Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Rembuk Nasional Dengan Kementerian, Drs Delta Pasaribu M Pd : Ada Sekitar 300 Orang Di Tapteng Yang Alami Cacat

Rembuk Nasional Dengan Kementerian, Drs Delta Pasaribu M Pd : Ada Sekitar 300 Orang Di Tapteng Yang Alami Cacat

Tapteng | suarasumut.com  –  Dinas pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah (Disdik Tapteng) pada saat kunjungan acara rembuk nasional di Medan, bersama tamu dari Kementrian Pendidikan Nasional 21 S/D 23 Februari 2016 kemarin telah mengusulkan terhadap Dinas pendidikan provinsi agar pembangunan pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) perlu dibangun.

Pasalnya, di perkirakan ada sekitar ratusan orang di Tapteng yang alami cacat fisik dan keterbelakangan mental. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tapteng Drs Delta Pasaribu M Pd di Kantor Disdik Tapteng.

Kadisdik Tapteng mengatakan, minimnya serta tidak adanya pelayanan pendidikan berkebutuhan khusus bagi keterbelakangan fisik maupun mental di kabupaten Tapteng timbul suatu ide maupun gagasan untuk menekan (press) kementrian pendidikan melalui media. Maka itu sambung Delta timbul niat untuk membangun SLB

”Saya marah besar, ketika saya di provinsi dulu saya yang menentukan kemana SLB dibangun, belum ada dari Tapteng yang mengusulkan itu, maka dengan cara ini Saya gunakan jasa pers menjumpai Kementrian Pendidikan dan disitu saya tekankan agar pembangunan pelayanan pendidikan SLB perlu dibangun, sebab lahan untuk pembangunan SLB Tapteng selalu siap. Hingga saat ini di perkirakan ada sekitar 300 0rang yang cacat fisik dan keterbelakangan mental di Tapteng,”ucap Delta di hadapan pers, Kamis (25/12).

Ia juga berharap, agar pers dapat membantu mencerdaskan dan mencerahkan melalui pemberitaan tentang pendidikan yang masih tertinggal di wilayah Tapteng.  “Secara profesional kwalitas dan kwantitas pembangunan melalui pemberitaan akan segera terealisasi jika berita pendidikan kita tingkatkan,”ujarnya.

Di jelaskan, ada tuna netra (tidak bisa melihat), tuna grahidra (gagap berbicara) tuna rungu (alami gangguan pendengaran dan percakapan), tuna daksa (seperti fisik), dan ada juga anak yang bandal,” selama ini kita hanya sibuk membangun pendidikan formal. Padahal, dari sisi kemanusiaan menolong orang cacat kata orang tua lebih tinggi pahalanya dari pada orang yang normal,” sebutnya.

Di Tapteng di Kecamatan Pinang Sori lanjut Delta Pasaribu, SDLB memang ada, namun sekolah tersebut hanya memfasilitasi tingkat SD yang cacat sementara SLB mencakup keseluruhan gabungan pendidikan yang cacat. ”Ada SD SLB, ada SLTP SLB, SLTA SLB. Ini maunya nanti yang kita bangun,” harap kadisdik Tapteng. (ph/ss-tpt)

Kata kunci terkait:
kepala dinas pendidikan tapteng 2017, drs delta pasaribu tapteng, orang pasaribu, TNI AL pasaribu, van delta pasaribu

Lihat Juga

Sosialisasi Seleksi, Pembinaan Calon Anggota Polri, Polres Tapteng MoU Dengan Pemkab

Tapteng | suarasumut.com –  Melahirkan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi generasi muda Tapanuli ...