Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Peringati 500 Tahun Reformasi Marthin Luther: Wali Kota Ajak Masyarakat Bergandengan Tangan

Peringati 500 Tahun Reformasi Marthin Luther: Wali Kota Ajak Masyarakat Bergandengan Tangan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua memberikan apresiasi atas kegiatan Peringatan 500 Tahun Reformasi Marthin Luther. Dia berharap kegiatan tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan sangat menyadari bahwa gereja adalah salah satu harapan besar Pemerintah yang mampu mengambil bagian dalam memajukan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Selain itu, pada acara peringatan 500 tahun reformasi Marthin Luther yang digelar di Taman Ya’ahowu, Jalan Lagundri, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Minggu (5/11), Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan dalam mewujudkan Kota Gunungsitoli yang maju nyaman dan berdaya saing sebagaimana visi misi Kota Gunungsitoli.

Pada acara yang dihadiri Bupati Nias, Wakil Wali Kota, Ephorus BNKP, Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Kepala BNNK Gunungsitoli, Sekda Kota Gunungsitoli, Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli, dan undangan dari berbagai denominasi Gereja Sekepulauan Nias, Wali Kota Gunungsitoli secara singkat menerangkan jika 500 tahun yang lalu Martin Luther tampil sebagai tokoh reformasi menentang praktik indulgensi ( ajaran penghapusan dosa) dengan 95 dalilnya di tahun 1517.

Martin Luther menyampaikan bahwa keselamatan kehidupan kekal tidak dapat diperoleh dengan perbuatan baik, melainkan semata-mata diterima sebagai karunia Allah yang cuma cuma (Sola Gratia) melalui Iman percaya kepada Yesus Kristus sebagai penebus dosa (Sola Fide).

“Hanya karena anugerah Allah kita diselamatkan sesuai dengan tema saat ini diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan Roma 3:24, Efesus 2:8. Martin Luther telah menjadi alat Tuhan untuk menyampaikan kebenaran dan menerangi gereja-gereja di seluruh dunia tanpa terkecuali di Kepulauan Nias,” terang Ir.Lakhomizaro Zebua.

Dia juga menekankan bahwa 500 tahun bukanlah waktu yang singkat dan perkembangan gereja gereja sangat pesat. Injil dan berita reformasi gereja telah menerangi kehidupan dan reformasi gereja telah membawa iman yang benar dan memperbaiki sikap mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita beragama dan Siapa sesungguhnya Allah yang kita percaya, dan inilah yang diperingati setiap tanggal 31 Oktober sebagai hari reformasi.

Untuk diketahui, pada acara peringatan 500 tahun reformasi Marthin Luther, juga digelar seminar sehari tentang arti dan makna reformasi, penanaman pohon dan peletakan batu pertama patung Yesus di Soaröwiga, Desa Hilinakhe Kecamatan Gunungsitoli Barat.(al/ss-gs)

Lihat Juga

Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi Dibidang Lingkungan Hidup

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setelah menerima Penghargaan terbaik I Tingkat Provinsi Sumatera ...