Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Citizen Journalism ›› Sekjen FAIT Janner Simarmata : Foto Mesra Abraham Samad Hasil Rekayasa

Sekjen FAIT Janner Simarmata : Foto Mesra Abraham Samad Hasil Rekayasa

Bandung, suarasumut.com – Sekjen Forum Akademisi IT (FAIT), Janner Simarmata membaca dibeberapa media elektronik tentang Abraham Samad mesum beredar di dunia maya, dan ini menjadikan sebuah berita headline dibeberapa media nasional, dan tentunya bila berita ini benar akan sangat mengecewakan apalagi beliau adalah seorang Ketua KPK yang dipercaya dalam pemberantasan Korupsi di Negeri ini.

“Memang dengan kecanggihan teknologi saat ini, semuanya bisa lebih mudah, bahkan dalam hal merekayasa, sebenarnya untuk melakukan pembuktian terhadap keaslian foto bisa kita lakukan dengan cara pengamatan secara visual dan metode ini tentulah membutuhkan kepekaan dalam melihat sebuah objek dengan demikian kita tidak membutuhkan alat bantu berupa aplikasi pengolah foto yang mampu memperlihatkan dan memperjelas bagian-bagian yang ganjil dengan menggunakan metode tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa foto mesum Abraham Samad adalah hasil dari sebuah rekayasa,”pungkas Janner yang juga dosen Komputer di Universitas Negeri Medan.

Foto-foto yang beredar diatas sudah pastilah menggunakan aplikasi dengan memanfaatkan beberapa metode, seperti Blurring (mengaburkan), Smoothing (memperhalus tepi), dan Smudging (memperhalus permukaan objek), dan sangat disayangkan keahliaan yang dimiliki untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.

“Janner menjelaskan bahwa ini adalah sebuah tindak kejahatan yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi tanpa batas dan tanpa izin, pihak berwenang harus mengusut kasus penyebaran foto rekayasa ini dan mencari tahu siapa penyebarnya, “ungkapnya.

“Menurut Janner juga, bahwa jika seseorang menggunakan komputer atau bagian dari jaringan komputer tanpa seizin yang berhak, ini dapat digolongkan sebagai kejahatan di dunia maya, dan proses hukum terhadap pelaku tindak pidana rekayasa foto di internet tersebut dapat dilakukan melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Teknologi Elektronik, yaitu dapat dijerat oleh Pasal Pasal 72 angka 5 Undang-Undang Hak Cipta dan dapat juga dijerat berdasarkan Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Teknologi Elektronik serta Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Teknologi Elektronik,”katanya.(cj/ss/bdg)

Lihat Juga

Perppu Ormas Harus Dilihat Dari Prinsip Bernegara

Jakarta | suarasumut.com  –  Fraksi Partai NasDem menyatakan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang. “RUU ...