Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Hukum & Kriminal ›› Polsek Panai Hilir Dituding Lamban Tangani Kasus Penganiayaan

Polsek Panai Hilir Dituding Lamban Tangani Kasus Penganiayaan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Lagi-Lagi kinerja Polisi Sektor (Polsek) Panai Hilir mendapat sorotan masyarakat, untuk sekian kalinya jajaran Polsek ini dituding masyarakat tidak becus dalam menangani kasus penganiayaan.

Pasalnya, aparat kepolisian Sektor Panai Hilir ini dinilai lamban dalam menangani perkara penganiayaan yang dialami warga, ironisnya surat tanda bukti laporan pun tidak pernah diterima Misbah, kendati dirinya telah sebulan melaporkan penganiayaan yang dialaminya.

Misbah,(35) Warga Dusun Satu Gang Mancis Desa Sei Sakat Kecamatan Panai Hilir mengungkapkan bahwa telah melaporkan penganiyaan yang dialaminya ke Polsek Panai Hilir Rabu 9 Maret 2016 lalu. Namun, hingga sampai saat ini dirinya belum juga mengetahui proses laporannya. Selain itu, dirinya juga tidak mengetahui penyebab tidak diterimanya surat tanda terima laporan dari Polsek Panai Hilir.

“Sudah sebulan enggak tahu aku hasil laporannya. Surat tanda terima laporannyapun gak ada kuterima.Dipanggil suruh datang ke kantor polisi tapi dibilang Kapolsek sama Kanit gak ada di kantor,”ujarnya seraya berharap Polres Labuhanbatu dapat menyelesaikan kasus penganiayaan yang dialaminya.

Misbah, sehari-harinya bekerja sebagai kuli pengayak romis (membersihkan jenis kerang laut berwarna putih) istilah daerah setempat menuturkan penganiayaan dialaminya yang dilakukan Unyah, warga yang sama bermula saat dirinya melakukan aktifitasnya. Saat itu, kata Misbah, Unyak menyindir serta melontarkan kalimat menghina kepada dirinya sehingga terjadi adu mulut berujung pemukulan dengan batang kelapa yang dilakukan Unyah mengenai kepala Misbah.

Kapolsek Panai Hilir AKP.J Sitompul saat dihubungi, Selasa (12/4) kemarin guna meminta penjelasan menyarankan agar mempertanyakan perihal ini kepada Kanit. Kanit Res Polsek Panai Hilir IPTU A Silalahi dihari yang sama ketika ditemui berkilah bahwa telah dilakukan perdamaian antara pelaku dengan korban melalui Kades. ”Saat itu kami kekurangan personil karena banyak aktifitas,”ungkapnya sembari menyarankan agar korban menunggu panggilan berikutnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardie,SIK saat diminta tanggapannya terkait perihal kasus penganiayaan ini,Sabtu (16/4) mengatakan akan mempertanyakan kepada penyidik Polsek Panai Hilir.”SMS no LP dan nama korban serta TSKnya.Nanti saya tanya penyidik apa kendala yang dihadapi”pungkasnya.(ta/ss-lb)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...