Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› SD Dan SMP Negeri Di Pesisir Labuhanbatu Butuh Tenaga Pengajar PNS

SD Dan SMP Negeri Di Pesisir Labuhanbatu Butuh Tenaga Pengajar PNS

Labuhanbatu, suarasumut.com – Sekolah Dasar dan Menengah Pertama (SD dan SMP) Negeri di wilayah pesisir Labuhanbatu masih begitu banyak kekurangan tenaga pendidik (guru) dari Pegawai Negeri Sipil diantaranya Kecamatan Panai Hulu,Panai Hilir,Panai Tengah dan Bilah Hilir.

Pasalnya, sekolah-sekolah bertaraf Negeri yang kekurangan tenaga pendidik dari unsur PNS tentu akan mengkuras anggaran Dana Bos lebih banyak.

Akibatnya,sekolahan kekurangan tenaga pendidik (PNS) banyak menyerap anggaran BOS untuk honor tenaga honorer,padahal dana BOS bukan hanya diperuntukan untuk hal tersebut,sebab masih banyak lagi hal-hal yang lainnya sesuai item yang ada pada juklak dan juknis.

Hal ini juga disampaikan Bernat Panjaitan ,SH Mhum selaku pemerhati pendidikan di Labuhanbatu pada realitas 11/10 di Rantauprapat, sementara itu sekretaris LSM TIPAN RI Anto Bangun juga menambahkan kalau mutu atau kualitas pendidikan yang ada di Labuhanbatu,khususnya wilayah pesisir masih sangat rendah, lantaran masih banyak sekolah-sekolah yang memakai tenaga honorer tamatan SLTA.

Dan ironisnya lanjut Anto, demi ”mengkarbit” mutu tenaga pengajar Pemkab Labuhanbatu mewajibkan para guru sekarang tamatan SI, dan guru tenaga pendidik honorer itu kuliah kembali hanya semata-mata untuk memenuhi predikat SI demi mengejar penyetaraan serta guna memperoleh sertifikasi.

Sedangkan kompetensi dalam pola pengajaran dan peningkatan mutu pendidikan dinilai masih dibawah standart,”masih banyak guru yang sebenarnya menjadi tenaga pendidik hanya tuntutan keadaan,bukan pqnggilan hati, hanya dari pada tidak ada kerjaan saja,”tandasnya.

Padahal peningkatan mutu pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab LPMP saja, melainkan tanggung jawab Pemerintah Daerah,sebab Pemda lah yang seharusnya melakukan ujian kompetensi terhadap guru honorer. ”jika tidak punya skill untuk jadi seorang guru….ya jangan dipakai”,tambahnya.

Sementara itu,Bernat Panjaitan,SH Mhum menegaskan ,banyaknya sekolah bertaraf Negeri yang banyak menggunakan tenaga honorer membuat lemahnya mutu pendidikan dan pemborosan keuangan Negara yang diperuntukan untuk pendidikan. ”Hal ini tentunya kesalahan Pememrintah Daerah yang melakukan marginalisasi pendidikan terhadap rakyatnya,karena kalau Pemerintah tidak melakukan pemerataan tenaga PNS disetiap sekolah -sekolah tentunya hal ini dapat melemahkan sistem pendidikan ke arah yang lebih maju,”sebutnya.

Agar tercapai peningkatan mutu pendidikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Dinas Pendidikan harus bertanggung jawab,jangan karena ada hubungan pribadi ada oknum guru yang seharusnya ditempatkan di daerah tertinggal malah ditempatkan di sekolah yang memang sudah maju dan sudah banyak tenaga PNS nya. (ta/ss/ra)

Kata kunci terkait:
daftar guru honor labuhan batu

Lihat Juga

MUI Dan Polisi Berperan Sebagai Pemersatu Bangsa

Padangsidimpuan | suarasumut.com – Peran serta ulama dan instansi kepolisian menjadi modal utama untuk menyatukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.