Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Sergai Peringati Hari Otda Ke-XIX

Sergai Peringati Hari Otda Ke-XIX

 

*Tumbuhkan Kemandirian Penyelenggaraan Pemerintah yang Aspiratif, Transparan dan Akuntabel*

 

Sergai, suarasumut – Otonomi Daerah (Otda) adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu pemberian otonomi yang seluas-luasnya kepada daerah harus dimaknai sebagai kesempatan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peran aktif seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Demikian amanat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang dibacakan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman pada upacara peringatan hari Otda ke-XIX di Aula Sultan Serdang komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, yang dihadiri Sekdakab Drs. H. Haris Fadillah M.Si dan seluruh Pejabat Eselon II, III dan IV, Senin pagi (27/4).

Dikemukakan oleh Mendagri bahwa kebijakan Otda kedepan menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan. Ditengah-tengah kemajemukan di tingkat lokal, regional dan nasional, Otda dituntut untuk menumbuhkan kemandirian penyelenggaraan tata kelola Pemerintah Daerah (Pemda) yang aspiratif, transparan dan akuntabel.

Otda juga dituntut pula untuk mengharmoniskan pemanfaatan sebagai sumber daya lokal dan kearifan daerah yang merefleksikan perlunya kesiapan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama bagi generasi muda yang pada 15-20 tahun mendatang menghadapi bonus demografi. Otda juga ditantang untuk dapat mengelola daerah-daerah otonom baru baik Provinsi, Kabupaten dan Kota, jelas Mendagri.

Dalam amanatnya Mendagri Tjahjo Kumolo menyampaikan sekaligus menegaskan bahwa Visi Misi Nawa Cita Presiden RI yaitu membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya. Diselaraskan dengan tema hari Otda XIX tahun 2015, dapat ditemukenali berbagai faktor yang perlu mendapat perhatian Pemda dalam upaya memperkuat kebijakan Otda diantaranya, pertama pelaksanakan Otda memerlukan eksistensi kelembagaan daerah yang diisi oleh SDM aparatur profesional.

Selanjutnya kedua, kualitas pelaksanaan Otda memerlukan pengembangan kapasitas daerah baik dalam hal regulasi, sistem dan sumber-sumber pendanaan di daerah, ketiga, keberagaman masyarakat merupakan suatu fakta yang menjadi acuan para pendiri bangsa. Selanjutnya Otda mendorong munculnya para pemimpin daerah yang kapabel dan akseptabel melalui pemilihan Kepala Daerah secara langsung, papar Mendagri.

Usai membacakan amanat Mendagri Tjahjo Kumolo, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman menambahkan sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota .Undang-Undang tersebut akhirnya disahkan dan diundangkan pada tanggal 18 maret 2015 lalu.

Kaitannya dengan UU tersebut di atas, apabila seseorang telah terpilih menjadi pemimpin daerah baik Gubernur, Bupati maupun Walikota dalam menjalankan tupoksi penyelenggaraan yang mencakup pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan birokrasinya dituntut untuk mengimplementasikan sistem birokrasi yang kreatif, inovatif demi kemajuan daerah, pungkas Bupati Soekirman.(pu/ss/sbg)

Lihat Juga

Ket. Photo: Partai Nasdem Toba Samosir Jubel Tambunan didampingi Tonny Simanjuntak, Jojor Napitupulu dan rombongan 40 orang pengurus memasuki kantor KPU untuk mengajukan pendaftaran bacaleg, (maria)

KPU Tobasa Terima Pendaftar Pertama Partai Nasdem

Balige | suarasumut.com  –  Komisi Pemilihan Umum(KPU)Toba Samosir(Tobasa) terima pendaftar pertama calon legislatif dari Partai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *