Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Seputar Pengurusan Izin Bongkar Batu Bara Tak Direspon, Tohong Siregar : “Anjing Kalian Semua Wartawan”

Seputar Pengurusan Izin Bongkar Batu Bara Tak Direspon, Tohong Siregar : “Anjing Kalian Semua Wartawan”

SIBOLGA, suarasumut.com – Ketika beberapa awak media hendak mengkonfirmasi mengenai pengurusan izin kapal bongkar Batu Bara tak direspon, bagian (Gamat) keselamatan pelayaran dan Patroli Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga Tohong Siregar bersikap arogan seperti gaya preman dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada beberapa awak media yang mengatakan “Anjing kalian semua wartawan,” kata Tohong sambil mengusirnya dengan cara membusungkan dada dengan ala preman, Kamis (26/6).

Beberapa awak media terbitan Medan dan online yang hendak mengkonfirmasi kepada pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga beralamat di Pelabuhan Sambas Sibolga, mengenai pengurusan izin kerja Bongkar kepada pimpinan KSOP.

Namun Pimpinan KSOP Sibolga tidak dapat ditemui dengan dalih banyak tugas. Hal itu disampaikan oleh ajudan kepala KSOP Sibolga kepada awak media yang ada di Sibolga Tapteng. Selanjutnya Hamdi Sinaga Ajudan KSOP mengarahkan awak media untuk melakukan konfirmasi kepada Bagian Gamat KSOP, “ kepada pak Tohong aja orang abang konfirmasi karena itu instruksi dari pimpinan,” kata Hamdi Sinaga seraya meninggalkan awak media

Tak beberapa lama kemudian awak media langsung menjumpai Tohong Siregar diruangan kerjanya untuk mengkonfirmasi terkait pemberitaan lanjutan mengenai Pengurusan Izin Bongkar Batu Bara Tak Direspon, namun Tohong Siregar langsung tunjukkan arogannsinya.

Ironisnya Tohong Siregar mengucapkan kata-kata kotor kepada Wartawan dan hendak melemparkan salah sebuah benda keras (Hekter) yang ada dimejanya kepada wartawan  terbitan medan dan media online yang hendak lakukan konfirmasi.

Maruli Tua Banjarnahor salah seorang Wartawan dari Media Online mengatakan, sangat menyayangkan sikap dari salah seorang oknum Pegawai KSOP yang hendak dikonfirmasi mengatakan dengan nada yang keras, serta mengeluarkan kata-kata kasar dan menyebut semua Wartawan “Anjing”.

“Entah alasan apa oknum Pegawai KSOP tersebut sampai berkata demikian kepada kami, padahal kami datang dengan etika yang baik dan sopan. Tapi sambutan dari oknum pegawai KSOP tersebut langsung marah-marah dan berkata “ sudah terbit beritanya untuk apa lagi kalian datang, buat lagi besar-besar di koran kalian nggak takut aku, jangan banyak bicara lagi kalian dan anjing kalian semua wartawan pergi kalian dari kantor ini”. Ucap Banjar seraya menirukan kata-kata yang diucapkan oleh Tohong Siregar.

Henri Simatupang salah satu wartawan terbitan Medan saat dikonfirmasi juga membenarkan tindakan yang dilakukan oleh salah seorang oknum pegawai KSOP Sibolga Tohong Siregar merupakan tindakan yang tidak terpuji yang tidak memiliki etika dan tata kramah yang sopan santun.
“Apa kah mungkin seorang oknum pegawai KSOP Sibolga yang sudah mempunyai pendidikan mengeluarkan kata-kata demikian.” Tegasnya.

Diasingkan Ketua LSM RCW Sibolga Tapteng Binahati Ziliwu mengatakan sangat mengecam sifat dari perbuatan oleh pihak pegawai KSOP Sibolga yang melecehkan Wartawan dengan kata-kata “Semua Wartawan Anjing”.

“Kita sangat kecewa dengan sambutan Tohong Siregar dengan kata-kata yang kurang sopan kepada Wartawan, apalagi pihak KSOP sudah jelas mengkangkangi Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999 tentang kebebasan Pers dalam melakukan peliputan berita dan hal ini akan kita laporkan baik kepihak penegak hukum maupun Dirjen perhubungan laut dan Sekretaris Direktorat Jendral Perhubungan Laut, ” tandasnya. (mb/ss/ls)

Kata kunci terkait:
Tohong Siregar

Lihat Juga

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar ...

  • Wempi Bangun

    Ini hanya berita yang di tambah-tambahi dan di besar-besarkan.
    Kenyataanya tidak ada terjadi perilaku hendak melemparkan benda keras (hekter) dan tidak ada kata-kata kasar.
    Beritanya kurang berbobot.