Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Renda Raut Laporkan Pelanggaran Calon Wawako Gunungsitoli

Renda Raut Laporkan Pelanggaran Calon Wawako Gunungsitoli

Gunungsitoli | suarasumut.com Aliansi Laskar Generasi Muda Merah Putih (Renda Raut) melaporkan pelanggaran yang diduga dilakukan calon Wakil Wali Kota Sowa’a Laoli, SE, M.Si kepada panitia pengawas pemilihan umum (Panwaslih) Kota Gunungsitoli.

Laporan Renda Raut yang diantar langsung Ketua LSM Gempita Sabarman Zalukhu dan Ketua LSM Laskar Merah Putih Krisman Zebua, diterima staff sekretariat Panwaslih Kota Gunungsitoli, divisi penanganan pelanggaran Berkat Harefa.

Sabarman Zalukhu didampingi Krisman Zebua yang ditemui di kantor Panwaslih Kota Gunungsitoli, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli, (25/1) mengungkapkan, laporan yang mereka serahkan kepada Panwaslih adalah laporan pelanggaran pemilu yang dilakukan calon Wakil Wali Kota Sowa’a Laoli, SE, M.Si.

Sowa’a Laoli, SE, M.Si diduga telah membuat pernyataan palsu bahwa dirinya tidak memiliki piutang, dan telah diserahkan kepada Pengadilan Tata Usaha Niaga serta Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) guna kelengkapan adminitrasi pendaftaran sebagai calon Wakil Wali Kota Gunungsitoli.

Setelah diselidiki, Sowa’a Laoli, SE, M.Si ternyata masih memiliki piutang kepada PT. BANK Sumut sebesar Rp 166.072.043, dan masih memiliki tanggungan utang yang merugikan negara sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Sumatera Utara atas kelebihan biaya perjalanan dinas luar daerah pada tahun 2010 dan 2013 sebesar Rp 38.776.400.

Demi lahirnya pemimpin Kota Gunungsitoli yang bersih, jujur, adil dan demokratis, maka LSM Gempita dan Laskar Merah Putih membentuk aliansi Renda Raut, serta melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan calon Wakil Wali Kota Sowa’a Laoli, SE, M.Si.

Kepada Panwaslih, Aliansi Rendra Raut meminta agar dalam waktu 3X24 jam sejak dilaporkan, laporan mereka dapat ditindaklanjuti kepada Gakkumdu dan Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Gakkumdu juga diminta untuk mengusut secara pidana laporan mereka, karena Sowa’a Laoli, SE, M.Si telah melakukan pelanggaran pidana dengan memberikan keterangan atau pernyataan palsu. “Inti laporan kami, proses Pilkada di Kota Gunungsitoli cacat hukum, karena salah satu calon yang maju pada Pilkada telah memberikan keterangan atau pernyataan palsu terkait piutang. Kami berharap ini dapat diproses secepatnya sebagai pidana pemilu,” tegas Sabarman.

Di tempat yang sama, staff Panwaslih, divisi penanganan pelanggaran Berkat Harefa memberitahu, seluruh komisioner Panwaslih Kota Gunungsitoli sedang dinas luar daerah. Sehingga, yang menerima laporan Aliansi Rendra Raut adalah dia sendiri.

“Semua Komisioner Panwaslih sedang dinas luar daerah, dan laporan Aliansi Renda Raut sudah kita terima. Permohonan laporan Aliansi Renda Raut akan kita periksa secara formal dan materil dulu untuk kemudian ditindaklanjuti,” jelas Berkat.

Panwaslih Rekomendasi KPU Tinjau Ulang SK penetapan LASO

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilihan Kota Gunungsitoli telah menerbitkan surat rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli. Isi rekomendasi Panwaslih adalah untuk meninjau ulang Keputusan KPU Kota Gunungsitoli nomor : 64/Kpts/KPU-K.GST-002.680675/2015 tanggal 24 Agustus 2015 tentang penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli tahun 2015.

Rekomendasi telah dilayangkan Panwaslih Kota Gunungsitoli kepada KPU Kota Gunungsitoli, Jum’at (15/1), diperiksa dan diputuskan KPU Provinsi dan atau KPU Kabupaten/Kota pelanggaran administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 139 ayat (2), paling lama 7 hari sejak rekomendasi Bawaslu Provinsi dan atau Panwaslu Kabupaten/Kota diterima.

Rekomendasi diterbitkan berdasarkan laporan kuasa hukum Makmur yang menduga telah terjadi pelanggaran administrasi dalam pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli pada Paslon nomor urut 2 atau Ir.Lakhomizaro Zebua dan Sowa’a Laoli, SE, M.Si (LASO) atas nama Sowa`a Laoli, SE, M.Si.

Dimana dari laporan kuasa hukum paslon Makmur, surat pernyataan Sowa`a Laoli, SE, M.Si tanggal 22 Juli 2015 kepada Ketua Pengadilan Niaga Medan melalui Pengadilan Negeri Medan, dimana menyatakan bahwa dia tidak memiliki tanggungan utang yang dapat merugikan keuangan negara.

Dalam surat pernyataan tersebut, Sowa’a telah menyatakan bahwa apabila kemudian hari pernyataannya tersebut terbukti tidak benar, maka dia bersedia dituntut depan hukum menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun pada kenyataanya sesuai bukti dan fakta, Sowa`a Laoli, SE, M.Si masih memiliki sisa pinjaman kredit kepada BANK Sumut sebesar Rp 166.072.043 memiliki tanggungan utang yang merugikan negara sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Sumatera Utara atas kelebihan biaya perjalanan dinas luar daerah pada tahun 2010 dan 2013 sebesar Rp 38.776.400 ketika masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Gunungsitoli.

Maka Sowa’a Laoli menurut Darisalim telah memberikan keterangan tidak benar kepada Ketua Pengadilan Niaga Medan melalui Pengadilan Negeri Gunungsitoli, dan memberikan laporan yang tidak benar dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara ( LHKPN ) yang diserahkan kepada KPK.

Namun, Sowa’a yang ditemui pada penetapan paslon LASO sebagai pemenang Pilkada Kota Gunungsitoli di Wisma Soliga, Kota Gunungsitoli mengaku tidak tahu menahu terkait surat rekomendasi dari Panwaslih kepada KPU.(sw/ss/gs)

Kata kunci terkait:
bank sumut, jumlah pemilih 2016 kota gunungsitoli

Lihat Juga

Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi Dibidang Lingkungan Hidup

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setelah menerima Penghargaan terbaik I Tingkat Provinsi Sumatera ...