Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Serahkan Surat Kepada Pos TNI AL & Airud, Nelayan Kualuh Leidong Minta Pukat Trawls Dihentikan

Serahkan Surat Kepada Pos TNI AL & Airud, Nelayan Kualuh Leidong Minta Pukat Trawls Dihentikan

Labura, suarasumut.com – Maraknya kapal penangkapan ikan pukat tarek dua (trawls) di wilayah Kuala Pantai Jatuhan Golok dan Pantai Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara membuat gerah para nelayan tradisional.

Akibat beroperasinya penangkapan ikan pukat tarek dua (trawls), hasil tangkapan ikan para nelayan kecil kian hari semakin berkurang, namun sangat disesalkan tidak adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum serta dinas terkait.

Selain itu, nelayan juga pernah menegur kapal pukat tarik dua (trawls), agar tidak melakukan penangkapan ikan diwilayah tangkap para nelayan kecil (tradisional.red), namun hal itu tidak pernah diindahkan. Seakan-akan mereka tidak mempedulikan ucapan para nelayan itu. “Bahkan mereka tidak segan-segan mengeluarkan senjata tajam jenis samurai, agar kami nelayan kecil tidak mendekat serta melarang mereka melakukan penangkapan dipinggir pantai Kuala Jatuhan Golok dan Pantai Simandulang,”terang Samosir kepada jurnalis suara sumut.com.

Merasa resah akibat beroperasinya Pukat Tarek Dua (Trawls), nelayan kecil (Tradisional.red) Pintu Air Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara melalui kuasa hukum Safrin Ritonga,SH,MH melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum Komandan KAMLA Tanjung Leidong serta Komandan Pos Airud Tanjung Leidong, dengan menyerahkan surat permohonan agar di hentikanya segala aktivitas penangkapan dengan menggunakan pukat tarik dua (Trawls) yang beroperasi di perairan Pantai Tanjung leidong, perairan Pantai Simandulang, yang semakin hari kian mengganas.

Selain penghentian aktivitas penangkapan tersebut, nelayan juga memohon kepada aparat yang berwenang di perairan Kecamatan Kualuh Leidong Labura harus rutin melakukan patrol. “Sebab banyaknya kapal pukat tarik yang beroperasi di perairan bibir pantai yang terlalu ke pinggir dan membuat resahnya nelayan penjaring yang menggatungkan hidupnya di daerah tersebut, “kata Safrin baru baru ini.

Safrin Ritonga,SH,MH, yang mendampingi nelayan menjelaskan, surat permohonan ini kita berikan kepada pihak penegak hukum seperti TNI AL dan Pol Air yang ada di wilayah Kecamatan Kualuh Leidong agar meminta perlindungan hukum supaya peraturan Menteri Perikanan No.05/MEN/2012 yang melarang pukat yang di tarik atau di hela oleh dua kapal harus di hapuskan di perairan WPP-NRI 571. “Karena sifat alat tangkap ini bisa merusak ekosistem yang ada di laut, jelas Safrin.

Zulkifli (38) salah satu kelompok yang tergabung didalamnya, kepada kru suara sumut.com, mengungkapkan peristiwa ini selalu dialami mereka saat mencari ikan di laut. ”Gimalah kami tidak melakukan hal seperti ini kerna kami selalu diganggu oleh pukat tari gandeng (Trawls) sebab mereka selalu menangkap di dekat kami dan sampai sampai kami tidak mendapat ikan. Selain itu mereka selalu mengkap ikan di pinggir pantai dan merusak jaring nelayan yang sedang berlabuh, itu pun mereka tidak sadar tetang kesalahnya,”ungkap Zul dengan kesal.

Pantauan suarasumut.com, pihak nelayan didampinngi pangacaranya langsung menyerahkan surat agar dihentikannya pukat tarik dua, kepada POS KAMLA TNI AL dan POS POL AIR Tanjung Leidong. Serta diterima oleh dan Pos Kamla TNI AL Peltu.Parjono dan Pol Air Brigadir Aseb Nuzrul.(hs/ss/lu)

Kata kunci terkait:
rumah warga simandulang sumatera utara, desa jatuhan golok, jatuhan golok kec ledong, jatuhan golok leidong, lokasi pantai simandulang leidong, pantai baru simandulang

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...