Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Saragi Simarmata Prihatin Atas Pembunuhan Dua Orang Petugas Pajak, Ini Analisisnya

Saragi Simarmata Prihatin Atas Pembunuhan Dua Orang Petugas Pajak, Ini Analisisnya

MEDAN | suarasumut.com  – Kisah tragis dialami dua petugas pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sibolga, Sumatera Utara. Parada Toga Frans yang merupakan Juru Sita dan Soza Nolo Lase yang merupakan tenaga honorer, tewas dibunuh pengusaha wajib pajak berinisial AL, Selasa (12/4/2016).

“Saragi Simarmata mengatakan sesungguhnya ini sudah bisa diprediksi akan terjadi dilapangan, karena Sistem Perpajakan kita tidak lagi Self Assessment System, faktanya sudah berubah menjadi Official Assessment System demi pencapaian target Penerimaan Negara dari Sektor Pajak,”katanya kemarin setelah mendengar beberapa pemberitaan pembunuhan itu di media.

Sekarang ini, pihak Fiskus gencar memburu binatang di kebun binatang, seharusnya menangkap binatang dari hutan masukkan ke kebun binatang. Padahal potensi dari 250 juta penduduk Indonesia bila ada 100 juta WP dan membayar pajak dengan sistem Self Assessment, maka target Penerimaan Negara mungkin surplus setiap tahun.

“Menurut Saragi, sebaiknya Peraturan Menteri Keuangan Nomor. 229/PMK.03/2014 dicabut, supaya siapapun yang melaporkan SPT Masa dan Tahunan Wajib Pajak dapat diterima pelaporannya di TPT, karena Wajib Pajak mencari uang yang menjadi sumber penerimaan Negara, tidak ada waktu untuk mengurusi administrasi pajaknya,” imbuhnya.

Maka bila petugas Pajak visit ke lapangan harus didampingi orang yang mengurus pajaknya, agar tidak terjadi pembunuhan seperti yang di Sibolga kemarin.

“Menteri Keuangan harus memberi kesempatan kepada Masyarakat yang mengerti Pajak dan memahami KUP untuk mengedukasi wajib pajak (WP) dalam pelaporan pajaknya dengan benar, ini sangat membantu Pemerintah dan juga Wajib Pajak,” ucap pemerhati pajak ini.

Hal ini mungkin salah satu untuk mengantisipasi kejadian serupa di daerah lainnya. “Saragi mencontohkan, Pajak terhutang sebesar Rp.14,7 M bagi orang pribadi dengan usia 45 Tahun, tentu ini ada-ada saja, selama bekerja belum tentu dia memperoleh keuntungan sebesar itu, namun karena sanksi dan denda pajak yang dihitung oleh Fiskus dengan cara Official Assessment System, sehingga dia terkejut dan langsung gelap mata, mungkin inilah yang membuat pelaku melakukan pembunuhan dan dia tidak mengerti atas hutangnya,”tutupnya.(js/ss-md)

 

Lihat Juga

Potensi Pasar Kentang Goreng Indonesia, Belgia Lirik Indonesia Sebagai Pasar Ekspor Utama Di Asia Tenggara

Jakarta | suarasumut.com – Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun ...