Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Polisi Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Sekwan

Polisi Usut Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas Sekwan

Rantauprapat, suarasumut.com – Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu menyelidiki kasus dugaan korupsi perjalanan dinas di sekretariat dewan (Setwan) DPRD Labuhanbatu tahun 2013. Kini, beberapa staff telah dimintai keterangannya perihal dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 644 juta.

Pihak Sekwan mengaku telah mendapat surat dari Polres Labuhanbatau terkait dugaan korupsi perjalanan dinas tersebut.

“Iya, benar pihak Polres Labuhanbatu telah melayangkan surat panggilan pada 6 Nopember 2014 kebeberapa staff di Setwan DPRD Labuhanbatu. Namun, yang bersangkutan ada yang tidak bertugas lagi di Setwan DPRD Labuhanbatu,” ujar sumber di Sekwan yang dirahasiakan namanya.

Menurut sumber, adanya beberapa staff yang dipanggil, pihaknya sudah melayangkan perihal surat kembali ke Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu (Setdakab) karena nama-nama yang tercantum dalam surat panggilan Polres Labuhanbatu telah pindah ke instansi yang berbeda.

Demikian, pihak Sekwan masih menunggu langkah-langkah yang diambil dan berkoordinasi dengan pihak Setdakab. “Kami masih menunggu keputusan dari Setdakab, karena yang berhak adalah Sekda dan yang bersangkutan sudah pindah ke Kantor Bupati,” ujar sumber.

Dalam kasus ini, pihak Polres Labuhanbatu masih menyelidiki terus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah anggota dan mantan anggota DPRD Labuhanbatu yang masih aktif.

Informasi yang dihimpun, Polres Labuhanbatu menerima laporan dugaan korupsi perjalanan dinas di Setwan DPRD Labuhanbatu tahun 2013. Dalam laporan disebutkan perjalanan dinas sejumlah anggota DPRD Labuhanbatu tidak pernah dilaksanakan dan tidak pernah menerima uang dari perjalanan dinas tersebut, sehingga negara dirugikan Rp 644 juta.

Sementara, Kapolres Labuhanbatu mengatakan telah melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi ini. Pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti dan mendalami adanya kerugian negara.”Kita masih melakukan penyelidikan dan perkembangan kasus tersebut telah memeriksa Bendahara dan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) Setwan DPRD Labuhanbatu,” ujar Kapolres Labuhanbatu, AKBP Teguh Yuswardi, Selasa (11/11) ketika dihubungi wartawan.

Teguh menjelaskan, pihaknya masih mengusut dan menunggu hasil kemungkinan adanya kerugian negara yang dilaporkan. Karena, pihak kepolisian belum bisa menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini. Selain itu, Polres Labuhanbatu akan memeriksa anggota DPRD Labuhanbatu yang masih aktif dan tidak aktif lagi.

“Kita masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Namun, untuk tersangka belum ada, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dan polisi akan memeriksa anggota DPRD Labuhanbatu yang masih aktif dan yang tidak aktif lagi,” tegas Kapolres.(ao/ss/rp)

Kata kunci terkait:
sekwan labura, berita korupsi sekwan labuhanbatu utara, berita palas sekwan dijemput paksa

Lihat Juga

Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi Dibidang Lingkungan Hidup

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setelah menerima Penghargaan terbaik I Tingkat Provinsi Sumatera ...