Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Program Labuhanbatu Mengaji Dinilai Jalan Ditempat

Program Labuhanbatu Mengaji Dinilai Jalan Ditempat

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Seluruh Guru Mengaji di Kabupaten Labuhanbatu mengucapkan terimakasih kepada bapak Bupati Labuhanbatu dr. H Tigor Panusunan Siregar, SpPD karena telah memprogramkan Labuhanbatu Mengaji didaerah ini, dengan adanya Program Labuhanbatu Mengaji, Alhamdulillah kesusahan dan kesulitan kami dalam segi ekonomi sudah merasa terbantu
dengan honor yang diberikan bahkan akan dinaikkan lagi minimal Rp.1 Juta.

Ucapan terimakasih itu disampaikan Karyadi salah seorang Guru Mengaji Program Labuhanbatu Mengaji dari Kelurahan Negeri Lama Kecamatan Bilah Hilir, Jum’at (18/7) malam dalam acara Buka Puasa Bersama di Pendopo Kabupaten antara Bupati Labuhanbatu dengan Guru Mengaji se-Kabupaten Labuhanbatu yang diisi dengan Sholat Magrib berjamaan dan makan bersama
serta mendengarkan Tausyiah yang dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten dr. Hj Fitra Laila, Sp.THT dan Plt. Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap, SH.

Kata Karyadi, saya mewakili Guru Mengaji Labuhanbatu pertama sekali mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yaitu bapak Bupati Labuhanbatu yang telah memprogramkan Labuhanbatu Mengaji dan Alhamdulillah kami telah terpilih untuk menjadi Guru Mengaji dalam Program Labuhanbatu Mengaji dan kami diangkat pada periode yang kedua, Alhamdulillah kami telah menikmati jerih payah kami sebagai Guru Mengaji dan sedikit banyaknya kesusahan atau kehidupan kami telah terbantu dan kami dengar selentingan khabarnya honor Guru Mengaji ini akan dinaikkan, mudah-mudahan ini nanti dapat terlaksana dan kami do’akan bapak dr H Tigor Panusunan Siregar, SpPD kiranya dapat panjang memimpin Kabupaten Labuhanbatu dan kami Guru Mengaji siap mendukung bapak pada periode yang kedua nanti.

Harapan kami, kalau nanti bapak panjang maka kami nanti juga akan panjang sebagai Guru Mengaji di Labuhanbatu, seandainya bapak tidak panjang kemungkinan kami juga tidak panjang dan inilah harapan kiranya kami sebagai Guru Mengaji Program Labuhanbatu Mengaji bertambah sejahtera dan perlu kami sampaikan bahwa dengan adanya Program Labuhanbatu Mengaji ini, kalau untuk di Kelurahan Negeri Lama kami ada dua, Alhamdulillah anak-anak disekitar mesjid sudah dapat mengikuti pendidikan Al Qur’an ini sehingga anak-anak kita ini sudah dapat mengaji dengan baik.

Kemudian, mesjid-mesjid yang dihadiri anak-anak ini sudah semakin makmur terutama sekali di ramaikan oleh anak-anak, karena ada kalanya orang-orang tua kita ini juga pun agak kurang memakmurkan mesjid, tetapi karena ada Program Labuhanbatu Mengaji walaupun tak dimakmurkan oleh orang-orang tua dimakmurkan oleh anak-anak kita, minimal 20 atau 30 anak setiap Magrib hadir sehingga mesjid-mesjid ini bertambah makmur, ungkap Karyadi.

Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Panusunan Siregar, SpPD dalam kesempatan itu menjelaskan, pertama saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Guru Mengaji yang masuk dalam Program Labuhanbatu Mengaji karena telah dating ke Pendopo ini dari Sembilan Kecamatan dalam rangka Buka Puasa bersama dan silaturrahmi, pertemuan seperti ini jarang kita lakukan, mungkin setelah dua tahun Program Labuhanbatu Mengaji baru malam ini bertemu dalam suasana yang baik di bulan suci Ramadhan 1435 H.

Perlu saya jelaskan, bahwa Tahun 2012 Pemkab Labuhanbatu mengadakan Program Magrib Mengaji dan ada sekitar ribuan Al Qur’an kita drop ke mesjid-mesjid di Labuhanbatu ini, yang jumlah mesjid tahap ini sekitar 465 mesjid, waktu itu kita drop Al Qur’an oleh karena pada tahun 2010 sebelum saya menjadi Bupati, saya mensosialisasikan program untuk Labuhanbatu yaitu dari mesjid ke mesjid, kalau saya masuk ke mesjid, mesjidnya selalu tidak makmur, biasanya kalau magrib saya masuk ke sebuah mesjid di kecamatan, maka di mesjid itu sholat magribnya tidak sampai satu saf, kemudian anak-anak
dating pada waktu itu masuk dan bermain-main di mesjid oleh kita yang tua-tua selalu diusir karena anak-anak bikin rebut saat orang tua sholat berjamaah.

Inilah yang membuat saya khawatir, anak kemanakan saya yang kecil-kecil yang masuk ke mesjid kemudian diusir atau dilarang, kalau mereka besar nanti tentu mereka tidak cinta kepada mesjid, karena terfikir oleh mereka kalau ke mesjid selalu diusir, maka diusia remaja anak kemanakan saya pada tahun 2010 itu mereka akan pergi ketempat lain untuk bermain-main dan tak cinta mereka kepada mesjid. Maka setelah saya jadi Bupati, saya mohon kenaziran mesjid biarlah anak-anak itu masuk ke mesjid, mau saja mereka datang ke mesjid kita sudah bersyukur.

Maka pada Tahun 2012 ribuan Al Qur’an kita kirim ke mesjid untuk Program Magrib Mengaji dan hasil monitor saya semua mesjid yang dibantu Al Qur’an tidak melakukan Program Magrib Mengaji, ternyata problemnya guru mengajinya tidak mendapatkan tanggung jawab, tanggung jawab untuk mendidik anak kemanakan kita, kalau tanggung jawab saya tuntut dari seseorang tentu saya
harus harus saya berikan honorarium, maka pada Tahun 2013 uji coba di 100 mesjid di seluruh Kabupaten Labuhanbatu dari Magrib Mengaji Program itu diubah menjadi Program Labuhanbatu Mengaji.

Saat itu 100 mesjid ini Guru Mengajinya diberikan peralatan mengajar diajarkan bagaimana mengajar mengaji yang menggunakan metode Iqro, kemudian diberikan honorarium sekirat Rp.500 ribu/bulan atau per-orang, ternyata hasilnya cukup baik dan pada tahun 2014 ini kita tambah 100 mesjid lagi, kemudian menjadi 220 mesjid karena ada saudara-saudara kita yang menginfaqkan hartanya untuk membayar 20 orang lagi Guru Mengaji yang ada disekitar Perkebunan, Alhamdulillah sekarang Honor Guru Mengaji Program Labuhanbatu Mengaji sudah dinaikan mencapai Rp.700 ribu/bulan yang diterima di Kantor Camat masing-masing. Selanjutnya pada tahun 2015 kita programkan ditambah lagi 100 mesjid, jadi pada tahun 2015 itu akan ada 320 mesjid yang melaksanakan Program Labuhanbatu Mengaji dan saya janjikan kalau honorariumnya minimal Rp.1 Juta pada tahun depan.

“Saya akan memperjuangkan kenaikan honor Guru Mengaji ini ke DPRD karena sudah layak kita naikkan menjadi Rp.1 Juta/bulan, kalau tak disetujui DPRD rame-rame kita datang dan mengaji disana, tak salah kalau kita mengaji duduk disitukan, karena ini adalah cita-cita dan harapan saya untuk anak kemanakan kita agar menjadi anak-anak atau manusia yang Qur’ani dan 20 atau 30 tahun kedepan mereka mengerti tentang Al Qur’an”, jelas Tigor.

Buka Puasa bersama dan silaturrahmi itu berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan, bahkan Bupati Labuhanbatu didampingi Plt. Sekdakab dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu Mengaji menyerahkan bingkisan atau tali asih kepada seluruh Guru Mengaji Program Labuhanbatu Mengaji yang datang dari sembilan kecamatan.(ta/ss/ra)

Lihat Juga

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar ...