Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Seminar Yayasan Nabil: “Penguatan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Manusia”

Seminar Yayasan Nabil: “Penguatan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Manusia”

Jakarta, suarasumut.com – Bertempat di Grand On Thamrin (Grand Ballroom) Hotel Pullman Jakarta Indonesia Jl. M.H. Thamrin 59 Jakarta, Kamis 20 agustus 2015 Yayasan Nabil (Nation Building) melakukan seminar tentang bagaimana melakukan pengutaan ekonomi Nasional melalui peningkatan kualitas manusia.

Indonesia dikenal sebagai bangsa besar yang memiliki kekayaan alam melimpah serta kebudayaan yang beraneka ragam. Namun benarkah kekayaan alam dan budaya yang ada sudah sejalan (in line) dengan kenyataan kondisi kehidupan sehari-hari? Apakah kemakmuran sudah terdistribusi merata ke seluruh masyarakat, mulai dari perkotaan sampai ke pelosok desa? Kemudian, apakah kebudayaan masyarakat Indonesia telah mampu menjadi penopang kemajuan bangsa?

Dewasa ini perekonomian Indonesia mengalami kemunduran: melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (terburuk sejak krisis 1997/98), pertumbuhan ekonomi yang melambat, lesunya dunia usaha, dll. Ditambah lagi dengan berbagai konflik horisontal, seperti konflik Tolikara, yang kerap menyobek tenun kebangsaan kita. Itu semua menjadi bukti terbalik dari berbagai keunggulan yang dikenal bangsa ini sebelumnya. Lantas apa yang kurang dengan bangsa ini dan perlu langkah perbaikan?

Manusianya!

Demikian hasil temuan Global Competitiveness Report 2009-2010. Hal ini diperkuat juga oleh Koentjaraningrat (1971, 1974) dan Ali Akbar (2011) yang melihat korelasi positif antara kualitas manusia Indonesia dengan pembangunan.
Apakah ada strategi khusus untuk makin meningkatkan martabat dan kualitas manusia Indonesia demi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan ekonomi bangsa ?

Yayasan Nation Building (NABIL) mencoba menjawab pertanyaan di atas dengan menawarkan konsep Cross Cultural Fertilization (Penyerbukan Silang Antarbudaya). Di sini, saripati budaya-budaya lokal yang berkualitas dan memiliki nilai dorong kemajuan dapat diserbuksilangkan dengan nilai-nilai budaya lain, baik yang terdapat di bumi Indonesia, maupun dari mancanegara.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Anies Baswedan, turut hadir dan memberikan sambutannya (sudah menerima konfirmasi kehadiran).

Para pembicara yang akan tampil adalah: Prof. Firmanzah, Ph.D. (Rektor Universitas Paramadina), ”Situasi Ekonomi Indonesia Dewasa Ini”; Dr. Ali Akbar (dosen Universitas Indonesia), ”Kualitas Manusia Indonesia”; Nirwan A. Arsuka (Freedom Institute), ”Penyerbukan Silang Antarbudaya dan Penguatan Budaya Kita”; dan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah)”, Lebih Mengenal Etnis Tionghoa”. Staf Khusus bidang Ekonomi dan Keuangan Wakil Presiden, Ir. Wijayanto MPP akan memberikan keynote speech.

Pada acara tersebut akan diluncurkan juga kado buku dari Yayasan Nabil bagi HUT RI ke-70: (1) Penyerbukan Silang Antarbudaya: Membangun Manusia Indonesia; (2) Tionghoa dalam Keindonesiaan: Peran dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa. Keduanya merupakan pijakan awal pemikiran bagi seminar ini untuk turut membangun kualitas manusia Indonesia.(rl/ss/jkt)

Lihat Juga

Pangdam I/BB Beri Motivasi Kepada Satgas Pamtas Yonif 121/MK Diwilayah Perbatasan RI-PNG

Jayapura | suarasumut.com  –  Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, S.I.P. mengunjungi daerah perbatasan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *