Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Sambut SR PGI ke-16, Pemkab Nias Buka Pameran Di Pasar Ya’ahowu

Sambut SR PGI ke-16, Pemkab Nias Buka Pameran Di Pasar Ya’ahowu

Nias, suarasumut.com — Menyambut perhelatan akbar Sidang Raya Persatuan Gereja Indonesia (PGI) ke-16 di Pulau Nias, Pemerintah Kabupaten Nias membuka pameran, bazzar dan promosi di Pasar Ya’ahowu, Kota Gunungsitoli. Pameran dan bazzar dibuka Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH, MH di Pasar Ya’ahowu, Kota Gunungsitoli, Rabu (5/11).

Pada pembukaan pameran dan bazzar, Arosokhi memberitahu, Pulau Nias akan menjadi pusat perhatian nasional dan internasional mulai tanggal 5-16 November 2014, karena di Pulau Nias akan digelar perhelatan akbar SR PGI ke-16. SR PGI ke-16 akan diikuti 3000 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri, serta dipastikan pada acara pembukaan, Selasa (11/11), peserta yang hadir diperkirakan sebanyak 10.000 orang.

Mengambil kesempatan pada moment penting tersebut, Pemkab Nias membuka pameran dan bazzar untuk mempromosikan dan memamerkan potensi alam, pariwisata, hasil kerajinan tangan para pengrajin Nias, budaya dan kuliner khas Nias.

Penetapan pasar ya’ahowu sebagai tempat pameran dan bazar, menurut wakil Bupati Nias telah dipertimbangkan sebelumnya dengan baik, dan memberitahu jika Pasar Ya’ahowu merupakan perusahaan daerah milik Pemkab Nias yang didirikan berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Nias 2 tahun 2010.

Pasar Ya’ahowu yang berada di dalam pusatKkota Gunungsitoli atau tempat pelaksanaan SR PGI, secara tidak langsung memberdayakan para pengusaha mikro kecil dan menengah yang menyewa dan berusaha di Pasar Ya’ahowu.

Tidak lupa dia berharap kepada direksi Pasar Ya’ahowu, pegawai dan seluruh Staf, supaya selama kegiatan pameran dan bazzar dapat memberikan pelayanan yang baik dan optimal, serta memberi kenyamanan kepada pengunjung, agar citra Pemkab Nias dan mayarakat Nias tidak tercoreng.(sp/ss/gs)

Lihat Juga

MUI Dan Polisi Berperan Sebagai Pemersatu Bangsa

Padangsidimpuan | suarasumut.com – Peran serta ulama dan instansi kepolisian menjadi modal utama untuk menyatukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.