Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Polres Nias Kembali Tetapkan 7 Tersangka Proyek Fiktif Di Nias Barat

Polres Nias Kembali Tetapkan 7 Tersangka Proyek Fiktif Di Nias Barat

Nias | suarasumut.com — Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Nias kembali menetapkan 7 orang tersangka kasus korupsi proyek fiktif di Kabupaten Nias Barat tahun anggaran 2014 yang merugikan negara sebesar Rp 130 juta.

Ke tujuh tersangka yang ditetapkan pada bulan Desember 2015 tersebut adalah Pejabat Pengadaan berinisial AG, PPK berinisial AD, Direksi berinisial SM, Ketua Panitia PHO berinisial DMS, Sekretaris Panitia PHO berinisial PD, anggota panitia PHO berinisial FH dan bendahara pengeluaran Dinas PU Nias Barat berinisial ISH.

Hal tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Nias AKP.Selamat Kurniawan Harefa kepada wartawan beberapa waktu yang lalu ketika ditemui di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli.

Menurut Kasat Reskrim, berkas ke tujuh tersangka yang baru ditetapkan, terpisah dengan tersangka sebelumnya kuasa BUD AG alias Ama Deos dan Wakil Direktur CV.Ndrilo AW alias Saleh.

Bahkan berkas tersangka kuasa BUD AG alias Ama Deos telah P21, dan tersangka AG alias Ama Deos telah dilimpahkan penyidik Tipikor kepada Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Sedangkan Wakil Direktur CV.Ndrilo AW alias Saleh masih menjalani penahanan di sel tahanan Mapolres Nias.

Untuk ke 7 tersangka yang baru ditetapkan, SK Harefa memberitahu jika tidak dilakukan penahanan, namun ketujuhnya menjalani wajib lapor dan pemeriksaan secara rutin di Mapolres Nias.

Untuk diketahui, pada berita sebelumnya, Penyidik Tipikor Polres Nias menetapkan Kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Nias Barat AG alias Ama Deos dan Wakil Direktur CV.Ndrilo AW alias Saleh sebagai tersangka.

Keduanya dijerat dengan pasal 2 Ayat 1, subsider pasal 9 jo pasal 4 dari UU RI no. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999, tentang tindak pidana korupsi Jo pasal, pasal 55 ayat 1 ke-1e dari KUHPidana, karena melakukan korupsi pembayaran ganda pada proyek pengerasan jalan di Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat.

Dimana pada tahun 2013, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nias Barat melaksanakan paket proyek pekerjaan pengerasan jalan di Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Putra Moi dengan nilai kontrak Rp. 148.900.000 yang dananya bersumber dari P-APBD Kabupaten Nias Barat tahun anggaran 2013 sebesar Rp. 150.000.000.

Setelah proyek selesai dikerjakan, dana proyek tersebut telah dibayarkan pada tanggal 30 Desember 2013 kepada CV.Putra Moi, sesuai SP2D yang ditandatangani BUD AG. Namun, pada tanggal yang sama, sesuai SP2D yang ditandatangani BUD AG, dana proyek tersebut juga dibayarkan kepada CV. Ndrilo melalui rekening atas nama wakil direktur AW alias Saleh sebesar Rp. 126.277.454.(ih/ss/nb)

Kata kunci terkait:
tersangka 2 kali bayar nias barat ditahan, Berita syam harefa kasus korupsi di nias barat, masalah bupati nias barat, Berita sam harefa kasus korupsi di nias barat, Kasusus syam harefa pegawai pu nias barat, kasus tindak pidana korupsi kab nias barat sumut, kasus korupsi di pu Nias Barat, Kasus Korupsi di Nias Barat, kasus bupati nias barat, isu korupsi bupati nias barat

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...