Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Rastra Tidak Layak Konsumsi, Kansilog Gunungsitoli Didemo Warga

Rastra Tidak Layak Konsumsi, Kansilog Gunungsitoli Didemo Warga

Gunungsitoli | suarasumut.com  —  Dituding sengaja mendistribusikan beras sejahtera (Rastra) tidak layak konsumsi kepada masyarakat Nias, Kepala Seksi Logistik (Kansilog) Gunungsitoli Kurnia Hasibuan didemo warga.

Warga yang terdiri dari gabungan organisasi masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Peduli Kepulauan Nias (Alpenas), menuntut Kansilog Gunungsitoli minta maaf kepada seluruh masyarakat Nias atas kecerobohannya mendistribusikan Rastra tidak layak konsumsi.

Selain minta maaf, pada pernyataan sikap yang dibaca para demonstran saat unjukrasa di depan Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Kamis (8/6), para demonstran meminta agar Rastra yang disalurkan sesuai standart yang telah ditentukan.

Kurnia Hasibuan juga dituntut untuk mengganti Rastra tidak layak yang telah disalurkan kepada masyarakat tanpa harus menunggu laporan masyarakat, dan mengultimatum 7×24 jam apabila tuntutan mereka tidak diindahkan, maka Alpenas akan melakukan unjukrasa kembali dengan jumlah yang lebih banyak.

Tidak lupa dalam pernyataan sikapnya, Alpenas meminta seluruh Pemerintah Daerah dan DPRD yang ada di Kepulauan Nias untuk melakukan pengawasan serta mendesak Bulog mengganti Rastra tidak layak yang sudah disalurkan kepada masyarakat, serta mendesak Polres Nias untuk melakukan penyelidikan terkait penyaluran Rastra di Pulau Nias, karena diduga sarat dengan korupsi.

Rastra Tidak Layak Sudah Diganti

Ketika menerima para demonstran, Kansilog Gunungsitoli Kurnia Hasibuan menegaskan, Rastra yang disalurkan kepada masyarakat Nias asalnya dari Pulau Jawa, dan beras rusak atau tidak layak yang sempat disalurkan kepada masyarakat, dan ada laporannya sudah diganti.

Dia meminta kepada para demonstran agar menunjukkan dimana Rastra tidak layak yang masih belum dilaporkan penerima manfaat, dan berapa jumlahnya, supaya Bulog Gunungsitoli segera menggantinya dalam waktu 2×24 jam.

“Kepada ormas dan LSM, saya meminta agar ditunjukkan di daerah mana ada Rastra tidak layak dan masih belum dilaporkan penerima manfaat, dan berapa jumlahnya. Kita akan segera mengganti beras tersebut dalam waktu 2×24 jam,” tegas Kurnia Hasibuan sambil meninggalkan para demonstran dan kembali masuk ke dalam kantor.

7.120 Kg Rastra Tidak Layak Sudah Diganti

Usai menemui para demonstran, Kansilog Kurnia Hasibuan yang ditemui di ruang kerjanya memberitahu, hingga saat ini Bulog Gunungsitoli sudah mengganti sebanyak 7120 kg beras tidak layak yang telah dilaporkan masyarakat dari sejumlah daerah di Kepulauan Nias.

Bulog Gunungsitoli sudah mengganti beras rusak tersebut dan mengantarkan langsung kepada masyarakat tanpa mengutip biaya sepersenpun. Disinggung terkait kerusakan beras, Kurnia menerangkan jika mereka di Bulog Gunungsitoli hanya sebagai penerima, penjaga dan pendistribusi beras yang dikirim dari Pulau Jawa.

Namun, dia mengakui jika ada sejumlah beras yang kualitasnya menurun akibat keterlambatan pendistribusian beberapa waktu yang lalu, apalagi Rastra yang masuk di Pulau Nias adalah Rastra pengadaan tahun 2016. Mengenai Rastra tidak layak konsumsi, dia memastikan jika yang bisa menentukan hal tersebut hanya yayasan lembaga konsumen Indonesia.(al/ss-gs)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...