Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› PN Rantauprapat Gelar Sidang Penistaan Agama

PN Rantauprapat Gelar Sidang Penistaan Agama

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat menggelar sidang Penistaan Agama dengan agenda keterangan saksi, di ruang utama, Rabu (5-4-2017) atas terdakwa Leogok Hasil Rexeky Gultom (26) warga Dusun Pulo Jantan Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Majelis Hakim yang diketahui Sobandi.SH.MH dan Hakim Anggota T Almadian dan Darma Simbolon mencerca sejumlah pertanyaan terhadap saksi pelapor Sabaruddin, Amin Wahyudi dan M.Nasir.

Dalam keterangannya, saksi Sabaruddin pada tanggal 26 desember 2017 mengaku melihat Facebooknya tepatnya di dalam pemberitahuan muncul akun Facebook milik terdakwa tentang gambar dan tulisan Penistaan Agama. Melihat hal itu saksi Sabaruddin dan saksi Amin Wahyudi dan saksi M Nasir menelusuri pemilik asli akun tersebut.

Setelah diketahui, saksi Amin Wahyudi sempat bertanya dengan terdakwa melalui pesan Facebook. Dimana terdakwa mengakuinya bahwa postingan itu sengaja dibuatnya.

Selanjutnya saksi Sabaruddin melapor ke Polres Labuhanbatu dan pada tanggal 27 Desember 2016 terdakwa ditangkap Polisi di Cikambak Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

“Seperti itu ceritanya pak Hakim,”ucap ketiga Saksi.

Selanjutnya Majelis Hakim bertanya kepada terdakwa atas keterangan saksi dan terdakwa membenarkan semua keterangan ketiga saksi.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim menunda sidang selama satu minggu dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi Polisi.

” Sidang ditunda satu minggu,” ucap Sobandi sambil mengetuk palu.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herdian Malda Ksastria,SH dalam dakwaannya menjelaskan Bermula pada hari Kamis 8 Desember 2016 pukul 19.18 wib terdakwa Me Upload dengan nama akun Putra Sasada Gultom milik terdakwa dengan file gambar foto profil seorang laki laki dengan memegang sebuah pedang berisi tulisan” Wajah Muhammad direkonstruksi ayat Alquran berisikan Penistaan agama”.

Lalu pada tanggal 26 desember 2016 sekira pukul 22.00 wib saksi Sabaruddin Pohan melihat ada pemberitahuan didalam akun Facebooknya dari saksi Amin Wahyudi yang dalam pemberitahuan muncul akun Facebook milik terdakwa tentang gambar dan tulisan Penistaan Agama.

Selanjutnya saksi Sabaruddin melapor ke Polres Labuhanbatu dan pada tanggal 27 Desember 2016 terdakwa ditangkap polisi di Cikambak Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Akibat perbuatannya terdakwa melanggar pasal 45 ayat (2) Jo. 28 ayat (2) UU NO 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

“Ancaman pidananya maksimal 6 tahun penjara dan atau denda 1 Milyar,”sebut JPU Malda usai sidang.(ab/ss-lb)

Kata kunci terkait:
penangkapan jatanras labuhanbatu rantauprapat tahun 2012 kriminal, kapolres rantau prapat labuhan batu selatan, pn rantauprapat

Lihat Juga

Bupati Pangonal: Satpol PP Yang Tidak Terindikasi Narkoba, Kontraknya Diteruskan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Upaya peningkatan pelatihan tekhnis operasi pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol ...