Beranda ›› Foto & Video ›› Cabuli Santrinya, Pimpinan Pondok Pesantren Diamankan

Cabuli Santrinya, Pimpinan Pondok Pesantren Diamankan

Rantauprapat, suarasumut.com – Pimpinan Pondok Pesantren Danzawiyah Arkanuddin yang terletak didesa Pulo dogom, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara diduga mencabuli muridnya segaligus.

Terungkapnya perbuatan itu, Syamsuddin alias Ok samsuddin Lima laras (42). bermula, senin (24/3), salah seorang siswa yang duduk di bangku kelas II Tsanawiyah berinisial FA mengadukan peristiwa cabul yang dialaminya kepada orang tuanya. Mendengar hal itu, orang tua FA kaget.

Namun, orang tua FA tidak langsung membuat pengaduan ke kantor polisi. Melainkan melakukan investigasi terlebih dahulu di lingkungan sekolah. Hasilnya, ternyata terdapat lima siswa yang telah menjadi korban pencabulan diantaranya FA kelas II Tsanawiyah, AH kelas III Tsaniwiyah,FM kelas III Tsanawiyah dan HA kelas II Aliyah.Aw Kelas III Tsanawiyah.

Setelah mengetahui telah ada lima orang siswa menjadi korban, akhirnya orang tua FA menemui semua orang tua siswa yang juga turut jadi korban agar membuat pengaduan ke kantor polisi. Namun, sejumlah orang tua siswa yang mengetahui hal tersebut sontak marah dan langsung mendatangi pondok pesantren dan hendak menghakimi tersangka.

Beruntung, sebelum orang tua siswa tiba, tersangka langsung menyerahkan diri ke polsek Kualuh hulu untuk mencari perlindungan dan langsung di bawa ke Mapolres Labuhanbatu Kamis (27/3),Sekira Pukul 14.00 Wib.

Sementara,saat ditemui mengaku nekat mencabuli lima siswanya karena mengalami kelainan seks sejak kecil.

” sejak kecil saya pernah di cabuli. Dan hal itu yang membuat saya tertarik dengan laki-laki hingga saat ini. ” ungkapnya saat di periksa di ruangan Unit PPA polres Labuhanbatu.

Selain itu, Pimpinan pondok pesantren ini juga mengaku dapat mencabuli siswanya dengan cara meminta tolong agar kemaluan mereka dikasih di hisap.

” Awalnya saya curhat dengan mereka bahwa saya mengalami kelainan seks. Setelah itu, saya minta tolong agar kemaluan mereka saya hisap. Setelah itu, saya minta tolong kepada mereka agar menghisap kembali kemaluan saya. Setelah selesai mereka saya beri uang Rp.10 ribu,” jelasnya.

Selain itu, ayah dua anak ini juga mengaku telah mencabuli siswanya sejak empat tahun yang lalu dengan cara menghisap kemaluannya .

” Tiga siswa itu baru sekali saya cabuli, sedangkan dua siswa lagi sudah berkali-kali dan sudah 4,5 tahun saya cabuli, usai saya cabuli mereka saya kasih uang jajan Rp.10 ribu. Dan itu saya lakukan di dalam kamar mandi dan di dalam gudang sekolah usai pengajian sekira pukul 23.00 wib disaat keadaan sedang sunyi ” ungkapnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe,SIK dalam paparanya membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang tersangka kasus pencabulan.

” Benar, ada tersangka kasus pencabulan kita amankan. Saat ini korban masih kita periksa. Dan jika terbukti, tersangka akan kita jerat pasal 82 UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 294 KUHP subs 292 KUHP atas pencabulan dengan Ancaman 15 tahun penjara. Dari pengakuan tersangka ia mencabuli sebanyak 10 siswa,namun yang baru melapor ada lima wali murid,” katanya.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Korban Longsor Di Nias Selatan Kembali Ditemukan

Nias Selatan | suarasumut.com  –  Satu korban longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten …

9 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.