Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Citizen Journalism ›› Robert Hutagalung: Kota Sibolga Harus Masuk Dalam Provinsi Tapanuli

Robert Hutagalung: Kota Sibolga Harus Masuk Dalam Provinsi Tapanuli

*Sibolga tidak lahir tanpa orang TAPANULI, Orang Tapanuli berarti orang yang tingggal (berasal dari dan di) Tanah Batak *

Oleh: Robert Hutagalung (Pemerhati Sosial/Budaya/Sejarah)

Sibolga, suarasumut.com  –  Merujuk sejarahnya,kota Sibolga pada dasarnya di temukan oleh pelopor yang ke dua bernama Raja Patuan Pamolus Hutagalung setelah pelopor pertama berhasil merintis dan akhirnya berkonsentrasi mengembangkan perkampungan baru di Tapian Nauli-Poriaha (ibukota dari Tapanuli Tengah) tempo dulu.

Sedangkan Tapanuli yang berasal dari kata ”Tapian Nauli” berubah lagi menjadi ”Tappanoeli” pengertiannya sama saja,”Pemandian yang sejuk, di pantai yang indah” itulah artinya secarah harifah.

Dikaitkan asal-usul sang perintis/pelopor perkampungan baru (diluar rura Silindung)itu,sudah tentu kata TAPANULI identik dengan orang Batak, meskipun sesungguhnya di dalam wialayah Tapanuli itu justru banyak di temukan etnis berpopulasi di dalamnya,namun Tapanuli dalam balutan sejarahnya lebih di identikkan sebagai wilayah orang Batak.

Sibolga, tidak dapat di pisahkan dari Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, sebab ungkapan tertulis yang berbunyi “Tappanoeli” itu bukanlah hanya Sibolga saja, namun yang pasti ke empat wilayah tersebut di atas adalah satu-kesatuan yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, hal itu di sebabkan bahwa orang batak pada umumnya adalah “bangso” yang suka merintis, membangun, mengembangkan sesuatu wilayah kosong menjadi bermanfaat,untuk di jadikan sebagai ‘lapak’ perkampungan dan berpopulasi didalamnya.

Maka, wajar kalau kita katakana bahwa asal-usul masyarakat Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan merupakan berasal dari Bona pasogitnya yaitu “Batak Toba”.

Perlu kita ingat, bahwa dulunya wilayah Tapanuli itu adalah wilayah residen, yang berpusat di Sibolga, belakangan Gubernur Residen Tapanuli sendiri pun justru orang batak Toba, yaitu DR.Ferdinand Lumban Tobing yang berasal dari Rura Silindung Sebagai Bona pasogitnya.

Banyak sekali alasan kita dengan menunjukkan bukti-buktinya bahwa kota Sibolga itu harus masuk dalam wilayah provinsi Tapanuli, salah satu nya adalah pola adat dan budaya secara umum, bahwa adat/budaya Sibolga maupun Tapanuli Tengah tidak dapat di pisahkan dari bingkai Alas Budanya yaitu “Sahata Saoloan”, maka berdasarkan itulah kita dapat merajutnya menjadi satu kembali, seperti masa lampau yang semestinya di hargai dan tidak kita lupakan itu.

Semua penduduk baik orang Batak maupun etnis lainnya yang berpopulasi di kota Sibolga, mestinya mau melihat ke belakang akan sejarah asal-usulnya, dan bila sudah menyadarinya maka sesungguhnya langkah yang paling tepat adalah perlu menarik kata-katanya yang menolak kota Sibolga masuk dalam provinsi Tapanuli.

Mengapa penulis berkata demikian? tentu, karena kota Sibolga tidak dapat mengubah dirinya menjadi OTORITA KOTA SIBOLGA? Sebab selain wilayahnya sempit, anggaran belanja daerah pun kecil, maka pembangunan infrastruktur pun hanya sebatas ’melapisi’ yang ada saja, selain itu pengembangan pembangunan daerah tidak mampu bersaing dengan kota lainnya di Sumatra Utara.

Tarik-menarik dalam kepentingan, semata-mata hanya terobsesi dan ber-orientasi kepada rasa pesimis saja, Siapa, Dimana, Untuk Siapa? Lalu Bagaimana, untuk Apa? Itulah alasan penulis mengatakan bahwa jika kita tidak mau mencoba untuk ’mengalir seperti air’ maka niscaya-lah ’makna’ Sibolga sebagai Pusat Residen Tapanuli yang bersejarah cepat atau lambat, suka atau tidak suka, yang akhirnya akan berakhir dan terkubur.

Penulis dapat membuktikannya, salah satunya adalah ’hilangnya’ bukti sejarah berupa bangunan kuno buatan Belanda dan Tionghoa di kota Sibolga, semua sudah lenyap ”dilenyapkan” dan tidak dapat di buktikan lagi. Itukah rencana Kota Sibolga ke depan?

Mungkin saya, anda atau mereka yang lebih tahu arah kehidupan masa depan kota Sibolga?, tentu jawabnya tidak. Karena arah perkembangan masa depan daerah harus di awali dari terbentuknya sebuah pola pembangunan yang lebih “Up to Date” mampu berkopetensi dalam kebersamaan dan punya perencanaan yang matang denagn jaminan masa depan penduduknya kearah yang jelas. Sekian! (ph/ss/sb)

Kata kunci terkait:
provinsi tapanuli, Ibukota provinsi tapanuli, propinsi tapanuli, provinsi tapanuli 2015, provinsi tapanuli 2016, kabar terbaru provinsi tapanuli, wilayah provinsi tapanuli, prop tapanuli, prov tapanuli selatan, Dairi provinsi tapanuli

Lihat Juga

Brakk!!! Mega Pro vs Vario, Satu Tewas, Satunya Lagi Kritis

TAPTENG | suarasumut.com  –  Lakalantas antara Mega Pro Bk 5800 ZAD vs Vario BB 5440 ...

  • Andy Shamir

    setuju… kapan lg orang batak punya provinsi sendiri….