Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Selain Todongkan Pistol, PT Clipan Finance Peras Nasabahnya

Selain Todongkan Pistol, PT Clipan Finance Peras Nasabahnya

Rantauprapat | suarasumut.com – Setelah melaporkan aksi brutal Debt Collector PT Clipan Finance Indonesia, nasabah Dwi Priyono akhirnya membayar cicilan kredit kendaraannya yang menunggak 2 bulan.

Tapi anehnya, pihak perusahaan tetap menolak mengembalikan kendaraan Dwi Priyono sebelum membayar seluruh cicilan kredit yang bertotal sekitar Rp138 Juta. Kebijakan sepihak itu pun membuat Dwi Priyono merasa diperas dan dipermainkan perusahaan pembiayaan itu.

Kepada wartawan, Dwi Priyono mengaku telah membayar 2 bulan tunggakan cicilan kendaraannya yang bertotal sekitar Rp 10,8 Juta.

“Perbulannya itu sekitar Rp5,29 Juta perbulan, karena nunggak 2 bulan, maka saya bayar sekitar RP10,8 Juta. Pembayarannya saya stor langsung melalui BRI, ini bukti kwitansi pembayarannya,”jelasnya, Selasa (22/12).

Usai melunasi cicilan kredit yang menunggak itu, Dwi pun, katanya, langsung mendatangi kantor Clipan Finance Indonesia Kantor Cabang Labuhanbatu yang berlokasi di kawasan Jalan Aek Tapa Rantauprapat.

“Tujuannya, tentu untuk mengambil kembali truk saya yang sudah sempat mereka sita. Tapi anehnya, perusahaan menolak mengembalikan. Katanya saya harus membayar seluruh sisa cicilan kredit selama 12 bulan, yang totalnya mencapai 138 juta. Jika tidak dibayar, truk itu tidak akan dikembalikan, dan bahkan perusahaan mengancam akan melelang truk itu,” terangnya.

Kepada wartawan, Dwi pun mengaku sangat tidak terima dengan kebijakan sepihak yang diberlakukan perusahaan itu. Sebab katanya, keharusan untuk membayar seluruh total cicilan kredit itu sama sekali tidak pernah tertuang dalam perjanjian kontrak.

“Maka sangat wajarkan kalau saya menganggap pihak perusahaan memang mau melakukan pemerasan terhadap
saya. Ini sungguh tidak adil. Dan sebagai konsumen saya sangat menyesal bekerjasama dengan PT Clipan Finance Indonesia,”terangnya.

Atas tindak semena-mena perusahaan itu, Dwi menegaskan akan tetap menuntut haknya sebagi konsumen dengan tetap berjuang melaporkan perusahaan pembiayaan itu kepada pihak yang berwajib.

“Ya, saya akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Karena ini bentuk penzoliman yang dilakukan perusahaan. Dan saya imbau untuk berhati-hati bekerjasama dengan PT Clipan Finance Indonesia. Jangan sampai ada korban lagi seperti saya,” tandasnya.

Kanit Tipiter Polres Labuhanbatu Ipda P Sitinjak SH yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (22/12) mengatakan pihaknya akan memproses kasus perampasan dan pengancaman oleh Debt Collector PT Clipan Finance Indonesia yang dilaporkan nasabah Dwi Priyono. “Berkasnya sudah kita naikkan ke meja pimpinan. Perkembangannya akan kita kabarkan nanti,” jelasnya.

Manager PT Clipan Finance Indonesia Kantor Cabang Labuhanbatu Muhammad Ahzan hingga berita ini diturunkan tetap menolak menemui wartawan yang ingin memintai keterangan.

“Bapak enggak bisa ketemu pak, sorry ya,”ujar Riko, salah seorang security yang berjaga di kantor PT Clipan Finance
Indonesia Kantor Cabang Labuhanbatu yang berlokasi di kawasan Jalan Aek Tapa Rantauprapat.

Sementara diberitakan sebelumnya, karena menunggak cicilan kredit kendaraan selama 2 bulan, 3 pria mengaku Debt Collector PT Clipan Finance Indonesia merampas paksa satu unit truk BK 9988 YK, milik nasabah bernama Dwi Priyono (35), warga Desa Sisumut, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Parahnya, satu dari tiga Debt Collector brutal itu sempat mengancam korban dengan senjata berbentuk pistol agar mau menandatangani surat serah terima barang sitaan yang mereka siapkan.

Korban Dwi Priyono menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (18/12) pagi, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, 3 orang pria mengaku sebagai Debt Collector PT Clipan Finance Indonesia datang ke rumahnya. “Karena saya lagi gak di rumah, kedatangan ketiga Debt Collector itupun disambut istriku,” jelasnya.

Ketiga tamu tak diundang itupun, kata Dwi, lantas bersikap kasar kepada istrinya. “Jadi karena cicilan kredit saya menunggak dua bulan, ketiga Debt Collector itupun minta istri saya serahkan kunci truk yang kebetulan sedang parkir di rumah. Tapi, mereka mintanya sambil bentak-bentak dan ngancam-ngancam, gak sopan gitulah,” jelasnya.

Karena suaminya sedang tidak di rumah, istrinya pun, kata Dwi, menolak menyerahkan kunci truk yang diminta ketiga Debt Collector tersebut.

“Tapi kurang ajarnya, ketiga Debt Collector itu nekat tanpa izin masuk ke dalam rumahku, lalu mengambil kunci truk yang kebetulan terletak diatas meja,” ucapnya.

Merasa tak terima, istrinya pun, kata Dwi, sempat mencoba mengambil kembali kunci truk yang sudah berada di genggaman tangan salah seorang Debt Collector itu. “Sempat tarik-tarikan, tapi karena kalah kuat, istri saya gagal mengambil kembali kunci truk itu,” ungkapnya.

Tak sabar dengan sikap Debt Collector itu, istrinya pun langsung menelpon Dwi yang langsung pulang ke rumahnya. “Sampai di rumah, saya pun bertemu dengan Debt Collector itu. Sama saya, mereka bilang mau tarik truk itu karena sudah menunggak cicilan selama dua bulan. Kemudian saya bilang kalau saya akan bayar besok. Tapi mereka gak mau terima dan tetap ngotot mau tarik paksa mobil itu,” terangnya.

Bukan itu saja. Kata Dwi, ketiga Debt Collector itu juga memaksanya untuk menandatangani surat serah terima kendaraan yang telah mereka siapkan. Awalnya, Dwi pun mengaku menolak menandatangani surat serah terima itu. Namun belakangan, satu dari tiga orang Debt Collector itu langsung mengancamnya dengan mengacungkan senjata berbentuk pistol.

“Katanya gini, kau mau teken apa gak sambil ngacungkan pistol. Karena dibawah tekanan, mau gak mau kuteken lah surat itu. Setelah itu mereka pun pergi membawa kabur truk saya itu,” ungkapnya.

Tak terima atas tindakan ketiga Debt Collector itu, Dwi pun pada Senin (21/12) siang, membuat laporan pengaduan ke Mapolres Labuhanbatu. “Ya, hari ini resmi saya laporkan tentang tindak pidana perampasan truk dan pengancaman dengan senjata. Dan kita berharap polisi dapat dengan segera memproses kasus ini,” harapnya.

Terpisah, Kepala SPK B Polres Labuhanbatu, Aiptu Suheri yang dikonfirmasi mengaku pihaknya masih memproses laporan Dwi Priyono. “Ya, laporannya masih diproses,” ujarnya.

Sementara Manager PT Clipan Finance Indonesia Kantor Cabang Labuhanbatu Muhammad Ahzan menolak menemui wartawan yang ingin meminta keterangan terkait perampasan truk dan pengancaman yang dilakukan 3 orang Debt Collector tersebut.

“Bapak Manager tak mau ketemu, itu pesannya kepada saya,” ujar salah seorang petugas security yang berjaga di kantor PT Clipan Finance Indonesia Kantor Cabang Labuhanbatu yang berlokasi di kawasan Jalan Aek Tapa Rantauprapat.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
cara pembayaran clipan finance, cara pembayaran angsuran clipan finance, clipan finance, clipan, pembayaran clipan finance, cara cek online sisa berapa angsuran clipan finance, cara mengecek angsuran di clipan finance, cara bayar clipan finance, cara mengecek angsuran clipan finance, cek sisa angsuran clipan finance

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...