Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Proyek Balai Wilayah Sumut II Di Labura Diduga Tumpang Tindih

Proyek Balai Wilayah Sumut II Di Labura Diduga Tumpang Tindih

Kualuhleidong | suarasumut.com  –  Proyek balai wilayah sungai Sumatera II untuk tanggul Irigasi di Desa Simandulang Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara sangat membaik bagi petani. Sayangnya, lokasi Dana untuk tanggul irigasi tersebut yang diberikan tak dimanfaatkan untuk proyek, justru dikerjakan ulang oleh pemerintah Pusat Sehingga, banyak pemanfaatan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang justru tumpang tindih.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Independent Pelayanan Masyarakat Indonesia (LSM PIPMI) Kualuhleidong Abu Sofyan, dia katakannya, di Dana APBN Sumatra II untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara, ditemukan beberapa kasus proyek dengan proyek rawa Sumut malah ternyata tumpang tindih dengan proyek Balai Sungai Sumatra II. Hal tersebut membuat proyek yang dikerjakan justru sia-sia.

“Contoh kasusnya kami temukan dalam pengerjaan proyek tanggul dari balai wilayah sungai Sumut II untuk Labuhanbatu utara, kami menemukan bahwa lokasi yang dikerjakan di Desa Simandulang tahun lalu pernah di kerjakan. untuk tanggul benteng air asin oleh Dinas Perairan Rawa Provsu. Seakan Dana APBN yang dikelola Balai wilayah sungai menumpang pengerjaan proyeknya,”ungkapnya di kantornya, Rabu (12/4).

Lanjutnya, hal tersebut menjadikan proyek proyek perairan Rawan dan jadi sia-sia. Apalagi, dana yang dikeluarkan Pemerintah miliaran rupiah. Disisi lain, ketidaktahuan pemerintah daerah Labuhanbatu Utara terhadap proyek APBN balai wilayah Sungai Sumut II. Juga menunjukkan kurangnya koordinasi antara pemerintah Pusat dengan pemerintah Daerah Labura seperti Kecamatan dan Desa.

“Hal serupa juga diutarakan Pemerintah Kecamatan Kualuhleidong melalui Kepala Desa Simandulang, Sangkot kepada suarasumut.com, mengakui tidak adanya laporan pengerjaan proyek balai wilayah sungai Sumut II, yang dikerjakan di derah desanya, mereka hanya melayangkan surat saja. Tetapi tidak melibatkan kami dalam lokasi pembangunan yang mana saja mau dikerjarakan. Makanya pemgerjaannya tumpang tindih,”terangnya.

Sambung Kades Sangkot, lokasi yang pembuatan tanggul irigasi sekarang ini pernah dikerjakan tahun 2016 lalu, ini di kerjakan kembali  ditempat yang sama. Ini hanya menambahkan tingginya saja. “Menurut informasinya 5 Km dengan lebar 6.M. Kades juga mengakui pengerjaan proyek dari Balai wilayah Sumut II cukup berbeda dari proyek yang lain, sebab kalau proyek yang lain setiap melakukan pengerjaan selalu memasang Papan Plang Proyek, tetapi kalau Proyek yang satu ini tidak memasang papan Plank proyek, seakan mau mengkelabui masyarakat kalau jumlah dana proyeknya berapa dan perusahaan apa yang mengerjakan,”tambah Sangkot..

Kades Sangkot juga mengakui, keberadaan proyek dari balai wilayah sungai Sumut II ini,  sudah ada warga yang bertanya hanya saja dijelaskannya kepada warga kalau dia tidak tahu jelas proyek tersebut.(hs/ss-lu)

Kata kunci terkait:
Contoh plang proyek pembangunan desa labuhanbatu selatan, PROYEK Balai Wilayah Sungai APBN 2016 Di Tapanuli tengah

Lihat Juga

Sosialisasi Seleksi, Pembinaan Calon Anggota Polri, Polres Tapteng MoU Dengan Pemkab

Tapteng | suarasumut.com –  Melahirkan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi generasi muda Tapanuli ...