Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Plh.Walikota Tebingtinggi Buka WorkShop SDM

Plh.Walikota Tebingtinggi Buka WorkShop SDM

 

 

“Narasumber Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan.MM Memberikan Masukan Kepada Peserta Workshop”

 

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Plh.Walikota Tebingtinggi Johan Samose Harahap, buka workshop rencana tindak PP No.18 Tahun 2016, Selasa (11/10) di Gedung Hj.Sawiyah diikuti para pimpinan SKPD,Camat dan Lurah se Kota Tebingtinggi.

Acara yang diselenggarakan BKPP ini berlangsung selama 2 hari, menghadirkan Narasumber Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan.MM mantan Walikota Tebingtinggi priode 2011-2016 dan Dr.Ir.Nazaruddin Matondang.MT dari Pasca Sarjana Magester Managemen USU.

Disampaikan Plh.Walikota pengembangan SDM merupakan cara yang paling effektif dalam menghadapi berbagai tantangan diantaranya akibat kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan antar PNS.

“Terbitnya PP.No.18 tahun 2016 tentang perangkat daerah menjadi pedoman dalam melaksanakan tata kelola Pemerintahan yang lebih effektif mewujudkan pembentukan perangkat daerah sesuai prinsip desain organisasi,”ujarnya.

Disampaikannya dengan berlakunya PP.No.18 Tahun 2016 tentang perangkat daerah akan terjadi perubahan mendasar terhadap struktur organisasi perangkat daerah yang ada, termasuk jabatan.

“Mutasi, Rotasi dan pembebasan dari jabatan pasti akan terjadi, diharapkan kepada kita semua untuk siap dan legowo sebagai aparatur sipil negara yang profesional,”tambahnya.

Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan.MM sebagai narasumber dalam workshop tersebut mengingatkan tim harus mengingat Kota Tebingtinggi adalah merupakan kota yang sedang dan harus menjadi sebuah kajian dalam menyusun struktur organisasi sesuai PP.No.18 Tahun 2016 ini.

Pertumbuhan Kota Tebingtinggi yang sudah masuk dalam RPJMN dan menurut prakiraan pertumbuhanya akan semakin pesat dimasa datang ada sekitar 60 % masyarakat akan bermukim di perkotaan, secara otomatis beban perkotaan akan semakin besar.

Disampaikan untuk perlu kajian yang serius dalam menyusun organisasinya,karena karistik sebuah kota dengan kota yang lain itu berbeda, yang di pulau jawa dengan yang di Sumatera atau mungkin yang ada diwilayah Papua atau Sulawesi.

“Untuk itu saya titipkan dengan Plh.Walikota untuk melakukan perbandingan dengan kota-kota lainnya yang setara dengan Kota Tebingtinggi, lihat disana bagaimana kondisinya dan tidak perlu banyak-banyak yang berangkat tetapi hasilnya,”jelas Umar.

H.Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan pesan gurunya Organisasi itu harus besar, jika tidak nantinya pengembangan karir terhadap seorang PNS akan semakin sempit dan sulit meskipun sudah berprestasi.

Dalam sesi tanya jawab, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan Hj.Rusmiyati yang Dinasnya dipaksakan bubar oleh tim bergabung dengan Lingkungan Hidup dan Dinas PU, menyampaikan bahwa apa saja yang disampaikannya dalam rapat-rapat sebelumnya sama sekali tidak didengarkan oleh tim.

Menjawab tanggapan ini, H.Umar Zunaidi Hasibuan yang merupakan paslon Walikota Tebingtinggi 2017, paham betul yang disampaikan, itu merupakan keluhan jiwa, harus bisa membuktikan Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu masih sangat dibutuhkan di Pemko Tebingtinggi.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan harus bisa meyakinkan tim dengan segala argumentasinya, dan jika perlu sampaikan aspirasi tersebut ke Pemerintah Pusat, karena penentu kebijakan di pusat sana pun tidak paham semua karateristik daerah masing-masing di Indonesia ini.  “Enggak perlu takut pasti ada solusinya,”Tambah Umar.

Sekertaris Inspektorat Kamlan Mursyid, mempertanyakan apa mungkin struktur organisasi ini kembali diperbaiki, apabila H.Umar Zunaidi Hasibuan terpilih kembali menjadi Walikota Tebingtinggi priode 2017 – 2022 nanti, karena bapak merupakan paslon satu-satunya Walikota Tebingtinggi.

H.Umar Zunaidi Hasibuan menjawab pertanyaannya, sudah titipkan dengan Plh.Walikota dan sdr Erwin Damanik untuk melakukan kajian yang benar-benar matang tentang pelaksanaan PP.No.18 Tahun 2016 ini. “Apa sih yang tidak bisa berubah didunia ini, kecuali perubahan itu sendiri,” jawabnya diplomatis.

Narasumber Nazaruddin Matondang, menyampaikan tentang dibutuhkannya keterampilan setiap individu untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, bekerjalah dengan hati, untuk itulah manusia bekerja dengan istilah H2O (Hati,Otak dan Otot).

Disampaikannya bangsa Indonesia kini sudah tertinggal dengan bangsa-bangsa lain di Asean ini. “Semua itu dapat dilakukan dengan melakukan perubahan dari diri kita masing-masing,”ujarnya.(ag/ss-tt)

Kata kunci terkait:
sotk inspektorat menurut pp no 18 tahun 2016, bkpplabuhanbatu

Lihat Juga

Perppu Ormas Harus Dilihat Dari Prinsip Bernegara

Jakarta | suarasumut.com  –  Fraksi Partai NasDem menyatakan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang. “RUU ...