Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Sejumlah Lembaga Desak Kejari Menetapkan M.Ingati Nazara Sebagai Tersangka
Ketua-LSM-Perlahan-ketika-berorasi
Ketua-LSM-Perlahan-ketika-berorasi

Sejumlah Lembaga Desak Kejari Menetapkan M.Ingati Nazara Sebagai Tersangka

Gunungsitoli | suarasumut.com  —  Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan diri sebagai Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formasi) mendesak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menetapkan M.Ingati Nazara sebagai tersangka.

Formasi atau gabungan LSM Perlahan, KCBI dan NCW menegaskan, selain mantan Bupati Nias Binahati B Baeha yang kini sudah ditahan, M.Ingati Nazara juga ikut terlibat dalam kasus korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Nias kepada PT.Riau Air Lines yang merugikan negara Rp 6 Milliar pada tahun 2007.

Tuntutan Formasi agar M.Ingati Nazara ditetapkan sebagai tersangka diserukan langsung oleh Ketua LSM Perlahan Ferdinand Ndraha dalam orasinya pada unjukrasa yang digelar di depan kantor Kejari Gunungsitoli, Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Kamis (26/10).

Menurut Ferdinand, M.Ingati Nazara yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Nias pada tahun 2007 ikut menandatangani surat persetujuan penyertaan modal Pemkab Nias kepada PT.RAL tanpa ada Peratuaran Daerah (Perda). Sehingga M.Ingati Nazara ikut terlibat dan sudah melakukan penyalahgunaan wewenang atau jabatan.

Pada aksi yang sama, Ketua LSM KCBI Fesiyanus Ndraha membaca pernyataan sikap, dimana Formasi meminta Kejari Gunungsitoli menetapkan M.Ingati Nazara sebagai tersangka karena telah ikut serta melawan hukum dan menyebabkan kerugian negara.

M.Ingati Nazara atau mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias sengaja menyalahgunakan wewenang, sehingga ada kerugian negara. M.Ingati Nazara yang kala itu sebagai Ketua DPRD, menyetujui penyertaan modal dengan menggunakan nama dan cap lembaga DPRD secara resmi.

Bukan Domain Kejaksaan

Kepala Seksi Pidana Umum Rifqi Leksono, SH yang didampingi Jaksa Fungsional AD.Zai, SH yang menerima perwakilan pengunjukrasa di Aula pertemuan kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menegaskan jika untuk penetapan tersangka baru pada kasus korupsi PT.RAL bukan domain Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.

Menurut Rifqi yang mewakili Kejari Gunungsitoli, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dalam kasus tersebut hanya sebagai penuntut umum, sebab yang melakukan penyelidikan awal pada kasus tersebut adalah penyidik Polres Nias.

“Kami telah dipercaya menerima saudara saudara, karena Kejari sedang ada pertemuan di Kejatisu, dan Kasi Pidsus juga sedang mengikuti sidang perdana kasus PT.RAL dengan terdakwa Binahati B Baeha di Pengadilan Tipikor Medan. Jika dalam fakta persidangan Hakim menetapkan harus ada tersangka baru, itupun akan kita serahkan kepada penyidik Polres Nias untuk menindaklanjuti, karena kita hanya melakukan penuntutan dan menerima SPDP,” ungkap Rifqi.

Untuk diketahui, dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemkab Nias kepada PT.RAL tahun 2007, yang telah ditetapkan sebagai tersangka hanya mantan Bupati Nias Binahati B Baeha. Sedangkan M.Ingati Nazara mantan Ketua DPRD Kabupaten Nias tahun 2007 yang kini menjabat sebagai Bupati Nias Utara, menurut sejumlah pihak ikut terlibat karena menyetujui penyertaan modal tersebut tanpa Perda.(al/ss-ni)

Lihat Juga

Brakk!!! Mega Pro vs Vario, Satu Tewas, Satunya Lagi Kritis

TAPTENG | suarasumut.com  –  Lakalantas antara Mega Pro Bk 5800 ZAD vs Vario BB 5440 ...