Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› PT Medan Nyatakan Pertimbangan Hakim Armansyah Siregar SH MH & Mince S Ginting Keliru

PT Medan Nyatakan Pertimbangan Hakim Armansyah Siregar SH MH & Mince S Ginting Keliru

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Melalui putusan nomor 463 / PID.SUS / 2015 / .MDN pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Armansyah Siregar SH MH, Jhonson FE Sirait SH, dan Mince S Ginting SH dinyatakan keliru oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Pasalnya, Majelis Hakim perkara nomor 159/Pid.Sus/2015/PN-RAP itu menyatakan barang bukti sabu 30 gram bukan milik terdakwa tanpa adanya saksi yang menguatkan alibi terdakwa. “Majelis Hakim tingkat pertama dengan serta merta menyatakan bahwa barang-barang bukti tersebut bukan milik terdakwa, tetapi milik Jahar alias Bejo alias Ja dan Joy alias si Joy dan para saksi tidak ada menerangkan bahwa barang bukti tersebut milik terdakwa, menurut Pengadilan Tinggi pertimbangan tersebut merupakan pertimbangan yang keliru,”ucap Majelis Hakim PT Medan dalam putusannya nomor 463 / PID.SUS / 2015 / PT.MDN.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Senin (14/9), melalui putusan 463 / PID.SUS/2015/PT.MDN yang diucapkan pada tanggal 28 Agustus 2015, terdakwa Syirwan Sabran divonis pidana penjara 8 tahun. Sementara, dalam putusan 159/Pid.Sus/2015/PN-RAP, terdakwa Syirwan Sabran divonis 1 tahun dari 14 tahun pidana penjara tuntutan Jaksa Kejaksaan Negeri Rantauprapat.

Humas PT Medan, Bangun Ginting SH yang dikonfirmasi melalui selulernya menyebutkan, dirinya harus mencari dan membaca putusan tersebut untuk memberikan penjelasan. Dia menyebutkan, setiap putusan PT Medan dapat didowload oleh setiap lapisan masyarakat seharis setelah diucapkannya putusan. “Besoklah ingat kembali. Inikan sudah bukan jam kerja, harus saya cari lagi putusannya. Biasanya sehari setelah putusan sudah diupload,” kata Bangun Ginting saat ditanya kebiasaan PT Medan mengupload putusan di website.

Sekedar untuk diketahui, vonis pidana penjara 1 tahun oleh Majelis Hakim yang diketuai Armansyah Siregar atas perkara terdakwa Syirwan Sabran hingga saat ini masih menuai kotaversi ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Labuhanbatu. Selain vonis 1 tahun atas kepemilikan 30 gram sabu, vonis tersebut sangat kental dengan dugaan intervensi suap sebesar Rp300 juta yang juga mengalir kepada sejumlah LSM dan wartawan.

Pertimbangan hukum vonis 1 tahun dari 14 tahun pidana penjara terdakwa Syirwan Sabran diambil melalui dissenting opinion oleh Hakim Jhonson FE Sirait. Dikarenakan kalah suara, (voting,red) dengan Hakim Armansyah Siregar dan Mince S Ginting, Majelis Hakim yang mengadili perkara tersebut menyatakan terdakwa Ambar tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primair, Pasal 114 ayat (2) dengan subsidair kesatu Pasal 112 ayat (2) dan subsidair kedua Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU Narkotika).

Oleh pertimbangan itu, terdakwa dibebaskan dari semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum () Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat.

Ironinya, sekalipun terdakwa Ambar dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang didakwakan, Majelis Hakim bukannya membebaskan terdakwa dari hukuman tetapi malah menghukum terdakwa Ambar selaku anggota Polri, Resor Labuhanbatu itu menggunakan pasal diluar dakwaan JPU Kejari Rantauprapat, yakni Pasal 131 ayat (1) UU Narkotika.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,”ucap Majelis Hakim yang diketuai Armansyah Siregar SH MH yang didampingi Hakim Anggota I, Jhonson FE Sirait SH, dan Hakim Anggota II, Mince S Ginting SH dalam salinan putusannya. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

KSOP Gunungsitoli Gelar Diklat Gratis Untuk Nelayan Gunungsitoli, suarasumut.com-- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas V Gunungsitoli gelar pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat kapal layar motor (KLM) secara gratis untuk nelayan di Kepulauan Nias. Jika berminat, nelayan di Kepulauan Nias bisa mendaftar di kantor KSOP Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara mulai tanggal 17 Oktober sampai 1 November 2018. Hal tersebut disampaikan kepala KSOP Kelas V Gunungsitoli Merdi Loi ketika di temui di kantor KSOP kelas V Gunungsitoli, Jum,at 19 Oktober 2018. Merdi memberitahu, diklat gratis kepada nelayan kerjasama dengan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, dan digelar selama lima hari atau tanggal 12 sampai 16 November 2018 di komplek pelabuhan Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Nelayan yang berminat bisa mendaftar di kantor KSOP dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa dan surat keterangan sehat dan tidak buta warna dari rumah sakit pemerintah. Membawa foto copy izajah minimal SD, dan bagi yang tidak punya izajah bisa diberi dispenisasi harus benar-benar nelayan, foto copy KTP/SIM, umur minimal 16 tahun dibuktikan surat akte kelahiran atau surat keterangan lahir dari Kepala Desa, foto ukuran 3x4 latar belakang berwarna dan mengisi formulir pendaftaran. Untuk snack dan makan siang para peserta selama pelaksanan diklat kita yang menanggung, dan usai mengikuti diklat, para peserta akan mendapat sertifikat basic safety training (BST) nelayan, sertifikat keterangan kecakapan (SKK) nelayan dan alat keselamatan (life jacket). Tidak lupa Merdi menambahkan jika pada tanggal 2 November 2018 akan dilakukan pemeriksaan buta warna oleh tim Dokter Politeknik Pelayaran Sumatera Barat dan selama pendaftaran dan pelaksanaan diklat sampai diterbitkan sertifikat, peserta diklat tidak dipungut biaya apapun atau gratis. "diklat khusus kita gelar bagi masyarakat yang benar benar nelayan dan tidak diterima peserta diklat yang profesinya bukan nelayan.AL

Meriahkan HUT Pemko Padangsidimpuan 158 Anak SD Dan TK Ikuti Lomba Mewarnai

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemko Padangsidimpuan yang ke-17 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.