Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Rumah Panggung Ini Hampir Tumbang, Dinilai Sudah Tidak Layak Huni
Jpeg

Rumah Panggung Ini Hampir Tumbang, Dinilai Sudah Tidak Layak Huni

Tapteng | suarasumut.com  –  Salah satu pemukiman warga di Kecamatan Pandan, Desa Aek Garut tampak kondisi rumah yang ditempatinya hingga saat ini miring dan memprihatinkan.

Saat disambangi, Sabtu (07/10/2017) bentuk rumah panggung yang terbuat dari atap rumbia beralaskan kayu itu dikatakan pemilik rumah selama ditempati di rumah itu, sudah puluhan tahun tidak diperbaiki dikarenakan biaya untuk perbaikan masih belum terpenuhi.

“Gimanalah mau diperbaiki pak, penghasilan saya hanya pas-pas an sebagai petani karet. Istri saya hanya jasa kerja rumah tangga,” keluh Endang Suwandi (60) terhadap wartawan lokasi yang tidak jauh dari simpang Desa Aek Garut.

Bahkan kata Endang Suwandi, sebelumnya biaya untuk masuk meteran lampu di rumahnya itu hanya dibiayai tokke nya semasa kerja diperkebunan.

Untuk mempertahankan rumahnya yang hampir roboh itu, dirinya mengatakan hanya menggunakan sampingan/kayu sisipan satu demi satu sebagai penopang tiang.

Ketika ditanya untuk pendataan bantuan rumah tidak layak huni dari Pemerintah dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini diungkapkannya, sudah pernah dilakukan pemantauan terhadap rumah tersebut.

“Rumah ini sudah pernah di foto Kepala Desa kami,”sebutnya.

Diakui Endang, rumah tersebut memang milik pribadinya namun lahan atau tanah hanya sebatas menumpang bangunan.

“Kalau pemilik rumah setuju saja, bila rumah ini dibangun, tetapi jangan dibangun seperti bangunan beton, hanya kayu saja,” ungkap Endang Suwandi.

Disamping pendapatan sebagai penadah getah yang ditumpanginya dari pemilik lahan, hasilnya paling tinggi hanya diperoleh delapan kilogram (8 kg) perharinya dengan harga yang timbang ke Agen delapan ribu lima ratus rupiah per kilogram (Rp 8.500,-/kg) getah susu (bukan getah baku).

“Itu bukan semua hasilnya saya miliki, timbangan karet itu dibagi 3 lagi dengan pemilik lahan. Memang susah pak, untuk penghasilan karet saat ini, apalagi dalam bulan ini musimnya hujan,” tuturnya.

Ungkapan beberapa orang tetangganya menilai, bahwa keluarga Endang Suwandi merupakan keluarga yang bertanggung jawab dan pekerja keras dalam menjaga rumah tangga.

“Memang seperti merekalah yang layak dibantu. Lagian bapak itu bukannya orang pemalas, tetapi pekerja keras serta bertanggung jawab,” ujar salah tetangganya yang tidak mau namanya disebutkan.(pahotan hutagalung/ss-tt).

Kata kunci terkait:
Kabar nias onolimbu

Lihat Juga

Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu Diikuti 430 Riders Roda 2 Dan 70 Off Roader

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Event bergengsi “Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu” yang dilaksanakan ...