Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Ribut Soal Status Lahan, Pekerjaan Proyek Terganggu

Ribut Soal Status Lahan, Pekerjaan Proyek Terganggu

SIBOLGA | suarasumut.com  –  Pekerjaan Pembangunan Penahan Dyk dengan biaya sebesar Rp.253.111.000, yang terletak di Jalan Kopral Galung Silitonga, Lingkungan VI, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan kota Sibolga pada Senin (07/05) sejenak berhenti.

Pasalnya, beberapa warga yang berdomisili di lingkungan itu tarik-menarik kepemilikan lahan yang menjadi lokasi Proyek,

Amatan di lokasi, sejumlah warga bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan, Babinsa, dan Kepala Lingkungan tampak mendampingi pegawai dari Dinas PU PR Sibolga, saat berdialog dengan warga setempat.

Merdeka Sinaga, Bhabinkamtibmas Kelurahan Parombunan, kepada Tetty Br.Simanjuntak, selaku Kepala Lingkungan VI, menyarankan agar mengumpulkan warga. “Dikumpulkan saja warganya bu, diajak duduk bersama, biar persolannya cepat selesai, dan tidak berlarut-larut lagi,”sarannya.

Romsina selaku Direktur Teknik, didampingi Lamtiur selaku Pengawas Proyek, kepada warga mengatakan, Proyek ini terlaksana atas usulan warga juga melalui Musrenbang, nah jangan sesudah mau dibangun malah ribut,”ucapnya.

“Ini kan hanya pembuatan Dyk saja, itu pun untuk kepentingan warga juga, jadi tidak mengenai lahan warga, tapi jika ada permintaan warga agar disamping Dyk dibuat saluran air, ya kasih lahannya nanti kami dari Dinas PU akan memfasilitasi,”tandasnya.

Tetty Simanjuntak Kepling VI Aek Parombunan menjelaskan, bahwa pekerjaan proyek Dyk Penahan tanah itu, direncanakan pada tahun 2011 yang lalu, melalui Musrembang, namun baru tahun ini dapat direalisasikan pengerjaannya. “Ini pun, belum apa-apa sudah ribut, pusing kepala ku dibuat warga masyarakat ini, soalnya ketika Musrembang waktu itu, bukan saya Kepling nya pak, masih Kepling yang lama marga Zendrato,”ujar Tetty Simanjuntak.

Irma Pandiangan warga setempat mengatakan, perseteruan itu sudah lama berlangsung jauh sebelum ada proyek Dyk itu, mereka sudah ribut kiannya, padahal yang tinggal disitu hanya 4 KK sajanya,” timpal Irma.

Kepala Kelurahan Aek Parombunan, Firman Larosa saat dicoba dikonfirmasi via seluler terkait upaya mediasi yang akan dilakukan dengan warga, dari seberang dikatakannya, dia sedang di Medan. “Ini lagi rapat, hubungi nanti ya,”jawabnya seraya memutus sambungan telepon.

Sementara itu, Direktur Pelaksana CV.Putri Oliv, Hamzah Rohim Lumbantobing ketika dicoba dikonfirmasi terkait, lanjutan pekerjaan dilokasi yang sedang terjadi klaim kepemilikan oleh warga sekitar, tidak berhasil, dihubungi via selulernya selalu tidak aktif.(ip/ss-sb)

Lihat Juga

Bayar PSK Pakai Uang Palsu, Oknum ASN Kabupaten Nias Ditangkap

Nias | suarasumut.com  –  Bayar jasa psk pakai uang palsu, oknum aparatur sipil negara berinisial ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *