Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Proyek Gunakan Kayu Mangrove, Kadishut Labura: Bukannya Melindungi, Malah Merusak

Proyek Gunakan Kayu Mangrove, Kadishut Labura: Bukannya Melindungi, Malah Merusak

Kualuh Leidong, suarasumut.com – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan bahwa mangrove merupakan ekosistem hutan, dan oleh karena itu, maka pemerintah bertanggungjawab dalam pengelolaan yang berasaskan manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan (Pasal 2).

Selanjutnya dalam kaitan kondisi mangrove yang rusak, kepada setiap orang yang memiliki, pengelola dan atau memanfaatkan hutan kritis atau produksi, wajib melaksanakan rehabilitasi hutan untuk tujuan perlindungan konservasi (Pasal 43).

Mengacu UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, sangat bertolak belakang dengan apa yang diterlihat dalam pengerjaan proyek gudang di Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara yang dilaksanakan Kementerian Perhubungan Laut ini, dimana kayu mangrove dipergunakan untuk bahan matrial pengerjaan.

Kepala Dinas Kehutanan Labura, Drs.Adu Pargaulan Sitorus menanggapi adanya pengrusakan Mangrove yang dilakukan orang orang yang tidak bertanggungjawab mengatakan, jelas itu merupakan tindakan melanggar hukum sesuai undang undang kehutanan.

“Seharusnya kita harus melindungi mangrove bukan malah ikut merusak kelestarian hutan mangrove yang sudah dipelihara dan dirawat oleh pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara,”terang Kadis kepada suarasumut.com melalui seluler.

Tambahnya, sudah berulang kali melakukan pengawasan terhadap hutan Mangrove di kawasan Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura untuk tidak di rambah lagi. “Semua kita tahu, hutan mangrove sudah sangat sedikit akibat terlalu lama di rusak oleh orang –orang yang tidak bertanggu jawab , itulah kita harus bisa memahaminya,”tambah Adu Sitorus.

Menanggapi adanya pengerjaan proyek gudang yang menggunakan kayu mangrove, Ketua LSM PIPMI Kecamatan Kualuh Leidong, Hasan Basri angkat bicara, saat di jumpai wartawan media ini di salah satu warung kopi yang ada di lokasi Kelurahan Tanjung Leidong. “Saya mengecam kelakuan kontraktor itu, apa dia nggak tahu kalau kayu hutan mangrove itu dilarang apa lagi untuk proyek pemerintah seperti yang dilaksanakan kementerian perhubungan ini, seharusnya mereka tahu itu tidak boleh ,malah mereka ikut merusak,”tegas Hasan.

Hasan menambahkan, selain merusak, mereka bisa dikenakan pidana akibat ikut serta melakukan perambahan hutan mangrove ini, sebab hutan tersebut sudah di lindunggi oleh negara maupun internasional, selain itu tempat tersebut merupakan ekosisitem laut untuk ikan bertelur, kan masih ada alternatif lain seperti batang bambu atau batang kelapa, juga batang pokok pinang, untuk di gunakan tak mesti kayu mangrove.

“Saya berharap kepada pihak Dinas Kehutanan Kab. Labura untuk bisa meninjau kelapangan, lokasi proyek yang memakai kayu mangrove tersebut, dan kalau bisa mereka diberikan sangsi tegas atau membuatkanti rugi dan kalau perlu diseret ke meja hukum,” ungkap Ketua LSM PIPMI ini dengan nada keras .

Dari hasil pantauan suarasumut.com dilokasi pengerjaan proyek yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubunggan Laut, terlihat akitivitas pengerjaan proyek tersebut banyak menggunakan kayu mangrove untuk membuat pondasi tiang serta peranca, dan tidak ada terlihat salah satu pengawas dari pihak kontraktor.

Saat dijumpai salah satu anggota pekerja, mengenai kenapa mengunakan kayu mangrove, mereka hanya menjawab kami tidak tahu dan kami hanya pekerja di sini. Saat ditanya siapa penanggujawab kerjanya mereka tidak mau menjawab ,sambil meninggalkan wartawan.

Terpisah saat wartawan menyambangi Kantor Pelabuhan III Tanjung Leidong menemui Kepala Syahbandar, beliau tidak berada ditempat. Saat diminta penjelasan kepada anggota di kantor siapa penanggujawab proyek tersebut, salah satu stafnya mengatakan, tidak mengetahuinya. Nanti saja datang kembali pak ya,”ujar staf (hs/ss/lu))

Lihat Juga

Kapolres : Anggota Polres Labuhanbatu Yang Beck-Up Judi Lapor Ke- Saya

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu terus gencar memburu pelaku perjudian diwilayah hukumnya. Terbukti dengan ...