Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Polda Ciduk Diduga Pengedar Sabu, Keluarga Tersangka Geruduk Polres Labuhanbatu

Polda Ciduk Diduga Pengedar Sabu, Keluarga Tersangka Geruduk Polres Labuhanbatu

Rantauprapat, suarasumut.com – POLDA Sumatera Utara melalui Unit Narkoba menangkap diduga Pengedar sabu di Labuhanbatu, namun keluarga tersangka mendatangi Polres Labuhanbatu berteriak menuding sejumlah oknum polisi yang diduga telah melakukan perampasan tas berisikan uang sebesar Rp20 juta dan 2 unit Hp merek Evecross dan Advan, Selasa(3/3) sekitar pukul 17.30 wib, milik Margaretah (20) warga Jalan RPH Kecamatan Rantau Utara. Terkait penggerebekan dalam pegembangan kasus narkoba di Kabupaten Labuhanbatu.

Margaretha (20) pemilik rumah di halaman Polres Labuhanbatu mengatakan, sejumlah oknum polisi telah mendatangi rumahnya dengan menaiki mobil jenis minibus sambil dengan alasan mencari orang bernama Rahmat.

“Didalam rumah oknum polisi berkata, mana si Rahmat, mana si Rahmat sambil menerobos pintu masuk rumahnya.

Kemudian oknum polisi tersebut, memasuki ruangan kamar, didalam ruangan kamar oknum polisi melakukan penggeledahan serta mengacak-ngacak ruangan kamar tersebut.

Setelah mengacak-ngacak ruangan kamar sejumlah oknum polisi pun mengambil tas miliknya yang berisikan uang sebesar Rp20 juta hasil dari penjualan cabe dan 2 unit Hpnya. Tak sampai disitu, sebelumnya, kata Margaretah, oknum polisi mendatangi rumah kosong yang tak jauh dari rumahnya diperkirakan 1 meter dari rumahnya sambil membawa alat pengisap sabu (Bong) ke rumahnya.

“Saya sudah minta tolong, sama oknum polisi, jangan ambil tas saya karena didalam tas ada uang sebesar Rp20 juta hasil berjualan cabe di pasar dan mereka bawa bapak mertuanya bernama Leo dan suaminya bernama Samuel dan ada beberapa lagi,”kata Margaretha sambil menunjukkan faktur hasil pengambilan.

Di halaman Polres Labuhanbatu AKP.Zulkarnain kepada wartawan terkait penggerebekan mengatakan, sesuai informasi kita terima memang ada barang bukti didalam tas sedangkan kasus ini adalah kasus pengembangan kasus narkoba.

“Barang buktinya telah dibawa anggota kepolisian dari bagian Narkoba Poldasu,”katanya.

Amatan suarasumut.com di halaman Polres Labuhanbatu, Margeretha dan sejumlah keluarganya menjerit histeris hingga menangis sambil berkata,”Dimana tasku, mana polisi, kenapa diambil uangku Rp20 juta hasil penjualan cabe di Pasar. “Tak ada polisi satu pun yang bertanya sama saya, pak polisi tidak ada sabu di dalam tas itu,”katanya. (ao/ss/rp)

 

Lihat Juga

Sosialisasi Seleksi, Pembinaan Calon Anggota Polri, Polres Tapteng MoU Dengan Pemkab

Tapteng | suarasumut.com –  Melahirkan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi generasi muda Tapanuli ...