Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Satpol PP Tapteng 2018 Tingkatkan Razia Pekat

Satpol PP Tapteng 2018 Tingkatkan Razia Pekat

 

Hikmal Batubara : Wanita Diatas Pukul 23.00 Wib Sudah Dianggap Rawan Sosial

 

Tapteng | suarasumut.com  –  Memasuki Tahun Baru 2018 ini Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Tapanuli Tengah (Kasatpol PP Tapteng) Drs Hikmal Batubara mengatakan, penjaringan yang akan dilakukan satuannya tentang Penyakit Masyarakat (Pekat) akan lebih ditingkatkan, khususnya bagi pelayan minuman keras (miras) lainnya serta pemilik kafe di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Kedepan Tahun 2018 akan lebih kita tingkatkan lagi sampai kita musnakan masalah penyakit masyarakat, baik itu maksiat, dan kafe malam. Bagi cafe malam yang utama, diamankan pelayan dan peminumnya, kemudian nanti pemiliknya akan kami serahkan ke pihak berwajib,”kata Hikmal terhadap wartawan setelah selesai acara Forkopimda Cegah, Berantas Pekat dan Premanisme, di Ballroom Pia Hotel Kecamatan Pandan.

Kasatpol PP Tapteng menjelaskan, kafe malam yang layak beroperasi harus memiliki surat izin dari daerah yang dulunya dari dinas Pariwisata Tapteng. ”Kalau tidak ada itu, akan kita musnakan semuanya,”tegas Kasatpol PP Tapteng.

Diungkapkan Hikmal Batubara, bagi pemilik kafe yang mempunyai izin, SK dari daerah bila diketahui menjual miras akan tetap ditertibkan selama izin tersebut menyimpang dari ketentuan.

“Yang punya izin, izin apa dia?, izin menjual minuman keras itu sudah pasti tidak ada diberikan. Mungkin izin keramaian aja itu kalau ada kafe-kafe,”sebut Kasatpol PP Tapteng.

Ditambahkan Hikmal, pada prinsipnya, satpol PP itu melakukan razia diatas pukul 23.00 Wib. Diatas jam tersebut bagi wanita yang ditemukan itu sudah dianggap wanita rawan sosial,”diatas pukul 23.00 Wib tidak ada lagi alasan bahwa dia itu mengatakan orang baik-baik,” jelasnya.

Mendekati hari besar keagamaan umat Kristiani dalam bulan ini sambung kasat akan melaksanakan razia gabungan serta saling kordinasi dengan pihak Ormas Tapteng.”Nanti juga akan kita kordinasi dengan pihak OKP,” ucap Hikmal.

Lebih jauh Hikmal menambahkan, bahwa razia yang dilakuakan satpol PP itu berupa sopterapi untuk memberikan efek jera kepada yang sudah, tetapi hasil belum tentu. “Ada juga operasi senyap yang dilakukan dengan cara sendiri tanpa ada yang tahu,” jelasnya (ph/ss-tt).

Ket gbr : Kasat Pol PP Tapteng Hikmal Batubara, di ballroom Pia Hotel Kecamatan Pandan, Rabu (06/12/2017)

Lihat Juga

Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi Dibidang Lingkungan Hidup

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setelah menerima Penghargaan terbaik I Tingkat Provinsi Sumatera ...