Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› PTPN3 Ultimatum Pemkab Labuhanbatu Agar Kosongkan TPA

PTPN3 Ultimatum Pemkab Labuhanbatu Agar Kosongkan TPA

Labuhanbatu, suarasumut.com – Kota Rantauprapat terancam jadi kota sampah. Itu, setelah adanya “pelarangan” pembuangan sampah di areal milik PTPN3 Rantauprapat yang selama ini dijadikan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) Perlayuan. Alhasil, di Kota Rantauprapat potensi terjadinya penumpukan sampah tidak pada tempatnya.

Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN) PTPN3 Basis Kebun Rantauprapat melalui surat bernomor 31/SP BUN/KRPPT/IV/2014, meminta Pemkab Labuhanbatu mengosongkan seluruh TPA sampah yang mengenai HGU mereka.

Ketua dan Sekretaris SP BUN , Ryono SP dan Jhoni Asmara melalui surat itu, tegas mengultimatum Pemkab Labuhanbatu segera melaksanakan pengosongan tersebut. Alasannya, pertimbangan menyangkut keperdulian kesehatan warga PTPN3 yang selama ini tinggal di seputaran TPA sampah Pemkab Labuhanbatu.

Khususnya, menjaga hal yang tak diingini. Termasuk, soal serangan nyamuk malaria. Penegasan pengosongan areal itu juga dikarenakan pinjam pakai TPA di areal HGU sudah lama berakhir dan keberadaan TPA tersebut dekat dengan pemukiman masyarakat.

SP BUN, dalam surat tersebut mengaku sudah banyak yang jadi korban akibat DBD, namun perhatian Pemkab Labuhanbatu terhadap wabah tersebut dinilai lambat bahkan nyaris tidak ada perhatian.

Guna mempercepat pemindahannya, SP Bun mengultimatum waktu pemindahan selama 7 X 24 jam. “Kami memberikan toleransi selama 7 X 24 jam setelah terbitnya surat tersebut,” ujar H Sembiring, salahseorang staf perkebunan itu, Kamis (18/12) di Rantauprapat.

Sementara itu, Kamal Ilham, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan (Dispaskeb) Labuhanbatu membenarkan adanya surat tersebut. Tapi, menurut Kamal pihaknya juga telah menyurati pihak manajemen PTPN3 Rantauprapat. Isinya, mohon pertimbangan pemanfaatan areal untuk pengelolaan sampah.

“Kita menyurati PTPN3 agar mengijinkan kembali pemanfaatan lahan dijadikan TPA,” ujar Kamal.

Menurutnya, TPA tersebut menampung sampah sebanyak 7 ton perhari. “Itu dari produksi sampah di beberapa titik di Labuhanbatu,” imbuhnya.

Memang, menurut dia, Pemkab Labuhanbatu sejak awal sudah mencari areal baru untuk dibangunkan TPA. Tapi, sampai sekarang masih proses permohonan ijin dan pelepasan kawasan hutan untuk dijadikan sebagai TPA. Lokasinya di Desa Bandar Kumbul, Bilah Barat.

“Masih menunggu realisasi pemanfaatan kawasan hutan sebagai TPA,” kata Kamal seraya menambahkan dalam permohonan itu mengajukan penggunaan lahan seluas 30 hektar. (ta/ss/lb)

Kata kunci terkait:
tpa ranto prapat kota, logo spbun ptpn 3, lokasi tpa rantauprapat, tpa rantau prapat

Lihat Juga

Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu Diikuti 430 Riders Roda 2 Dan 70 Off Roader

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Event bergengsi “Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu” yang dilaksanakan ...