Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Pupuk Langka Dan Mahal, Dandim 0213/Nias Sidak Gudang Distributor

Pupuk Langka Dan Mahal, Dandim 0213/Nias Sidak Gudang Distributor

Gunungsitoli, suarasumut.com — Dalam menanggapi keluhan para petani terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Pulau Nias, Dandim 0213/Nias Letkol.Inf.Luhut Bernandus Sidabariba,S.ip bersama Perwira Seksi Intelijen Kodim 0213/Nias Kapten.Inf.W.Sinaga dan anggotanya melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah gudang distributor pupuk bersubsidi di Kota Gunungsitoli, Selasa (24/3).

Dandim 0213/Nias menemukan, sejumlah Distributor Pupuk Bersubsidi masih belum menyalurkan pupuk kepada para petani, dan harga jual pupuk bersubsidi oleh pengecer kepada para petani jauh diatas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditentukanpemerintah.

Pada sidaknya di gudang milik UD.Mohaga di Desa Hilimbawadesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, kepada wartawan Dandim 0213/Nias mengatakan, swasembada pangan adalah program Presiden RI saat ini, dan TNI AD telah diperintahkan petani untuk mensukseskan swasembada pangan.

Dalam mensukseskan swasembada pangan di Pulau Nias, TNI mendapat sejumlah kendala, dimana salah satunya adalah kelangkaan pupuk bersubsidi. Petani sangat sulit mendapat pupuk, dan walaupun ada, namun harganya sangat mahal.

Untuk memastikan keluhan petani tersebut, dia mengajak jajarannya untuk meninjau langsung dilapangan, dan berdasarkan data yang dihimpun dilapangan, harga pupuk urea bersubsidi dijual kepada para petani oleh pengecer Rp 135 ribu perzak atau lebih mahal Rp 45 ribu persak dari harga Het sebenarnya Rp 90 ribu persak.

Data tersebut kelak akan dikumpul dan akan dicari tahu penyebab pastinya harga pupuk mahal dan menghubungi npihak terkait, terutama komisi pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi untuk mencari solusinya.

Pada sidak di Desa Hilimbawadesolo, sejulah kelompok tani melaporkan kelangkaan pupuk dan mahalnya harga pupukyang mereka beli dari pengecer, dan berharap pemerintah Kota Gunungsitoli dapat turun tangan.
Menurut para kelompok tani, mereka wajib membeli pupuk bersubsidi Rp 135 ribu persak, dan jika tidak mau membeli dengan harga yang telah ditetapkan pengecer, maka mereka tidak akan mendapat pupuk dan tanaman mereka tidak mendapat asupan pupuk dan terancam gagal panen.

Damili R gea, distributor pupuk bersubsidi PT.Idanoi yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler mengatakan, perusahaanya menyalurkan pupuk kepada pengecer sesuai harga HET, yakni Rp 90 ribu persak.

Namun, masih banyak RDKK kelompok tani yang belum selesai, sehingga pupuk jatah kelompok tani yang RDKKnya belum selesai tidak dapat disalurkan.(sw/ss/gs)

Kata kunci terkait:
Gudang pupuk di nias

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...