Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Dairi ›› Rem Blong, Tewaskan 2 Orang

Rem Blong, Tewaskan 2 Orang

Sidikalang, suarasumut.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan raya Kali ini laka lantas itu terjadi di Jalan Raya Jl SM Raja Bawah, Sumbul, Kabupaten Dairi melibatkan Truk,mobil Tangki, mobil kenderaan Online milik BRI dan 6 motor. Akibat insiden tersebut, 2 orang tewas dan melukai 3 orang luka berat.

Suara benturan keras yang terdengar membuat warga seputar kota Sumbul, Kecamatan Sumbul, Dairi, Rabu (19/11) sekira pukul 9.30 Wib, menghebohkan warga karena mobil truck pengangkut minuman kemasan produk cocacola BK 9953 MY menabarak bagian belakang mobil tanki pengangkut aspal curah no pol BK 8723 BN. Benturan tersebut mereka rasakan hingga bagaikan getaran gempa dan menggetarkan rumah-rumah warga bahkan merusak satu tiang jaringan Telkom.

Ditemukan dilokasi kejadian, kernet mobil pengangkut minuman kemasan kaleng dan botol tersebut meninggal dan masih terjepit diantara kedua mobil yang belum dapat dipisahkan. Sedangkan botol dan kaleng kemasan minuman menutupi badan jalan serta aspal yang masih cair terlihat mengucur dari lobang tanki yang bocor akibat benturan itu.

Beberapa warga kepada wartawan mengakui, kejadian tersebut sangat tidak diduga karena begitu cepat. Mereka menyebutkan, mobil pengangkut minuman tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari Medan menuju Sidikalang. Diduga karena remnya blong, pengemudi mobil minuman itu mencari sasaran untuk berhenti dan mengurangi korban.

“Kami juga heran melihat mobil itu. Pokoknya kencang kalilah. Dia mungkin mencari sasaran untuk berhenti dan tidak ada korban, ternyata kernetnya mati terjepit,” ujar warga yang mengaku takut melihat salah seorang korban jiwa masih menempel dan melekat karena pakaiannya terkena aspal cair.

Selain awak kedua mobil, warga setempat juga ada yang menjadi korban akibat kecelakaan maut tersebut. Bahkan, mobil kendaraan online milik BRI unit Sumbul, turut serta rusak akibat rembesan kecelakaan yang hingga menutup akses lalu lintas itu selama lebih kurang satu jam. Kepolisian dari Polsek Sumbul langsung melakukan pengamanan lokasi kejadian, sedangkan Satuan Lalulintas dari Polres Dairi melakukan identifikasi dan melakukan upaya penyelamatan korban yang masih dapat ditolong.

Beberapa warga yang sudah trauma dengan berbagai kecelakaan hingga merenggut nyawa di seputaran jalan nasional itu, mengharapkan seluruh pengemudi truck atau kendaraan yang bermuatan berat, melakukan pemeriksaan keadaan kendaraan terutama rem. Mereka mengaku sudah dihantui berbagai kejadian, kalau mendengar suara rem angin (break).

“Setelah kejadian Rabu (6/8) pagi di desa Invaliden, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi yang menewaskan 3 pelajar SD, telah diadakan kesepakatan supaya truck bermuatan berat berhenti pada tempat yang sudah ada di Tanjung Beringin. Namun, beberapa pengemudi tidak setuju dengan berbagai alasan,” ujar beberapa warga.

Kapolres Dairi AKBP Gideon Arif Setyawan didampingi Kasat Lantas Polres Dairi, AKP SP Anak Ampun kepada wartawan Rabu (19/11)yang turun ke lokasi kejadian selanjutnya mengevakuasi korban, menyebutkan, pihaknya mengalami kendala untuk mendapatkan identifikasi para korban. Menurutnya, pihaknya lebih mengutamakan pertolongan pertama pada korban yang mengalami luka ke Puskesmas Sumbul, selanjutnya ke RSUD Sidikalang di Sidikalang.

“Kecelakaan ini beruntun yang melibatkan 1 unit Mobil truck tronton pengangkut minuman ringan BK 9353 MY diduga rem blong kontra 6 unit sepeda motor yang parkir jalan, 1 unit mobil PT Bank BRI Ford B 9296 PCH yang parkir ditepi jalan, mobil pick up jenis L 300 BK 9058 DJ (parkir ditepi jalan) kontra mobil Truk tanki pengangkut aspal curah BK 8723 BN yang berjalan searah menuju Sidikalang,” sebut Anak Ampun.

Ditambahkan Anak Ampun, pengemudi truk pengangkut aspal curah Fransiskus Huta Barat (30) dan kernet Aldo Hutapea (17) warga desa Cinta Damai Kecamatan Babul Makmur kota Medan.

“Korban meninggal dunia Anto (Kernet Mobil Truk pembawa minuman ringan BK 9953 MY), Ardi Sihombing (30) warga Siboras,Desa Pegagan Julu III, Kecamatan Sumbul Dairi, pengemudi sepeda motor Yamaha Soul BB 2454 YE. Sedangkan korban yang mengalami luka berat Bambang Teguh Arifianto, pengemudi truck pengangkut minuman ringan serta luka ringan 2 (dua) org pengemudi sepeda motor yang identitas belum diketahui, dirawat di dukun patah Malumta Sidikalang,” tambah Anak Ampun.

Untuk menghindari terulangnya peristiwa serupa, Anak Ampun mengimbau pemilik armada bus dan angkutan umum sering mengecek kondisi komponen kendaraan, seperti ban, rem, dan lampu.

Pantauan wartawan di Kota Sumbul, kegelisahan waraga setempat berubah seketika. Setelah mengetahui yang berserak di badan jalan adalah minum kemasan kaleng dan botol, warga memungut dan menikmatinya. Sebahagian warga juga histeris melihat kondisi seorang kernet yang tewas karena terjepit dan masih menempel pada bagian belakang mobil tanki aspal curah.

Pihak lalulintas Polres Dairi terpaksa menutup jalan dan mengalihkan kendaraan, karena pada badan jalan dipenuhi pecahan botol minuman serta kaleng. Sedangkan untuk pembersihan, terlihat satu unit mobil pemadam kebakaran untuk menyiram badan jalan. (vd/ss/dr)

Kata kunci terkait:
kecelakaan maut di sidikalang 18 juli 2015, sumbul dairi, kecelakaan sumbul, kecelakaan motor aspal curah di sumbul, kecelakaan sumbul sidikalang, kebakaran SDN 116890 tugusari kota pinang, kecelakaan truck di sumbul, laka lantas lae pondom dairi 24 januari2017, vidio truk blong rem di padang sedempua 2014, laka disumbul sidolalang

Lihat Juga

Brakk!!! Mega Pro vs Vario, Satu Tewas, Satunya Lagi Kritis

TAPTENG | suarasumut.com  –  Lakalantas antara Mega Pro Bk 5800 ZAD vs Vario BB 5440 ...