Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› PPK Dan Rekananan Diduga Kongkalikong, Proyek Tanggul BWSS II Di Labura Asal Jadi

PPK Dan Rekananan Diduga Kongkalikong, Proyek Tanggul BWSS II Di Labura Asal Jadi

Kualuhleidong | suarasumut.com  –  Keseriusan tim Balai Wilayah Sungai Sumatera II dalam melakukan pengawasan terhadap pengerjaan Tanggul Air Asin di Desa Simandulang Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara patut dipertanyakan.

Terendus, proyek pemeliharaan Sungai Leidong Tanggul Air Asin melalui dana APBN tahun 2017 yang tidak jelas berapa dananya, dikerjakan dan dimenangkan CV. Bodi. Dan Proyek pemeliharaan dari Tanjungleidong 2000 Ha dan dana Unit prince dikerjakan CV.Mutiara Indah, dinilai Proyeknya sengaja diciptakan untuk mencari keuntungan pribadi .

Realisasi kegiatan dengan melakukan peninggian tanggul sebagai penyisipan terhadap kerusakan tanggul air asin ni memunculkan ada dugaan PPK, P SDA II dan rekanan (kontraktor) itu terjadi kongkalikong untuk menguras uang rakyat.

Lewat sejumlah temuan itu, Hasan Basri Ketua Lembaga Swadaya Pemantau Independent Pelayanan Masyarakat Indonesia (LSM PIPMI) Kecamatan Kualuhleidong, menyesalkan langkah PPK dan P. SDA II Irdana Abadi Siregar .ST, yang membayar anggaran proyek hanya mengacu pada penjelasan dari Pengawas Lapangan BWSS II, tanpa melakukan peninjauan  hasil pekerjaan itu terlebih dahulu.

“Pekerjaan masih amburadul tapi dananya mau dikeluarkan dan dibayar kan aneh?, apakah sebelumnnya kongkolikong antara Kementrian PU . BWSS II dan P .SDA II dengan rekanan sehingga dana proyek pengerjaannya bisa dikeluarkan, “kecamnnya kepada suarasumut.com, Senin (24/4).

Oleh karena itu, jika aparatur hukum diam saja dan tidak menanggapi persoaalan ini, maka disinyalir para aparatur sipil Negara (ASN) akan semakin berani dalam berlomba lomba mengabiskan uang Negara dengan berbagai cara. “Apa bila persoalan ini dapat segera di selesaikan, karena permasalahan ini bisa menjadi contoh sekaligus warning bagi seluruh ASN di kementeria PU, Balai Wilayah Sungai Sumut II, agar tidak mencari kekayaan dengan cara korupsi,” tandasnya.

LSM PIPMI akan Kejatisu segera membuat laporan terkait adanya dugaan tindak korupsi beberapa Proyek Kementerian PU, BWSS II di Kabupaten Labuhanbatu Utara ini dibawah Pimpinan Irdana Abadi Siregar ST.

“Proyek pengerjaan BWSS II di Kabupaten Labura telah mendapat kecaman dari masyarakat sekitar, pasalnya pengerjaan yang amburadul dan asal jadi, serta lebar yang seharusnya 6 M, kenyataannya dilapangan 3 meter dan 4 meter, diperparah dengan tingginya hanya 30 Cm. Lain hal proyek pembersihan lahan dari Tanjungleidong 2000 Ha pengerjaan babatanya tidak bersih dan semak belukar, dan dinilai proyek yang dikerjakan CV .Bodi dan CV Mutiara Indah dinilai mengabiskan anggaran Negara dengan sia sia,”jelas Hasan.

Terpisah, Camat Kualuhleidong Ismail Ependi Rambe Msi, saat di konfirmasi keberadaan Proyek BWSS II di Desa Simandulang  dikantor  dikatakannya, kalau pihak kecamatan tidak ada laporan sampai sekarang, dan apa lagi lokasinya serta letaknya tidak ada pemberitahuaannya.

Hasil konfirmasi suarasumut.com ke Pengawas dari Kementerian PU.BWSS II dan SDA II yang bernitial Yudi, melalui ponselnya teleponya tidak bisa di hubungi. (hs/ss-lu)

Kata kunci terkait:
contoh laporan kegiatan lomba, kasus kasus skpd kejatisu, kongkalikong kades&rekanan, permasalahan lahan di desa simandulang, proyek tanggul sungai asahan

Lihat Juga

Kapolres Akan Lidik Dugaan Penyelewengan Dana BPBD Labuhanbatu

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Isu yang menerpa Kepala Badan (Kaban) Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten ...