Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pertanyakan Dana Konsorsium Rp 1,9 M, GEMALA Demo DPRD Labusel

Pertanyakan Dana Konsorsium Rp 1,9 M, GEMALA Demo DPRD Labusel

Kotapinang | suarasumut.com  –  Sekelompok massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Labuhanbatu Raya, Selasa (23/02) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Labuhanbatu Selatan (Labusel) di jalan lintas Sumatera – Bedage, Kotapinang sekitar pukul 12.30 wib. Kedatangan sekelompok massa yang membawa sejumlah “aspirasi” masyarakat desa sumberjo kecamatan Torgamba tersebut langsung disambut komisi B DPRD Labusel. Dalam Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin H.Zainal Harahap itu terungkap, bahwa terbitnya Peraturan Bupati (Perbub) nomor 15 tahun 2013 tentang penetapan kelas jalan, merupakan hasil kesepakatan Pemerintah setempat dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di desa Asam Jawa.

Azhari Harahap selaku juru bicara mahasiswa menuding telah terjadi penyelewengan atas kesepakatan kerjasama yang dijalin antara Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dengan komsorsium perusahaan. Dalam naskah kesepakatan yang dibuat pada tahun 2012 itu, disebutkan jumlah persentase “bantuan” masing-masing perusahaan untuk kompensasi pembangunan dan perawatan jalan di sepanjang desa tersebut. Kesepakatan itu ditandatangani oleh masing-masing perwakilan perusahaan, sementara perwakilan Pemerintah saat itu diwaki Kepala Dinas Perhubungan Labusel Tuahta Saragih.

Sementara itu, anggota DPRD Husni Rijal Siregar membenarkan adanya kesepakatan dimaksud. Politisi PDI-P itu mengaku bahwa langkah tersebut diambil karena Bupati H.Wildan Aswan Tanjung saat itu akan melakukan blokade jalan dengan memasang portal di simpang Asam Jawa, hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu operasional kelima perusahaan yang ada disana. Sehingga, Husni Rijal yang pada saat itu menjabat Kepala Desa Asam Jawa mengambil langkah untuk menginisiasi kesepakatan antara Pemerintah dan Perusahaan.

“Dahulu ada kesepakatan antara pihak pemerintah dengan perusahaan, karena Bupati saat itu mamasang portal di simpang Asam Jawa. Jadi kesepakatannya, pihak perusahaan bersedia membangun lapisan bawah jalan dan pemerintah Labusel membangun lapisan atasnya,”ungkap Rijal dihadapan mahasiswa dan sejumlah pejabat terkait yang menghadiri RDP sore itu, termasuk Kepala Dinas perhubungan, Asisten II Pemkab Labusel dan Wakapolsekta Kotapinang.

Sekitar pukul 15.30 wib, RDP diselesaikan tanpa ada kesimpulan.

“Ada dana senilai satu koma sembilan dua milyar dari konsorsium perusahaan, yang digelontorkan sabagai dana kompensasi dan perawatan jalan di Dusun Sumberjo Desa Asam Jawa, tapi kita tidak tahu kemana uang tersebut,”kata Azhari usai RDP kepada sejumlah wartawan yang menanyai nya.

“Kabarnya seseorang dari pihak perusahaan bernama Pane yang bertanggung jawab tentang dana itu, tapi kita tak pernah tau yang mana orang nya,”cetus dia lagi.

Azhari berkomitmen, persoalan dana konsorsium dan kerusakan jalan di Dusun Sumberjo akan mereka telusuri hingga tuntas. Dia juga berjanji, akan tetap melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kasus tersebut.(zr/ss-ls)

Kata kunci terkait:
perbub labuahanbatu selatan

Lihat Juga

Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi Dibidang Lingkungan Hidup

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setelah menerima Penghargaan terbaik I Tingkat Provinsi Sumatera ...