Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Selisih Belanja KUA PPAS Dengan Ranperda APBD T.A 2015 Capi Rp119,200,347,770

Selisih Belanja KUA PPAS Dengan Ranperda APBD T.A 2015 Capi Rp119,200,347,770

Rantauprapat, suarasumut.com – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dipimpin Bupati dr Tigor Panusunan Siregar SpPD mengajuk KUA PPAS belanja daerah tahun anggaran 2015 sebesar Rp1.000.669.937.551. Namun setelah dibahas bersama DPRD yang diketuai Dahlan Bukhori, besaran belanja daerah mencapai Rp119.200.347.770 .

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Sabtu (28/2), KUA PPAS yang diajukan Bupati Labuhanbatu kepada DPRD, belanja tidak langsung sebesar Rp568.428.959.627 dan belanja langsung sebesar Rp431.951.332.924. Namun setelah dibahas bersama DPRD yag dituangkan daam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD T.A 2015, besaran belanja tidak langsung menjadi Rp614.968.355.638 sedangkan belanja langsung menjadi Rp504.612.284.683.

Berdasarkan data yang diperoleh, lonjakan belanja daerah tersebut dipengaruhi oleh besaran pendapatan dan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa). Semula, Bupati dr Tigor Panusunan Siregar memperoyeksikan pendapatan sebesar Rp970.548.972.116 dan Silpa sebesar Rp30.120.965.435, namun setelah dibahas di DPRD, pendapatan menjadi sebesar Rp1.050.104.470,027 dan Silpa menjadi Rp69.765.815.294.

Sumber pendapatan yang mengalami kenaikan yakni, PAD semula sebesar Rp110.537.012.116 menjadi Rp146.290.700.510 dan pendapatan lain-lain yang sah semula sebesar Rp159.946.211.000 menjadi Rp212.584.631.000. Mirisnya, sumber pendapatan dari dana perimbangan malah mengalami penurunan setelah dibahas di DPRD, semula sebesar Rp700.065.749.000 diturunkan menjadi Rp691.229.138.517.

Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Aswad maupun pihak DPRD diketuai Dahlan Bukhori belum dikonfirmasi. Namun sesuai keterangan salahsatu kepala SKPD terkait, melonjaknya pendapatan daerah tersebut dikarenakan adanya unsure pemaksaan kehendak oleh DPRD. “Wuih, ngerilah. target PAD melambung tinggi,” kata Kepala SKPD yang meminta namanya tidak dicatut.

Disebutkan prosedur pengajuan target PAD berdasarkan potensi daerah, Kepala SKPD itu langsung menimpali dengan menyebutkan, dirinya tidak ada mengajukan penambahan target PAD sebagaimana dituangkan dalam Ranperda APBD T.A 2015. Menurut dirinya, seyogyanya penetapan target PAD memang harus berdasarkan pengajuan masing-masing SKPD. “Seharusnya penetapan target berdasarkan potesni sumber pendapatan masing-masing SKPD,” sebutnya menunjukan dirinya pesimis untuk mencapai target PAD di SKPD-nya. (ls/ss/lb)

Kata kunci terkait:
kua PPAS adalah

Lihat Juga

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar ...