Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Pilkada Labuhanbatu Mulai “Memanas”, Salah Satu Paslon Terancam Digugat

Pilkada Labuhanbatu Mulai “Memanas”, Salah Satu Paslon Terancam Digugat

Rantauprapat, suarasumut.com – Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) di Labuhanbatu periode 2015-2020 yang beberapa bulan lagi akan dilaksanakan serta diikuti lima pasangan calon, satu diantaranya dari jalur independent (perseorangan) terancam digugat oleh beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lantaran adanya temuan penyimpangan dalam mekanisme data pendukung.

Masyarakat Independent Pendukung Pilkada Jujur dan Adil (MAI2J) telah melaporkan temuan ini sebelumnya ke Panitia Pengawas Pemilu(Panwaslu). Pasalnya, beberapa gabungan LSM tersebut mencium adanya rekayasa serta kecurangan dalam tahapan Pilkada di Labuhanbatu.

MAI2J yang terdiri dari gabungan LSM Astran yang diketuai Zulpan Azhari Siregar, LSM LIPAN yang diketuai Syamsul Bahri Sitepu, LSM LCWI yang diketuai Drs.Abdul Fatah menduga adanya rekayasa dukungan dan pemalsuan tanda tangan/cap jempol masyarakat untuk dasar dukungan calon Bupati jalur independent yang telah disampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu serta dukungan tersebut telah diverifikasi KPU dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Ketua LSM Astran Labuhanbatu Zulpan Azhari Siregar mewakili MAI2J Kamis, (30/07) di Rantauprapat mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini akan melayang berkas gugatan satu pasangan calon ke Panwaslu. Ia mengakui pihaknya mempunyai bukti mengenai kecurangan dan pemalsuan tanda tangan serta cap jempol masyarakat.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang merasa keberatan karena fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta tanda tangan dipalsukan kami telah mengumpulkan dokumen formulir yang diberikan KPU kepada masyarakat yang keberata,”paparnya.

Dijelaskannya, sebelumnya pihaknya juga telah meminta penjelasan terkait perihal ini ke KPU. Oleh KPU, masyarakat diberi formulir keberatan untuk diisi sesuai dengan keberatan yang diajukan. Namun,kata Zulpan, sangat disayangkan saat pemberian formulir keberatan tersebut masyarakat tidak menerima tanda terima atau bukti apapun dari KPU.

Kata Zulpan lebih merinci, akibat adanya masyarakat keberatan serta merasa dirugikan karena telah dipalsukan Fotocopy KTP dan tanda tangan,salah satu pasangan calon harus kehilangan dukungan sebanyak 9000 orang.

“Kami akan ikuti dan terus memantau tahapan-tahapan Pilkada Labuhanbatu ini yang telah menyalahi aturan. Dalam PKPU Nomor 9 tahun 2015 pasal 2 disebutkan jujur dan adil serta terbuka. Namun dalam hal ini belum ada menganut keterbukaan,”tandas Zulpan mengakhiri pembicaraan.(ta/ss/lb)

Lihat Juga

Ket. Gbr : Tersangka FA, pengisap ganja yang ditangkap Satres Narkoba Polres Psp di TPU Jalan Mgr Maradat Kec. Psp Selatan Kota Psp, Jum'at (20/7-2018). Foto Ali Akbar/SS

Polisi Amankan Pengisap Ganja Di TPU

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Seorang pemuda ditangkap Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan (Psp) di daerah Jalan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *