Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Polisi Berastagi “Ngamuk” Soal DAK 2017

Polisi Berastagi “Ngamuk” Soal DAK 2017

Tanah Karo | suarasumut.com  –  Seorang oknum Polri bertugas di Polsek Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, Indonesia, diketahui suami dari salah seorang Kepala Sekolah mengamuk dan mengancam bakal mematikan wartawan.

Ancaman yang dilontarkan oknum tersebut ditujukan kepada sejumlah wartawan disaat menelusuri surat somasi KSM PP LSM KCBI Kecamatan Berastagi atas dugaan penyimpangan realisasi Dana DAK T.A 2017, di SD Negeri No.040544, Kecamatan Dolat Rayat, Kamis, (24/11/ 2017).

“Mati kau ku bikin, urusan apa kau sama istriku. Kau tunggu ya,” ujar salah seorang oknum bersuara laki-laki, dari phone seluler milik Kepsek SD Negeri No. 040544, Dolat Rayat, boru Tamba, kepada sejumlah wartawan disaksikan para aktifis LSM dan Relawan Jokowi, Kamis, (24/11/2017) sekira pukul 20.00 Wib.

Padahal, penelusuran ini dilakukan sebagai pembuktian adanya surat somasi pihak LSM KCBI Karo kepada Kepsek Dolat Rayat, bernomor : 11/KsmPP-BDM/SOM/XI/2017, Tertanggal 22 Nopember 2017, soal Indikasi Penyimpangan DAK SD T.A 2017, di Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, senilai Rp. 298.227.200,” ujar Ketua KSM PP Brama G.

Lanjut Brama, hal itu disikapi berdasarkan instruksi pimpinan pusat LSM KCBI menyangkut adanya dugaan penyimpangan diseputaran wilayah tugas yang metode penuntasannya turut dibahas dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LSM KCBI se-Sumut, pada 26 Nopember 2017 di Hotel Green Garden kemarin.

Setelah ditelaah, ternyata realisasi anggaran bersumber dari Pemerintah Pusat itu banyak menuai penyimpangan. Salah satunya, dugaan pelanggaran Juknis (Petunjuk Teknis) yang selayaknya dikerjakan oleh pihak sekolah tanpa rekanan (pemborong) dan terkait material kayu yang dinilai sangat berkualitas tinggi.

“Nah, kalau dalam pelaksanaan tugas ini menimbulkan emosi bagi seorang oknum Polri, yah sah-sah saja. Makanya diharap kepada rekan-rekan wartawan jangan terlalu dini berasumsi negatif soal paniknya oknum Polri tersebut. Karena bisa saja emosinya itu terjadi mengingat lambatnya penelusuran DAK itu.

Karena yang kita lakukan ini adalah bersifat penyelamatan asset negara, yang sesungguhnya tugas utama pihak kepolisian Republik Indonesia termasuk bapak yang marah itu. Kalau katanya soal meminta sesuatu, oh itu sudah jauh panggang dari api. Ditawarkan saja belum tentu kita berkenan menerimanya,” tutup Brama Gintings.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Edy Surbakti, hendak dikonfirmasi soal tata cara kelola dana DAK di SD Negeri Nomor 040544 Dolat Rayat, Kamis, (30/11/2017), tidak berhasil. Sejumlah informasi terendus bahwa pengelolaan dana DAK Swakelola SD sudah merupakan lingkaran setan. (Tim Fakta Sumut/LSP/Bram/TS)

Lihat Juga

Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia Adakan Kompetisi Internasional ResPex

Malaysia | suarasumut.com  –  Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia adakan Kompetisi International Regional Student’s ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.