Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Sergai Gelar Upacara Melasti Menyambut Hari Raya Nyepi

Sergai Gelar Upacara Melasti Menyambut Hari Raya Nyepi

Sergai, suarasumut.com – Ratusan umat Hindu di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menggelar Upacara Melasti dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1936 yang dipusatkan di kawasan wisata Pantai Pondok Permai Kecamatan Pantai Cermin, Minggu kemarin Upacara yang dipimpin langsung oleh Mangku Wayan Sukantra bertujuan untuk pembersihan buana agung (alam semesta) dan buana alit (alam semesta).

Hari Raya Nyepi yang diperingati umat Hindu seluruh Indonesia akan dirayakan selama 24 jam dari matahari terbit (pukul 06.00 WIB) hingga matahari keesokan harinya. Perayaan Nyepi mengandung makna yang sangat mendalam dan mulia, dimana keseluruhan rangkaian kegiatannya merupakan dialog spiritual agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis sehingga ketenangan dan kedamaian hidup bisa terwujud.

Untuk mengikuti ritual itu, umat membawa Joli Jempana yang merupakan simbol Betara (dewa-dewi) yang bersemayam dalam pura masing-masing. Itu merupakan tanda bahwa Betara juga diajak untuk hadir dalam upacara Melasti itu. Diawali dengan percikan Tirta Panglukat ( pembersihan ) saat memasuki area sembahyang Sedangkan Joli Jempana harus disentuhkan dengan air laut terlebih dahulu sebelum diletakkan dipanggung depan tempat sembahyang. Dalam sembahyang itu, pandita atau mangku memohon Tirta Amerta Suci kepada Sang Hyang Widhi sebagai simbol anugerah bagi umat Hindu.

Acara yang digelar setiap tahun ini turut dihadiri pada acara tersebut Wabup Sergai Syahrianto SH, perwakilan Unsur FKPD, perwakilan Kakan Kemenag, Muspika Pantai Cermin, Pembina Umat Hindu Sumut IGK Sastrawan Mangku Wayan Sukantra, Ketua Suka Duka Dirgayusa IGM Pastika MHA, perwakilan PHDI Kota Medan, perwakilan Paradah Kota Medan, perwakilan Bimas Hindu Kementrian Agama Provinsi Sumut, rombongan Dosen dan Mahasiswa Fakultas Antropologi USU Medan, umat Hindu berasal dari Kabupaten Deli Serdang dan Labuhan Batu Utara serta masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Sergai Syahrianto SH menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah menyambut gembira dan memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan upacara Melasti ini. Kabupaten ini merupakan daerah yang mempunyai masyarakat yang heterogen yang berbeda suku, budaya dan agama. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bukti tingginya kerukunan hidup antar umat beragama dan selalu terjaganya kekondusifan daerah ini.

Selanjutnya Wabup Syahrianto atas nama Pemerintah Daerah mengajak kepada seluruh umat Hindu khususnya dan masyarakat luas pada umumnya sesuai dengan Tema Perayaan Nyepi tahun ini yaitu “”Dengan melaksanakan Dharma Negara Kita Wujudkan Harmoni Nusantara” agar dapat berperan aktif dalam mensukseskan penyelenggaraan Pemilihan Umum ( Pemilu ) pada tanggal 9 April 2014 mendatang. “Silahkan berbeda pilihan, namun tetap satu tujuan yaitu mensukseskan pembangunan di Negara Kesatuan Republik Indonesia khususunya Kabupaten Sergai ini. Peran aktif kita semua dalam penyelenggaraan Pemilu ini merupakan wujud dari Dharma Bhakti kita kepada negara” ucap Syahrianto.

Diakhir sambutannya Syahrianto berharap dengan pelaksanaan Upacara Melasti di Pantai Cermin ini dapat dilaksanakan pada tahun mendatang karena dengan diadakannya berbagai kegiatan akan menambah daya tarik bagi wisatawan agar lebih banyak berkunjung dan melihat potensi objek pariwisata di Tanah Bertuah Negeri Beradat ini.

Sebelumnya IGM Pastika MHA sebagai Ketua Suka Duka Dirgayusa menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungannya sehinga terlaksananya kegiatan Melasti ini dengan baik dan lancar. Hampir setiap tahun umat Hindu melaksanakan upacara Melasti di Pantai Cermin yang indah dan cantik ini, namun upacara Melasti pada hari ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena disaksikan oleh Wabup Sergai, unsur FKPD dan Muspika serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sergai. Dengan diadakannya upacara ini diharapkan umat manusia dapat menjalani hidup ini dengan tenang, tentram dan bahagia, pungkas Pastika.

Kegiatan dirangkaikan dengan prosesi pemakaian pakaian adat Bali sebagai simbol penghormatan, kebersamaan dan kekerabatan terhadap tamu kepada Wabup Syahrianto SH oleh Pembina Umat Hindu Sumut IGK Sastrawan.( pu/ss/srg )

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...