Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Pertama Kali Criminal Justice System Digelar Di Kota Tebingtinggi

Pertama Kali Criminal Justice System Digelar Di Kota Tebingtinggi

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi menggelar rapat koordinasi (rakor) Criminal Justice System (CJS) dan diikuti 55 orang peserta dan 4 pimpinan penegak hukum, Rabu (1/6) bertempat di Gedung Balai Kartini Kota Tebingtinggi.

Kajari Tebingtinggi, Rudi Fajar Manurung mengatakan, kegiatan ini sempat tertunda beberapa lama dan baru terwujud di saat Kapolres Tebingtinggi dipimpin dari kaum wanita, sehingga kesetaraan diunsur Muspida yang ada. “Kedepan, hasil dari rakor CJS ini semakin mengubah pola pelayanan di mata hukum pada masyarakat, sehingga tidak ada satu pun disalahkan diantara penegak hukum,”sebut Fajar.

Bahkan ujar Fajar, pola penanganan hukum yang selama ini terkesan “ada apa” kini menjadi pola penanganan terpadu hingga kasus hukum dapat dieksekusi dengan baik. Di mana, kadang kala saat perkara sudah masuk tahap kedua kerap ada muncul salah persepsi dalam penanganan, namun kedepannya hal ini tidak terjadi sehingga sesuai amanat Undang – Undang (UU).

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi MY Girsang mengakui kadang kala dari hasil penyidikan dan lanjut ke persidangan yang menjadi “cibiran” para Hakim yang menyidangkan.

Oleh sebab itu, ujar Girsang, saat ini pihak Pengadilan Negeri Tebingtinggi sudah melayani permintaan dari penyidik melalui CJS tentang tata cara pendaftaran perkara, sehingga semakin mempermudah proses peradilan mengingat waktu yang ditentukan UU sangat singkat. “Sebab saat ini kita masih mencari bentuk sehingga kita bedah untuk kebersamaan melalui CJS. Di mana kegiatan ini menguatkan pendekatan sistim dan mengikat lebih baik,”paparnya.

Perlu diketahui, Manurung dan Girsang menuturkan, bahwa kegiatan ini bukan suatu Memorandum of Understanding (MoU), tapi sebuah penegakan hukum yang lebih baik kedepannya.

Wali Kota Tebingtinggi diwakili Wakil Wali Kota, Oki Doni Siregar mengatakan, pihaknya sangat mendukung program ini agar pelayanan hukum pada masyarakat semakin prima.

Terkhusus buat program pembinaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) pihaknya akan semakin berpikir agar Lapas dapat dipindahkan k etempat yang lebih baik, itupun melalui tahapan dan dukungan dari Kementrian Hukum dan HAM.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Ciceu mengatakan, ada 2 kasus besar yang sedang ditangani pihaknya, oleh sebab itu dengan adanya CJS ini semakin mempermudah proses penangan kedepannya. “Saat ini, ada ‘hutang’ kasus besar yang sedang dikerjakan mengingat jumlah penyidik yang sedikit dan tidak sebanding dengan kasus yang terjadi diwilayah hukum Polres Tebingtinggi,”ungkapnya.

Sahata Situngkir mewakilik Kalapas Alex mengakui, bahwa Lapas Tebingtinggi sudah over kapasitas. Di mana daya tampung hanya 450 orang kini sudah dihuni 1.255 orang dan dominan narapidana (napi) adalah narkoba.

Dengan segala keterbatasan, termasuk kesehatan dan penyediaan air, Lapas, ujar Situngkir, juga membutuhkan kendaraan Ambulance untuk kesehatan pelayanan kepada Napi.

Rakor CJS selain dihadiri para Unsur Muspida juga dihadiri Kapolsek, Kasat, Hakim, para jaksa dan puluhan Juru Periksa (Juper) dan PPNS, sehingga kwalitas penyidikan semakin baik kedepan.(ag/ss-tt)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...