Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Petani “Menjerit”, Pupuk Mahal, Harga TBS Dan Getah Semakin Parah

Petani “Menjerit”, Pupuk Mahal, Harga TBS Dan Getah Semakin Parah

Labusel, suarasumut.com – Masyarakat Labuhanbatu Selatan mayoritas berpenghasilan bertani Kelapa Sawit dan Karet mulai terpuruk disebabkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Sawit dan harga getah semakin anjlok drastis.

Saat ini harga jual TBS dilapangan sudah Rp. 500 dari harga normal biasanya Rp.1000/kg, dan harga getah Rp.4.000, pass saat normal harganya Rp .8000, keterpuruknya yang dirasakan masyarakat Labusel masalah pengeluaran perawatan biaya tukang dodos atau panen TBS kelapa sawit tidak turun begitu juga biaya pembelian pupuknya. Malah saat ini harganya semakin mahal, sementara lahan kelapa sawit harus dipupuk, jika tidak dipupuk hasil TBS nyapun tidak ada, demikian seperti diungkapkan salah seorang petani kelapa sawit Faisal Nst (30)warga Kotapinang saat ditemui suarasumut.com dikediamnya Jum,at (7/8).

Faisal menambahkan bahwa “saat ini masyarakat labuhanbatu selatan sangat merasa resah sekali akibat harga TBS kelapa sawit terus menerus turun dan anjlok, padahal sekitar sebulan yang lalu harga TBS masih stabil sekitar RP.1500/kg, sementara sampai hari ini harga Papan di PKS masih juga turun sudah mencapai harga Rp 900/kg”kata Faisal”.

Sementara pantauwan dilapangan tepatnya di lingkungan Bedagai Kotapinang awak media sempat bertemu dengan toke TBS kelapa sawit Iwan (33) warga Kotapinang, kebetulan saat itu Iwan sedang membeli TBS milik masyarakat Lingkungan Bedagai Kotapinang, kemudian mengkonfirmasi Bapak Iwan tentang harga pembelian TBS/kg di lapangan, Iwan mengatakan harga disesuaikan dengan jauhnya jarak tempuh. “Dikarenakan ada perhitungan biaya yang harus dikeluarkan seperti ongkos angkutan truk. Untuk biaya angkutan truknya tergantung jauhnya lokasi pembelian TBS milik masyarakat ke lokasi Pabrik Kelapa Sawit(PKS). Sampai hari ini harga papan PKS Rp.900 an, harga pembelian di lapangan bervariasi mulai dari harga Rp 500,600 dan paling tinggi sekitar Rp.700/kg,” kata Iwan”.

Ketika berbincang bincang dengan masyarakat petani ditempat yang sama, mereka sangat berharap dan berpesan supaya pemerintahan sekarang lebih fokus memperhatikan rakyat dibawah ini dan bagaiman agar pemerintah agar bisa mensejahterakan kehidupan rakyatnya. Seperti yang dirasakan masyarakat petani di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, saat ini sedang resah akibat anjloknya harga TBS kelapa sawit.

“Sementara harga kebutuhan pokok meningkat terus. Kami para petani di Labusel sangat mengharapkan agar segera harga TBS dan Getah stabil, kemudian pengadaan pupuk subsidi pun harus tepat sasaran kepada para petani dan jangan sampai jatuh kepada pengusah pemilik ratusan bahkan ribuan hektar perkebunan kelapa sawit dan karetnya,”kata mereka”.(zr/ss/ls)

Lihat Juga

Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia Adakan Kompetisi Internasional ResPex

Malaysia | suarasumut.com  –  Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia adakan Kompetisi International Regional Student’s ...

2 Komentar

  1. Haraga semangkin Parah…masyarakat menjerit kerna harga getah hancur sawit apa lagi udah hancur…harga semangkin naik bahan poko makan mahal….

  2. Tolong pemerintah menanggapi hal ini demi kesejahteraan rakyat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.