhadap Bupati Nias Drs.Sokhiatulo, MM kembali digelar di Pengadilan Negeri Gunungsitoli pada tanggal 10 Desember 2015.

Sebelumnya Direktur CV.Karya Sendoro telah menggugat Bupati Nias di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, dan setelah menjalani proses persidangan, gugatan CV.Karya Sendoro diputuskan Niet Onvakelik Verkalarad (NO) oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang dipimpin Ketua PN Gunungsitoli Khamozaro Waruwu, SH, MH.
Sidang gugatan terhadap Bupati Nias diketahui dari surat undangan sidang terhadap direktur CV.Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua, SH, Mh yang dberhasil dimiliki wartawan. Dimana direktur CV.Karya Sendoro telah meregister ulang gugatannya di Pengadilan Negeri Gunungsitoli dengan nomor Perkara : 39/PDT/G/2015/PN-GST Tanggal 9 Nopember 2015 .

Namun, pada gugatan kedua CV.Karya Sendoro di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Majelis Hakim yang sebelumnya dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Khamozaro Waruwu, SH, MH didampingi Hakim Rinding Sembara, SH dan Kennedy P Sitepu, SH, MH menruut informasi telah diganti.

Direktur CV.Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua, SH yang ditemui wartawan di Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Kamis (3/12), membenarkan jika dia telah mengajukan gugatan kembali terhadap Bupati Nias di Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

“Benar, kita sudah mengajukan kembali gugatan terhadap Bupati Nias di Pengadilan Negeri Gunungsitoli dan sesuai panggilan kepada kita, sidang perdana digelar tanggal 10 Desember 2015. Kita kembali mengajukan gugatan, karena sebelumnya kita diputuskan NO oleh Hakim, dan gugatan kedua ini, kita tidak lagi menuntut untuk melaksanakan pekerjaan, tetapi menuntut ganti rugi material dan inmaterial sebesar Rp 8 milliar,” terangnya kepada wartawan.

Dia juga menuturkan, kasus tersebut disidangkan beberapa bulan yang lalu di PN Gunungsitoli dengan register perkara nomor : 07/PDT/G/2015/PN-GST. Pada putusan sela tanggal 24 Juni 2015 atas Eksepsi Bupati Nias dimenangkan oleh CV. Karya Sendoro.

Setelah pemeriksaan pokok perkara dan pembuktian, tanggal 17 September 2015 Majelis Hakim memutuskan gugatannya cacat formil dengan alasan surat sugatan gugatannya yang mencatumkan pihak tergugat intervensi tidak lazim digunakan dalam pratek perdata, tetapi seharusnya adalah pihak turut tergugat. Sehingga Majelis Hakim memutuskan gugatannya NO.

Berharap Agenda Sidang Bukan Desain Kepentingan Politik

Kepada wartawan, Sonitehe mengatakan, dia berharap agenda persidangan yang dijadwalkan tanggal 10 Desember 2015 atau setelah pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias tidak merupakan desain kepentingan politis. Dia menyatakan hal tersebut, karena sesuai jadwal sidang terdahulu, rentang waktu registrasi gugatan dengan pelaksanaan sidang tidak berlangsung lama.

Sonitehe juga meminta Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Khamozaro Waruwu,SH,MH selaku Ketua Majelis sebelumnya, dapat konsisten dalam hal menyidangkan perkara gugatannya. Menurut dia, fakta hukum pada sidang pembuktian dan pemeriksaan saksi dari Bupati Nias sebelumnya , telah menemukan dugaan rekayasa pembatalan kemenangan CV. Karya Sendoro sebagai pemenang pada pengadaan Alkes di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli tahun 2012 dengan pagu dana Rp 15 milliar.

Sanggahan awal dan sanggahan banding berbeda subtansinya, tetapi diterima Bupati Nias, serta menjadikannya sebagai dasar pembatalan perusahaanya sebagai pemenang tender. Penyanggah juga diketahui sebagai pelaku kejahatan koorporasi pengadaan alkes diseluruh daerah penerima dana BDB Propinsi Sumatera Utara TA 2012, dan telah terungkap di Pengadilan Tipikor Negeri Medan.

“Kalau kita buka semua rekaman persidangan sebelumnya, permasalahan dalam kasus gugatan saya sudah terang. Saya berharap, jangan sampai unsur pidana yang ditemukan KPK pada kasus Alkes sedang dikembangkan, sengketa perdata di Pengadilan Negeri Gunungsitoli justru hanya berputar putar mempersoalkan formil dan istilah kata kata dalam surat gugatan yang seharusnya tidak menjadi subtansi,” ujar Sonitehe.

Untuk diketahui, CV. Karya Sendoro menggugat Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli,MM dan Direktur RSUD Gunungsitoli, karena perusahannya yang telah ditetapkan sebagai pemenang proyek pengadaan Alkes di RSUD Gunungsitoli tahun 2012 dibatalkan. Dia sebelumnya telah diumumkan sebagai pemenang tender dengan nilai tawaran terendah Rp 12,2 milliar dari Rp 15 milliar pagu dana, tetapi dibatalkan atas gugatan perusahaan yang kalah PT.Winatindo Bratasena.(ih/ss/ni)

Kata kunci terkait:
kantor bupati gunung sitoli

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...